Hari Ini 9 Tahun Lalu: Lionel Messi Berpose dengan Trofi UCL Ketiga
Richard Andreas | 28 Mei 2020 22:15
Bola.net - 28 Mei 2011, hari ini tepat sembilan tahun lalu, Lionel Messi meraih trofi Liga Champions ketiganya, yang sekaligus merupakan trofi Liga Champions keempat untuk Barcelona. Pada malam itu, di Wembley, Manchester United bisa memahami betapa istimewanya Barcelona.
Duel final saat itu dianggap sebagai salah satu final terbaik karena mempertemukan dua tim terkuat pada masanya: Barcelona dan MU. Sudah seharusnya pertandingan berjalan menarik.
Final ini dianggap sebagai laga ulangan final 2099, kala itu Barcelona berhasil jadi juara dengan kemenangan 2-0. Tentu, MU memasuki pertandingan kali ini dengan misi balas dendam.
Sayangnya misi balas dendam itu tidak terwujud. Barcelona benar-benar dominan, terlalu kuat. Bahkan Sir Alex Ferguson menyebut Barca sebagai tim terkuat yang pernah dia hadapi.
Apa saja yang terjadi pada pertandingan itu? Selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Status
Ketika dunia sepak bola mengetahui partai final bakal mempertemukan Barcelona dan Real Madrid, mereka tahu bakal tersaji pertandingan spesial. Betapa tidak, Wembley memang selalu jadi saksi laga-laga spesial.
Terlebih, pertandingan ini dibakar media sebagai ajang balas dendam. MU dipermalukan Barca dua tahun sebelumnya, sekarang waktunya Setan Merah membalas.
MU memasuki Liga Champions musim 2010/11 itu dengan status runner-up Premier League (2009/10), tapi melangkah ke final sebagai juara musim itu. Jelas, kepercayaan diri skuad Sir Alex sedang tinggi.
Barca pun tidak jauh berbeda. Mereka masih sangat dominan sejak tahun 2009, raja La Liga dengan tiki-taka. Tentu, final 2011 diprediksi bakal sengit.
Rute ke final - Barcelona
Barcelona nyaris tidak terbendung, tidak ada haangan berarti. Mereka menjuarai Grup D dengan 14 poin dari 6 pertandingan, unggul jauh dari Copenhagen, Rubin Kazan, dan Pananthinaikos.
Kendati demikian, Barca menelan hasil mengejutkan pada duel leg pertama 16 besar Mereka takluk 1-2 dari Arsenal di Emirates Stadium, keraguan sempat mencuat, tapi akhirnya berhasil memetik kemenangan 3-1 di Camp Nou.
Lalu Barca tidak menghadapi rintangan berarti di perempat final, mereka menggilan Shakhtar Donetsk dengan agregat 6-1. Semifinal pun tiba dan Barca harus menghadapi laga sulit El Clasico.
Kendati demikian, Real Madrid ternyata tidak bisa berbuat banyak. Barca menang 2-0 di Santiago Bernabeu dan bermain imbang 1-1 di Camp Nou, partai final pun menunggu.
Rute ke final - Manchester United
Sama dengan Barcelona, MU juga tidak menghadapi halangan berarti di fase grup. Mereka memetik 14 poin dari 6 pertandingan, mengungguli Valencia, Rangers, dan Bursaspor.
Lawan MU di 16 besar juga tidak terlalu sulit, Marseille. Namun, mereka ditahan imbang 0-0 pada laga tandang, baru bisa lolos dengan kemenangan 2-1 di Old Trafford.
Tantangan MU tiba di perempat final, Chelsea menunggu. Pada saat itulah MU menyuguhkan kekuatan mereka dengan memetik kemenangan 1-0 di Stamford Bridge, lalu menghabisinya dengan kemenangan 2-1 di Old Trafford.
Berlanjut ke semifinal, MU hanya perlu menghadapi Schalke dan menang mudah dengan agregat 6-1. Partai final pun menunggu, Barcelona menunggu.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan yang diharapkan sengit ternyata tidak terjadi. Barcelona benar-benar dominan, MU hanya bisa memasang garis pertahanan berlapis serta berusaha memainkan bola-bola panjang.
Barca bermain nyaman di lini tengah, tapi MU mendapatkan ruang gerak di sisi sayap. Kemudian Barca berhasil unggul terlebih dahulu di menit ke-27, umpan presisi Xavi dituntaskan Pedro dengan baik.
MU membalas tak lama kemudian. Di menit ke-34, Wayne Rooney bermain satu-dua dengan Ryan Giggs lalu melepas tembakan melengkung dari tepi kotak penalti. Giggs tampak offside, tapi saat itu belum ada VAR.
