Harapan Kebangkitan Liverpool, Keunggulan dan Ancaman Nyata PSG

Gia Yuda Pradana | 13 April 2026 14:13
Harapan Kebangkitan Liverpool, Keunggulan dan Ancaman Nyata PSG
Pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia (tengah) merayakan gol yang dicetaknya pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Bola.net - Pertandingan Liverpool vs PSG akan berlangsung di Anfield pada leg kedua perempat final Liga Champions 2025-2026. Laga ini dijadwalkan kick-off Rabu, 15 April 2026, pukul 02.00 WIB.

Liverpool menghadapi tekanan setelah kalah 0-2 pada leg pertama di Paris. Kondisi ini membuat mereka wajib mengejar defisit dua gol di kandang sendiri.

Advertisement

Paris Saint-Germain datang dengan keunggulan agregat yang memberi posisi lebih aman. Klub asal Prancis itu berpeluang menyingkirkan Liverpool dua musim beruntun di fase gugur.

Pertemuan ini bukan sekadar duel biasa karena kedua tim punya sejarah panjang di kompetisi Eropa. Catatan masa lalu menunjukkan persaingan ketat dengan hasil yang kerap berubah.

Anfield tetap menjadi faktor penting dalam laga ini karena Liverpool dikenal kuat di kandang. Namun, PSG memiliki modal statistik tandang yang cukup meyakinkan.

1 dari 3 halaman

Rekam Jejak Pertemuan dan Keunggulan PSG

Rekam Jejak Pertemuan dan Keunggulan PSG

Pemain PSG Desire Doue (kanan) disambut oleh Achraf Hakimi setelah mencetak gol pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Aurelien Morissard

PSG unggul 2-0 di leg pertama berkat gol Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia. Hasil itu menempatkan mereka di posisi terdepan untuk lolos ke semifinal.

Musim lalu, PSG juga menyingkirkan Liverpool lewat adu penalti setelah agregat imbang. Mereka menunjukkan konsistensi saat menghadapi wakil Inggris di fase gugur.

Secara historis, PSG selalu unggul dalam duel dua leg melawan Liverpool. Itu termasuk kemenangan agregat 3-2 pada Piala Winners 1996/1997.

Selain itu, PSG sukses dalam delapan dari sebelas laga Eropa ketika menang dua gol di leg pertama. Statistik ini memperkuat peluang mereka untuk kembali melangkah jauh.

2 dari 3 halaman

Anfield dan Harapan Kebangkitan Liverpool

Anfield dan Harapan Kebangkitan Liverpool

Pemain Liverpool Hugo Ekitike bereaksi pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Liverpool memiliki rekor kuat di Anfield dengan 16 kemenangan dari 20 laga Eropa terakhir. Dukungan publik tuan rumah sering menjadi pembeda dalam situasi sulit.

Namun, catatan comeback tidak terlalu mendukung karena Liverpool kalah dalam sembilan dari sepuluh duel Eropa setelah tertinggal dua gol di leg pertama. Satu-satunya pengecualian terjadi melawan Auxerre pada 1991/1992.

Meski demikian, lini pertahanan mereka cukup solid dengan empat clean sheet dari enam laga terakhir Liga Champions. Ini memberi harapan untuk membangun momentum kebangkitan.

Liverpool juga konsisten mencetak gol di Eropa dengan tidak pernah bermain 0-0 dalam 52 pertandingan terakhir. Hal ini membuka peluang laga kembali menghadirkan gol.

3 dari 3 halaman

Konsistensi dan Ancaman Nyata PSG

Konsistensi dan Ancaman Nyata PSG

Pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia merangsek maju sebelum mencetak gol pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Aurelien Morissard

PSG tampil stabil dengan hanya dua kekalahan dari 17 laga Eropa terakhir. Tim asuhan Luis Enrique juga kuat di fase gugur dengan rekor impresif.

Mereka menargetkan semifinal ketiga secara beruntun, sesuatu yang belum pernah dicapai klub Prancis sebelumnya. Ambisi ini menjadi motivasi tambahan bagi skuad Paris.

Performa Khvicha Kvaratskhelia patut diperhatikan karena ia mencetak gol dalam empat laga Liga Champions berturut-turut. Catatan ini menjadi yang pertama dalam sejarah PSG di fase gugur.

PSG juga memenangi enam duel dua leg terakhir di Liga Champions. Dengan tren tersebut, mereka datang ke Anfield bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga mengunci kemenangan agregat.

Sumber: UEFA.com

LATEST UPDATE