Dua Kunci Kemenangan Telak PSG di BayArena
Editor Bolanet | 19 Februari 2014 10:54
- Kemenangan telak 4-0 atas tuan rumah Bayer Leverkusen di babak 16 besar Liga Champions 2013/14 leg pertama, Rabu (19/2), tak bisa dilepaskan dari dua hal.
Dua hal itu menjadi kunci kemenangan PSG di BayArena, yakni gol cepat dan penguasaan bola signifikan yang mencapai angka 64%. Hasilnya luar biasa.
Gol meneruskan serangan kilat dan assist Marco Verratti ketika laga baru berjalan tiga menit seolah menjadi pembuka jalan bagi PSG untuk merajalela. Gol itu membuat kepercayaan diri Leverkusen drop. Mental Leverkusen tambah goyah usai pelanggaran Emir Spahic terhadap Ezequiel Lavezzi di area terlarang pada menit 38 berujung kartu kuning untuk Spahic dan penalti untuk PSG yang dituntaskan oleh Zlatan Ibrahimovic. Di menit 42, gol spektakuler Ibrahimovic dengan tendangan keras kaki kiri dari luar area membuat Leverkusen semakin tenggelam. Upaya Leverkusen untuk bangkit mendapat pukulan setelah Spahic diganjar kartu kuning kedua di menit 59. Gol pemain pengganti Yohan Cabaye menit 88 pun menjadi penyempurna derita tuan rumah.
Kami memang berniat merampas kepercayaan diri Bayer sejak awal laga dan berusaha memastikan mereka tak banyak menguasai bola, pelatih PSG Laurent Blanc memaparkan strategi timnya kepada AFP pascalaga.
Kami terus memberi tekanan meski di tengah laga mereka mulai mengandalkan kekuatan fisik untuk coba menghentikan kami, imbuhnya.
Terbuki, Leverkusen tak sanggup menandingi PSG. Kemenangan ini membuat langkah sang kampiun Prancis diyakini takkan terhadang menuju perempat final. Namun, Blanc tak mau pasukannya terlena.
Masih ada leg kedua. Kemenangan ini memang luar biasa, tapi kami juga menginginkan hasil serupa di Parc des Princes saat return leg nanti, tegas Blanc.
Leg penentuan di kandang PSG digelar 13 Maret mendatang. Leverkusen harus menang minimal lima gol tanpa balas kalau ingin lolos ke putaran berikutnya. Mission impossible? [initial]
(bola/gia)
Dua hal itu menjadi kunci kemenangan PSG di BayArena, yakni gol cepat dan penguasaan bola signifikan yang mencapai angka 64%. Hasilnya luar biasa.
Gol meneruskan serangan kilat dan assist Marco Verratti ketika laga baru berjalan tiga menit seolah menjadi pembuka jalan bagi PSG untuk merajalela. Gol itu membuat kepercayaan diri Leverkusen drop. Mental Leverkusen tambah goyah usai pelanggaran Emir Spahic terhadap Ezequiel Lavezzi di area terlarang pada menit 38 berujung kartu kuning untuk Spahic dan penalti untuk PSG yang dituntaskan oleh Zlatan Ibrahimovic. Di menit 42, gol spektakuler Ibrahimovic dengan tendangan keras kaki kiri dari luar area membuat Leverkusen semakin tenggelam. Upaya Leverkusen untuk bangkit mendapat pukulan setelah Spahic diganjar kartu kuning kedua di menit 59. Gol pemain pengganti Yohan Cabaye menit 88 pun menjadi penyempurna derita tuan rumah.
Kami memang berniat merampas kepercayaan diri Bayer sejak awal laga dan berusaha memastikan mereka tak banyak menguasai bola, pelatih PSG Laurent Blanc memaparkan strategi timnya kepada AFP pascalaga.
Kami terus memberi tekanan meski di tengah laga mereka mulai mengandalkan kekuatan fisik untuk coba menghentikan kami, imbuhnya.
Terbuki, Leverkusen tak sanggup menandingi PSG. Kemenangan ini membuat langkah sang kampiun Prancis diyakini takkan terhadang menuju perempat final. Namun, Blanc tak mau pasukannya terlena.
Masih ada leg kedua. Kemenangan ini memang luar biasa, tapi kami juga menginginkan hasil serupa di Parc des Princes saat return leg nanti, tegas Blanc.
Leg penentuan di kandang PSG digelar 13 Maret mendatang. Leverkusen harus menang minimal lima gol tanpa balas kalau ingin lolos ke putaran berikutnya. Mission impossible? [initial]
Semua Tentang Liga Champions:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
MU dan Liverpool Patah Hati! Yan Diomande Pilih Gabung Raksasa Eropa Ini
Liga Inggris 29 Juni 2026, 10:50
-
Bomber PSG Ini Selangkah Lagi Gabung Juventus
Piala Dunia 26 Juni 2026, 20:00
-
Inikah Pembelian Pertama Ruben Amorim di AC Milan?
Liga Italia 26 Juni 2026, 19:00
-
Resmi! Arsenal Aktifkan Klausul Pembelian Permanen Piero Hincapie
Liga Inggris 25 Juni 2026, 21:56
LATEST UPDATE
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