Skor 1-1 menutup babak pertama, tapi tidak bertahan lama. Barca benar-benar dominan di babak kedua, Messi mencetak gol kedua Barca di menit ke-54 dengan tembakan jarak jauh.
Lalu Xavi mendapatkan peluang, Iniesta mendapatkan peluang, sampai akhirnya David Villa mencetak gol yang memupus harapan MU. Gol Villa terbilang indah, tembakan melengkung dari luar kotak penalti.
Skor 1-3 terlalu sulit bagi MU, mereka pun harus membiarkan Barca meraih trofi Liga Champions keempat mereka, sekaligus trofi ketiga bagi Messi pribadi.
Susunan Pemain
Barcelona (4-3-3): Valdes; Abidal, Pique, Mascherano, Alves; Busquets, Xavi, Iniesta; Pedro, Villa, Messi
Pelatih: Josep Guardiola
Man United (4-4-1-1): Van der Sar; Evra, Vidic, Ferdinand, Fabio; Ji-Sung Park, Giggs, Carrick, Valencia; Rooney; Hernandez
Pelatih: Sir Alex Ferguson
Statistik Barcelona - Man United
Gol: 3 - 1
Total shots: 19 - 4
On target: 12 - 1
Possession: 63% - 37%
Corner kicks: 6 - 0
Fouls: 5 -16
Offsides: 1 - 5
Sumber: Berbagai Sumber
Baca ini juga ya!
7 Kandidat Pengganti Jack Miller di Pramac, dari Iannone sampai Martin
Fiorentina vs Barcelona dan Gol Bicycle Kick Sensasional Mauro Bressan
Parade 5 Gol Lionel Messi dan Pembantaian di Camp Nou
Tapak Tilas Perjalanan Juventus Menjadi Juara Liga Champions 1996
Membedah Performa Mesut Ozil di Arsenal 2013-2020, Pemain Bergaji Rp5,5 Miliar per Pekan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Bhayangkara FC vs Isenmulang FC: The Guardians Menang 2-0
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:57
-
Skuad Italia Era Kedua Roberto Mancini: 9 Pemain Baru Masuk Daftar
Piala Eropa 19 September 2026, 19:30
-
Skuad Perdana Zinedine Zidane di Timnas Prancis: Ada 5 Wajah Baru
Piala Eropa 19 September 2026, 18:52
-
Prediksi Susunan Pemain Brighton vs Arsenal: Saka dan Odegaard Kembali Starter
Liga Inggris 19 September 2026, 16:00
-
Prediksi Fulham vs Man Utd 20 September 2026
Liga Inggris 19 September 2026, 11:17
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Roma vs Inter: Lautaro Martinez
Liga Italia 20 September 2026, 01:19
-
Hasil Roma vs Inter: Comeback Nerazzurri Paksa Giallorossi Berbagi Angka
Liga Italia 20 September 2026, 00:57
-
Baru Saja Debut, Kiper Juventus Kamil Grabara Malah Alami Cedera ACL
Liga Italia 20 September 2026, 00:26
-
Link Live Streaming Sevilla vs Barcelona 20 September 2026
Liga Spanyol 19 September 2026, 23:59
-
5 Pelajaran Arsenal 0-3 Brighton: Malam Buruk The Gunners di Amex Stadium
Liga Inggris 19 September 2026, 23:35
-
Rapor Pemain Arsenal saat Kalah dari Brighton: Bruno Guimaraes dan Odegaard Melempem
Liga Inggris 19 September 2026, 23:21
-
Man of the Match Brighton vs Arsenal: Pascal Gross
Liga Italia 19 September 2026, 23:14
-
Hasil Brighton vs Arsenal: The Gunners Kalah Telak 0-3
Liga Inggris 19 September 2026, 22:55
-
Mourinho Tak Khawatir Barcelona, Real Madrid Disebut Tak Bisa Dibandingkan
Liga Spanyol 19 September 2026, 22:00
-
Tottenham Akhirnya Cetak Gol, tetapi Kalah dari Aston Villa
Liga Inggris 19 September 2026, 21:25
-
Link Live Streaming Roma vs Inter 19 September 2026
Liga Italia 19 September 2026, 21:00
-
Hasil Bhayangkara FC vs Isenmulang FC: The Guardians Menang 2-0
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:57
-
Hasil BRI Super League: Java United Tersungkur, Persija Lanjutkan Start Sempurna
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:55
-
Skuad Italia Era Kedua Roberto Mancini: 9 Pemain Baru Masuk Daftar
Piala Eropa 19 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Brighton vs Arsenal 19 September 2026
Liga Inggris 19 September 2026, 19:26
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
