Final Liga Champions Adalah Misi Penebusan Inter Milan
Editor Bolanet | 22 Mei 2025 17:36
Bola.net - Inter Milan kembali mencuri perhatian di panggung Eropa dengan menembus Final Liga Champions musim ini. Mereka akan menghadapi PSG pada laga puncak yang digelar di Munich, 1 Juni mendatang.
Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi Nerazzurri dalam tiga tahun terakhir, meski dibayang-bayangi keterbatasan anggaran. Dengan keberhasilan ini, motivasi besar terpatri untuk mengakhiri musim dengan kejayaan tertinggi.
Simone Inzaghi sebagai arsitek tim menegaskan betapa perjalanan panjang ini dibangun dari kerja keras dan proses bertahap. Dan kini, ada satu misi utama yang belum terlunasi: menebus kekecewaan di Istanbul tahun lalu.
Bersama dengan para pemain berpengalaman, Inzaghi percaya timnya punya modal untuk meraih mimpi besar itu. Rasa percaya diri ini juga tercermin dari perjalanan impresif mereka sepanjang musim.
Perjalanan dan Perjuangan Inter Milan

Inter Milan mengukir kembali sejarah di Liga Champions setelah tampil konsisten sejak fase grup. Mereka melangkah dengan penuh perhitungan dan kerja keras, melewati lawan-lawan berat di setiap fase.
Simone Inzaghi menyebut bahwa tantangan terbesar bukan hanya di semifinal melawan Barcelona, tapi juga saat menghadapi Bayern Munchen di perempat final. Ia menilai seluruh pertandingan yang mereka lalui sangat menguras energi dan mental.
"Ini adalah perjalanan panjang untuk mencapai Final, dan kami melakukannya selangkah demi selangkah," ujar Inzaghi kepada UEFA.com.
"Semua orang mengingat semifinal melawan Barcelona, tapi menurut saya Bayern Munchen juga sangat sulit dikalahkan karena mereka adalah tim yang terorganisir dengan baik dan sangat fisik. Perempat final terasa seperti semifinal, ini adalah empat pertandingan yang sangat intens," imbuhnya.
Luka Istanbul Masih Membekas

Kekalahan tipis dari Manchester City di Final Liga Champions 2023 masih menjadi luka yang belum sembuh bagi Inter Milan. Saat itu, mereka kalah 0-1 di Istanbul dalam laga yang dinilai berjalan sangat ketat.
Inzaghi dan para pemain merasa mereka tampil seimbang dengan tim sekelas City, dan seharusnya bisa memaksakan pertandingan hingga babak tambahan. Rasa kecewa itu menjadi motivasi utama musim ini.
"Kami semua masih sangat ingat final itu. Kami bermain seimbang dengan tim kuat seperti Manchester City," ujar Inzaghi.
"Mungkin kami layak mendapatkan setidaknya perpanjangan waktu di laga tersebut, tapi penampilan kami tetap memberi kepercayaan diri akan kemampuan kami," sambung pelatih berusia 48 tahun tersebut.
Modal Matang untuk Gelar Juara
Meski berhadapan dengan tim bertabur bintang seperti PSG, Inter tetap percaya diri. Salah satu kekuatan mereka adalah kedewasaan tim, mengingat skuad ini punya rata-rata usia tertinggi di fase gugur musim ini.
Inzaghi tidak melihat usia sebagai kekurangan, justru sebagai modal penting dalam menghadapi pertandingan-pertandingan besar. Ia menyebut para pemainnya tidak hanya hebat secara teknis, tetapi juga punya karakter luar biasa.
"Saya tidak berpikir usia yang lebih tua menjadi masalah, justru bisa sangat membantu di momen-momen penting dalam pertandingan seperti ini," ucap Inzaghi.
"Saya punya tim yang berisi pemain-pemain hebat, tapi yang terpenting mereka adalah pria-pria hebat yang selalu bekerja dengan cara terbaik dan berusaha tetap tenang," lanjutnya.
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
PSG vs Inter: Hakimi Bicara Soal Dumfries dan Reuni dengan Lautaro Martinez
Prediksi Como vs Inter Milan 24 Mei 2025
Inter Milan Meradang karena Serangkaian Keputusan Wasit
Marcus Thuram, Senjata Rahasia Inter yang Tak Tergantikan
Simone Inzaghi Teguh Prioritaskan Inter Milan, Tolak Tawaran Menggiurkan Al-Hilal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSG Pertahankan Gelar Men's Club of the Year di Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 06:03
-
Man of the Match PSG vs Lyon: Mika Godts
Liga Eropa Lain 27 Oktober 2026, 05:05
-
Hasil PSG vs Lyon: 2 Gol Babak Kedua Bawa Les Parisiens ke Puncak Klasemen
Liga Eropa Lain 27 Oktober 2026, 05:00
-
Man of the Match Inter vs Fiorentina: Marcus Thuram
Liga Italia 25 Oktober 2026, 21:11
LATEST UPDATE
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Roy Keane Senang Michael Carrick Tidak Jadi Dipecat, Tapi....
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:07
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



