
Bola.net - Mesir datang ke Piala Dunia 2026 dengan membawa harapan yang sudah lama tertunda. Negara paling sukses dalam sejarah Piala Afrika itu belum pernah memenangkan satu pun pertandingan di putaran final Piala Dunia.
Di tengah catatan yang kurang menggembirakan tersebut, perhatian kembali tertuju kepada Mohamed Salah. Bintang berusia 33 tahun itu memasuki turnamen dengan tekanan besar sekaligus peluang untuk menorehkan warisan terbesar dalam karier internasionalnya.
Persiapan yang lebih matang, situasi skuad yang kondusif, serta hasil kualifikasi yang impresif membuat Mesir diam-diam percaya diri. Namun, sejarah panjang mereka di panggung dunia tetap menjadi bayang-bayang yang sulit diabaikan.
Persiapan Matang di Spokane

Mesir memilih Spokane, Washington, sebagai markas selama fase grup Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan logistik yang matang.
Hotel tim berada dekat dengan bandara Spokane, sehingga perjalanan menuju Seattle dan Vancouver, dua kota tempat mereka memainkan laga grup, menjadi lebih mudah. Skuad juga berlatih di fasilitas Gonzaga University yang dinilai mampu memenuhi seluruh kebutuhan tim.
Keuntungan lain yang dirasakan Mesir adalah minimnya jarak perjalanan selama fase grup. Di Grup G yang juga dihuni Belgia, Selandia Baru, dan Iran, Mesir menjadi salah satu tim dengan mobilitas paling ringan. Situasi ini diharapkan membantu pemain menjaga kondisi fisik sepanjang turnamen.
Kepercayaan diri mereka juga didukung performa selama kualifikasi. Mesir mencatat salah satu rekor terbaik dalam perjalanan menuju Piala Dunia dan datang ke Amerika Serikat dengan keyakinan bahwa mereka mampu bersaing.
Rekor Kelam yang Masih Menghantui

Meski berstatus pemegang tujuh gelar Piala Afrika, perjalanan Mesir di Piala Dunia jauh dari kata mengesankan.
Mesir sebenarnya menjadi negara Afrika dan Arab pertama yang tampil di Piala Dunia ketika berpartisipasi pada edisi 1934 di Italia. Namun sejak saat itu mereka belum pernah memenangkan satu pertandingan pun di turnamen tersebut.
Partisipasi berikutnya pada 1990 dan 2018 juga berakhir tanpa kemenangan. Bahkan hingga kini, Mesir belum pernah menembus fase gugur.
Catatan tersebut terasa kontras jika dibandingkan dengan negara-negara Afrika lain seperti Kamerun, Ghana, dan terutama Maroko yang sukses mencapai semifinal Piala Dunia 2022.
Pelatih Hossam Hassan menyadari tantangan tersebut. Menjelang turnamen, ia menegaskan bahwa target tim bukan sekadar tampil baik, melainkan memperbaiki warisan Mesir di panggung dunia.
"Saya melihat ambisi dalam diri para pemain. Mereka ingin mencapai sesuatu yang lebih besar dibandingkan pencapaian Mesir di Piala Dunia sebelumnya," kata Hassan.
Hubungan Unik Hossam Hassan dan Mohamed Salah

