FIFA Tidak Menyarankan Sepak Bola Digelar Sebelum Musim Panas, Kenapa?
Yaumil Azis | 29 April 2020 03:40
Bola.net - Empat dari lima Liga Papan Atas Eropa berencana untuk kembali menggelar pertandingan dalam waktu dekat. Tapi rencana tersebut tidak disarankan untuk dilakukan oleh kepala medis FIFA, Michel D'Hooghe.
Seperti yang diketahui, banyak kompetisi di Eropa, atau dunia secara keseluruhan, harus dihentikan sementara. Hal ini dikarenakan pandemi virus Corona yang sedang merajalela di berbagai negara.
Virus Corona tidak pandang bulu. Kompetisi papan atas seperti Premier League, La Liga, Serie A, bahkan Liga Champions dan Liga Europa sekalipun harus merasakan dampak dari wabah ini.
Belakangan ini, tanda-tanda positif mulai terlihat di berbagai negara. Kompetisi papan atas pun mulai mencari cara untuk segera menggelar pertandingan meski dengan skema tanpa penonton.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
FIFA Tidak Menyarankan
Bundesliga bisa menjadi kompetisi pertama yang kembali digelar. Pihak penyelenggara berencana melangsungkan laga pertama pasca pandemi virus Corona pada awal bulan Mei mendatang.
Sayangnya, rencana tersebut tidak mendapatkan reaksi positif dari D'Hooghe. Ia tidak menyarankan kompetisi dilanjutkan paling tidak sampai musim panas nanti.
"Saya akan merasa sangat senang jika kami bisa memulai, dengan cara yang konvensional, kejuaraan berikutnya dan tidak perlu memiliki apapun sebelum awal musim depan," ujarnya kepada Telegraph.
"Jika mereka bisa memulai musim 2020/21 pada akhir bulan Agustus atau awal September saya akan merasa senang. Dengan begitu mereka bisa menghindari serangan kedua dari virus, yang bisa saja terjadi," lanjutnya.
Waktunya Nyawa Diutamakan
Dari pengalamannya, D'Hooghe tahu bahwa manusia akan lebih mengutamakan aspek ekonomi ketimbang kesehatan. Tapi untuk saat ini, ia berharap publik lebih fokus terhadap kesehatannya sendiri.
"Dalam karir, saya melihat banyak situasi di mana ada keseimbangan antara ekonomi dan kesehatan. Seringnya ekonomi menang, terlepas dari masalah jet-lag atau bermain di ketinggian atau kondisi yang ekstrim semacam polusi," tambahnya.
"Jika ada situasi di mana argumen medis seharusnya menang melawan argumen ekonomi, inilah saatnya. Ini bukan soal uang, ini soal hidup dan kematian. Sangat sederhana," pungkasnya.
(Goal International)
Baca juga:
Iwan Bule Merespons Bantuan Rp 7,7 Miliar dari FIFA untuk PSSI
PSSI Akan Dapat Dana Bantuan Corona Senilai Rp7,7 Miliar dari FIFA
Aplaus Dunia Sepak Bola untuk Pekerja Medis di Tengah Pandemi Virus Corona
Kelas! David Beckham dan Pemain Top Dunia Beri Penghormatan untuk Tenaga Medis
Dampak Corona, FIFA Resmi Izinkan Kontrak Pemain Diperpanjang dan Bursa Transfer Dipindah
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengapa Lautaro Martinez Tidak Mendapatkan Kartu Kuning Kedua?
Piala Dunia 13 Juli 2026, 00:53
-
Bola Tidak Kena Kabel, FIFA Nyatakan Gol Pertama Jude Bellingham Sah!
Piala Dunia 12 Juli 2026, 10:14
LATEST UPDATE
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
















