Drogba Mengenang Kejayaan Ronaldo Bersama United
Editor Bolanet | 11 Desember 2013 14:31
- Dalam wawancara bersama Daily Mail, striker gaek asal Pantai Gading, Didier Drogba, mengenang kembali dua partai puncak Liga Champions yang pernah dijalaninya bersama di di tahun 2008 dan 2012 lalu.
Drogba mengalami ending yang berbeda dalam dua laga puncak tersebut. Pada tahun 2008, The Blues harus menyerah melalui adu tendangan penalti atas klub senegara mereka, Manchester United. Namun mereka membayar lunas hutang tersebut dengan memenangkan adu penalti di laga final 2012 kontra Bayern Munich.
Drogba menggambarkan perbedaan yang ia rasakan dalam dua partai final tersebut. Pertama-tama, pemain yang kini berusia 35 tahun ini menyatakan bahwa ia sudah merasa bahwa Chelsea akan juara di tahun 2012 sejak pertandingan belum dimulai.
Saya tak tahu bagaimana menjelaskannya, mengapa saya bisa begitu tenang dan percaya diri sejak sebelum kick off. Sepanjang laga kami dibombardir, namun fakta bahwa Bayern tidak mencetak gol hingga pertengahan babak kedua membuat saya yakin malam itu akan berakhir indah, kenang Drogba.
Selanjutnya, pemain yang terkenal dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa ini membandingkan kondisi dengan saat United mengangkangi Chelsea untuk meraih gelar juara tahun 2008. Saat itu Drogba yang seharusnya menjadi algojo terakhir di adu penalti mendapatkan kartu merah di babak perpanjangan waktu.
Pada akhirnya, John Terry yang maju menggantikan Drogba sebagai eksekutor kelima mengirim bola melambung tinggi dari gawang Edwin van der Sar.
Jika saya berada di sana, kemungkinan besar saya akan mengambil tendangan terakhir alih-alih Terry. Namun saya yakin segalanya terjadi dengan alasan tersendiri, dan saya pikir memang saat itu bukan momen yang tepat bagi Chelsea.
Tahun 2008 bukan waktunya kami berjaya. Periode itu adalah era keemasan Manchester United dan juga Cristiano Ronaldo.[initial]
Drogba mengalami ending yang berbeda dalam dua laga puncak tersebut. Pada tahun 2008, The Blues harus menyerah melalui adu tendangan penalti atas klub senegara mereka, Manchester United. Namun mereka membayar lunas hutang tersebut dengan memenangkan adu penalti di laga final 2012 kontra Bayern Munich.
Drogba menggambarkan perbedaan yang ia rasakan dalam dua partai final tersebut. Pertama-tama, pemain yang kini berusia 35 tahun ini menyatakan bahwa ia sudah merasa bahwa Chelsea akan juara di tahun 2012 sejak pertandingan belum dimulai.
Saya tak tahu bagaimana menjelaskannya, mengapa saya bisa begitu tenang dan percaya diri sejak sebelum kick off. Sepanjang laga kami dibombardir, namun fakta bahwa Bayern tidak mencetak gol hingga pertengahan babak kedua membuat saya yakin malam itu akan berakhir indah, kenang Drogba.
Selanjutnya, pemain yang terkenal dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa ini membandingkan kondisi dengan saat United mengangkangi Chelsea untuk meraih gelar juara tahun 2008. Saat itu Drogba yang seharusnya menjadi algojo terakhir di adu penalti mendapatkan kartu merah di babak perpanjangan waktu.
Pada akhirnya, John Terry yang maju menggantikan Drogba sebagai eksekutor kelima mengirim bola melambung tinggi dari gawang Edwin van der Sar.
Jika saya berada di sana, kemungkinan besar saya akan mengambil tendangan terakhir alih-alih Terry. Namun saya yakin segalanya terjadi dengan alasan tersendiri, dan saya pikir memang saat itu bukan momen yang tepat bagi Chelsea.
Tahun 2008 bukan waktunya kami berjaya. Periode itu adalah era keemasan Manchester United dan juga Cristiano Ronaldo.[initial]
(tdm/mri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Chelsea Siapkan 100 Juta Euro untuk Pengganti Enzo Fernandez
Liga Inggris 4 September 2026, 20:50
-
Alasan Manchester United Tak Merekrut Mamadou Sangare meski Sempat Memantaunya
Liga Inggris 4 September 2026, 20:15
-
Bintang Chelsea Mulai Cemas karena Xabi Alonso, Siap Pergi Januari
Liga Inggris 4 September 2026, 19:05
LATEST UPDATE
-
Dikabarkan Cedera, Hansi Flick Ungkap Kondisi Terbaru Lamine Yamal
Liga Spanyol 5 September 2026, 20:30
-
Link Live Streaming Inter vs Napoli di Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 20:00
-
Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
Piala Dunia 5 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Man City vs Coventry City di Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 19:00
-
Tinggalkan Al Hilal, Karim Benzema Tak Akan Gabung Barcelona
Liga Spanyol 5 September 2026, 18:10
-
Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 17:00
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs PSM Makassar 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 16:00
-
Perasaan Alexander Isak Usai Liverpool Menang Perdana di Premier League
Liga Inggris 5 September 2026, 16:00
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Garudayaksa 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:33
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Persijap Jepara 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:25
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51