Jika Mesir ingin melangkah jauh, peran Mohamed Salah hampir pasti menjadi faktor penentu.
Penyerang yang baru meninggalkan Liverpool itu kini hanya terpaut dua gol dari rekor Hossam Hassan sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Mesir. Hassan mengoleksi 69 gol selama karier internasionalnya.
Menariknya, hubungan keduanya sempat mengalami pasang surut. Sebelum menjadi pelatih tim nasional, Hassan dikenal sebagai salah satu pengkritik paling vokal terhadap Salah saat bekerja sebagai komentator televisi.
Puncaknya terjadi pada Piala Afrika 2023 ketika Salah mengalami cedera dan muncul rencana untuk kembali ke Liverpool guna menjalani perawatan sebelum kemungkinan bergabung lagi dengan tim jika Mesir melaju jauh.
Saat itu Hassan menyatakan bahwa Mesir masih memiliki pemain lain yang mampu menjalankan tugasnya. Pernyataan tersebut memicu perdebatan besar di kalangan pendukung sepak bola Mesir.
Namun sejak ditunjuk sebagai pelatih pada 2024, sikap Hassan berubah drastis. Ia kini secara terbuka memuji Salah sebagai salah satu pemain terbaik dunia dalam satu dekade terakhir dan sosok yang memiliki mentalitas profesional luar biasa.
Perubahan hubungan itu menjadi salah satu fondasi penting bagi atmosfer positif yang kini dirasakan di dalam skuad.
Warisan Salah yang Belum Lengkap
Terlepas dari reputasinya sebagai pesepak bola Mesir paling terkenal sepanjang masa, Salah masih memiliki satu kekosongan besar dalam daftar prestasinya: trofi bersama tim nasional.
Sejak menjalani debut internasional pada 2011, Salah belum pernah mengangkat gelar bersama Mesir. Kondisi tersebut membuatnya kerap dibandingkan dengan generasi emas yang menjuarai tiga edisi Piala Afrika secara beruntun pada 2006, 2008, dan 2010.
Padahal, kontribusi Salah terhadap kebangkitan sepak bola Mesir tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menjadi figur sentral yang membantu negara itu kembali tampil di Piala Afrika 2017 setelah absen cukup lama.
Salah juga mencetak penalti dramatis ke gawang Kongo yang memastikan tiket Mesir ke Piala Dunia 2018, penampilan pertama mereka di turnamen tersebut sejak 1990.
Karena itu, pandangan terhadap Salah di Mesir sering kali terbagi. Di satu sisi, ia dianggap simbol kebangkitan sepak bola nasional. Di sisi lain, sebagian pihak masih menilai era Salah belum mampu menyamai keberhasilan generasi sebelumnya.
Jangan Lewatkan!
- Dari Brasil hingga Uzbekistan: Cara Baru Mengukur Kesuksesan di Piala Dunia 2026
- Stadion Terlihat Sepi, FIFA Klaim Justru Hampir Penuh: Ada Apa di Piala Dunia 2026?
- Timnas Inggris Dibangun untuk Harry Kane
- Patrick Beach, Debutan 22 Tahun yang Jadi Tembok Australia Saat Tumbangkan Turki di Piala Dunia 2026
- Man of the Match Australia vs Turki: Nestory Irankunda
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 29 Juli 2026 09:40UEFA Pertimbangkan Boikot Piala Dunia karena Rencana Investasi FIFA
-
Piala Dunia 29 Juli 2026 07:51Marc Cucurella Tepati Janji Bikin Tato Wajah Luis de la Fuente
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 30 Juli 2026 15:53Skuad Timnas Indonesia 11 Kali Lebih Mahal dari Timor Leste
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 30 Juli 2026 08:22Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Menolak Tawaran Melatih Timnas Italia
-
piala dunia 29 Juli 2026 11:40Cesc Fabregas Dukung Roberto Mancini Kembali Tangani Timnas Italia
SOROT
-
Liputan6 30 Juli 2026 15:51Tarik Wisatawan, Prabowo Targetkan Masalah Sampah Tuntas dalam Setahun
-
Liputan6 30 Juli 2026 15:46DKI Punya Lahan Baru 40 Hektare di Banten, Khusus untuk Sampah Organik
-
Liputan6 30 Juli 2026 15:30Momen Menteri Ara Panggil Mas Bahlil Ganteng di Depan Prabowo
-
Liputan6 30 Juli 2026 15:28Prabowo: Kereta Api Harus Tetap Layani Kota-Kota Kecil
-
Liputan6 30 Juli 2026 15:07Putusan MK: MBG Dipisah dari Anggaran Pendidikan Paling Lambat 2028
-
Liputan6 30 Juli 2026 14:46
Tan Kian dan Ferry Boboho Diperiksa Terkait Kasus TPPU Febrie
MOST VIEWED
Zinedine Zidane Ambil Alih Prancis, Nasib Kylian Mbappe Jadi Perhatian
Andrea Pirlo Buka Suara soal Polemik Pelatih Timnas Italia dan Skandal Judi
Italia Kembali Terjebak Pilihan Lama, Mancini dan Conte Jadi Kandidat Pelatih Baru
Argentina dan Kontroversi VAR di Piala Dunia 2026, IFAB Akui Kesalahan Aturan
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309891/original/054507200_1785295652-IMG_2923.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311347/original/084956100_1785399892-email-attachment_2026_07_30_ariefhakim-at-klyid_menteri-pkp-panggil-mas-bahlil-ganteng-di-hadapan-prabowo-subianto-singgung-csr-buat-rakyat_1000392655.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311352/original/085118300_1785400140-IMG-20260730-WA0171.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7009691/original/038642700_1779781689-IMG_0511.jpeg)

