Hari Ini 17 Tahun Lalu: Ketika Tembakan Mendatar Ronaldo dan Roberto Carlos Tundukkan Juventus
Richard Andreas | 6 Mei 2020 23:45
Bola.net - 6 Mei 2003, tepat hari ini 17 tahun yang lalu, Ronaldo Nazario dan Roberto Carlos mencetak dua gol indah ke gawang Juventus pada leg pertama semifinal Liga Champions. Dua gol itu mengantar Real Madrid memetik kemenangan 2-1 atas tim tamu di santiago Bernabeu.
Saat itu kedua tim berada di level terbaiknya. Madrid bermain di bawah Del Bosque dalam formasi 4-4-2, Juve menantang dalam pimpinan Lippi dalam formasi 4-3-1-2.
Di atas kertas, skuad Madrid dianggap lebih baik. Madrid saat itu sudah mulai memasuki era Los Galacticos, ada Zinedine Zidane, Luis Figo, dan beberapa nama top lainnya.
Terbukti, Madrid tampil cukup apik dan bisa mencetak dua gol indah di Santiago Bernabeu. Sayangnya kemenangan ini tidak cukup untuk melewati hadapan Juve.
Apa yang terjadi pada pertandingan itu? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Gol Ronaldo
Madrid memulai pertanidngan dengan baik. Sekitar 75.000 fans memenuhi Santiago Bernabeu, membantu Hierro dkk. menjamu tim tangguh dari Italia.
Los Galacticos bermain baik, unggul terlebih dahulu lewat gol Ronaldo di menit ke-23. Gol ini merupakan salah satu gol indah yang pernah dicetak striker Brasil itu di panggung Eropa.
Skuad Madrid menyuguhkan kerjasama apik. Bermula dari Figo, Ronaldo mendorong bola pelan ke arah Morientes, yang kemudian terjatuh tap masih bisa mengarahkan bola ke ruang kosong.
Bola seperti itu jelas makanan empuk bagi Ronaldo. Dia membuat satu sentuhan, lalu melepas tendangan mendatar yang keras menghujam gawang Buffon.
Balasan Trezeguet
Unggul satu gol membuat Madrid kian percaya diri. Mereka mengontrol pertandingan, sayangnya konsentrasi mereka menurun di akhir babak pertama.
Juve jelas datang dengan semangat tinggi. Pasukan Lippi tidak segan menjatuhkan pemain-pemain madrid. Bahkan ada tiga pemain Juve yang dihukum kartu kuning di babak pertama.
Permainan keras inilah yang membuat Madrid lengah. Lalu, di menit ke-45, Trezeguet mampu memanfaatkan kesalahaan koordinasi pertahanan Madrid untuk menyamakan kedudukan.
Gol mudah, dia menemukan bola liar di kotak penalti dan hanya perlu mendorongnya ke gawang Casillas yang mati langkah.
Gol Roberto Carlos
Kebobolan di akhir babak pertama merupakan salah satu kerugian besar dalam pertandingan sepak bola. Biar begitu, Madrid masih bisa bangkit di babak kedua, kembali menggempur Juve.
Juve masih bisa bertahan dengan baik, menahan sernagan Madrid. Namun, pada akhirnya Roberto Carlos menunjukkan kekuatan kaki kirinya.
Di menit ke-73, berawal dari tendangan sudut, bola muntah ke depan kotak penalti. Carlos berada di posisi yang tepat, mengontrol bola dengan dada, menunggunya memantul dua kali, lalu melepas tembakan mendatar yang melewati celah barisan pemain dalam kotak penalti.
Bola meluncur deras dari sisi kiri ke sudut kanan bawah gawang Buffon. Bola seperti itu memang sulit bagi kiper mana pun, mendatar, keras, dan tepat ke sudut. Carlos seakan-akan tidak mau Ronaldo mencuri perhatian sendiri.
Takluk di Leg Kedua
Madrid menutup leg pertama dengan kemenangan 2-1. Modal yang cukup bagus untuk menyambangi Stadio delle Alpi di leg kedua, dua pekan berikutnya.
Sayangnya, Madrid tampil jauh di bawah standar pada pertandingan itu. Padahal Del Bosque menurunkan salah satu skuad terbaiknya, tapi hanya bisa membalas satu gol lewat aksi Zidane di ujung laga.
Juve tampil dominan di kandang sendiri. Trezeguet membuka keran gol mereka di menit ke-12, Del Piero menggandakannya di menit ke-43, lalu Nedved menuntaskannya di menit ke-73.
Juventus pun Gagal
Mengalahkan Madrid merupakan capaian besar bagi Juve. Mereka kian percaya diri bisa jadi juara karena berhasil mengalahkan salah satu tim terbaik di dunia pada saat itu.
Kala itu, duel pemungkas dimeriahkan oleh dua tim jagoan Serie A. Juve harus berhadapan dengan AC Milan, yang berhasil menyingkirkan Inter Milan pada partai semifinal.
Saat itu skuad Milan bertabur bintang, nyaris tanpa celah. Namun, Juve sebenarnya punya tim yang lebih komplet dan konsisten di Serie A.
Sayangnya, Juve terlambat menyadri bahwa melawan Milan di Eropa tidak lebih mudah dari Madrid. Bermain di Old Trafford, pertandingan berakhir dengan skor 0-0 selama 120 menit dan harus dilanjutkan ke babak adu penalti.
Tiga penendang Juve gagal, Milan hanya dua kali gagal. Pada akhirnya, Milan jadi juara dengan kemenangan penalti 3-2.
Sumber: Berbagai Sumber
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Battle of WAGs Liga Champions 2025/2026: Inter vs Arsenal
Bolatainment 20 Januari 2026, 15:07
-
Inter Milan Ingin Hapus Kutukan Laga Besar saat Hadapi Arsenal di Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 15:03
-
Christian Chivu Tegaskan Inter Milan Tahu Cara Hadapi Arsenal
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:49
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






