Format Baru Liga Champions: Apa Saja yang Baru dan Bagaimana Nasib Klub ESL?
Editor Bolanet | 20 April 2021 09:23
Bola.net - UEFA telah memutuskan format baru Liga Champions di tengah polemik tentang European Super League [ESL]. Ada banyak perubahan yang akan terjadi pada format baru nantinya.
Ide bakal diubahnya format Liga Champions sejatinya bukan hal baru. Namun, pihak UEFA baru saja membuat pengumuman resmi pada Senin (19/4/2021) malam WIB. Pengumuman disampaikan langsung Alexander Ceferin, presiden UEFA.
"Format yang berkembang ini akan tetap menghidupkan impian tim mana pun di Eropa untuk berpartisipasi dalam Liga Champions UEFA," ucap Ceferin.
Lantas, apa saja yang baru pada format Liga Champions yang baru saja diumumkan? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Jumlah Kontestan

Saat ini, Liga Champions diikuti oleh 32 klub pada fase grup. Format ini sudah dipakai pada era Liga Champions, sebelumnya memakai format Piala Champions.
Berdasarkan pada format baru yang disampaikan Ceferin, bakal ada perubahan peserta putaran final Liga Champions. Nantinya, ada 34 klub yang akan bersaing setelah babak kualifikasi.
Kapan Format Baru Dimulai?

Liga Champions musim 2021/2022 atau musim depan, masih akan memakai format lama. Turnamen paling elit di Eropa ini akan tetapi diikuti 32 klub pada fase grup.
Lantas, kapan format baru akan dimulai? Berdasarkan penjelasan Ceferin, format baru akan mulai diterapkan pada Liga Champions edisi musim 2024/2025 yang akan datang.
Sementara, pertandingan akan tetap dimainkan pada tengah pekan.
Perubahan Sistem

Saat ini, 32 tim yang ambil bagian pada fase grup Liga Champions dibagi menjadi delapan grup. Masing-masing grup berisi empat tim yang memperebutkan dua tiket ke babak 16 Besar.
Pada format baru, pembagian grup akan dihilangkan.
Setiap tim akan memainkan paling tidak 10 laga di tahap awal melawan 10 tim berbeda [lima laga tandang, lima laga kandang]. Format ini berbeda dengan yang saat ini berlaku.
Delapan tim teratas di klasemen akan otomatis lolos ke babak 16 Besar. Sedangkan, tim yang berada di posisi ke-9 sampai 24 akan menjalani babak play-off dengan sistem dua leg untuk bisa tampil di babak 16 Besar.
Siapa Lolos ke Liga Europa?

Pada format yang diterapkan saat ini, klub yang berada di posisi ketiga fase grup masih berhak tampil di kompetisi Eropa. Mereka akan 'degradasi' ke Liga Europa dan otomatis berlaga di babak 32 Besar.
Bagaimana di format baru nanti?
UEFA juga memberlakukan format baru Liga Europa. Nantinya, setiap klub akan memainkan delapan laga di fase awal. UEFA juga akan menggelar Europa Conference League dengan enam laga di fase awal.
Bagaimana Nasib Klub-klub ESL?

Ceferin menebar ancaman klub yang tampil di ESL tidak boleh ambil bagian di Liga Champions. UEFA juga akan meminta liga domestik memberi sanksi. Pemain pun akan mendapat sanksi dilarang membela tim nasional.
Sejauh ini, belum ada sanksi resmi yang dijatuhkan UEFA seperti yang diwacanakan Ceferin.
Klub-klub ESL sendiri nampaknya tidak akan ambil bagian di Liga Champions. Sebab, esensi dari ESL secara sederhana bisa diartikan sebagai format baru atau Liga Champions tandingan dari yang digelar UEFA.
Lalu, bagaimana nasib tiga klub yang menggagas ESL di Liga Champions musim 2020/2021?
Sekali lagi, UEFA belum membuat putusan resmi soal sanksi klub-klub ESL. Namun, beredar wacana jika posisi Real Madrid, Chelsea, dan Manchester City di babak semifinal akan digantikan tim lain atau PSG yang menjadi juara.
Florentino Perez, Presiden ESL, menjamin bahwa tiga tim akan tetapi menyelesaikan dan tidak bisa dicoret dari Liga Champions musim 2020/2021. "Itu tidak akan terjadi, hukum melindungi kita. Ini tidak mungkin," tegas Perez.
Sumber: Goal International
Baca Ini Juga:
Dua Alasan European Super League Sulit Dihentikan
Florentino Perez Serang UEFA: Format Baru Liga Champions Tak Jelas, Klub Bakal Mati!
Opini: Kritikan untuk PSG, Sudah Rusak Transfer Kini Ingin Tampak Tak Bersalah
Menunggu Rapat Besar UEFA: Bagaimana Nasib UCL dan UEL Musim Ini?
European Super League Soal Uang, Emangnya UEFA Enggak?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
-
Inter Milan Resmi Perpanjang Kontrak Pio Esposito hingga 2032
Liga Italia 6 September 2026, 21:41
-
Curtis Jones Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Liverpool demi Inter Milan
Liga Italia 6 September 2026, 21:30
-
Tempat Menonton Arsenal vs Chelsea di Premier League, 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 21:15
-
Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
Bola Indonesia 6 September 2026, 21:04
-
Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persib Bandung Hancurkan PSM Makassar 3-1
Bola Indonesia 6 September 2026, 21:01
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

