Inter Milan Kalah di Menit-Menit Akhir: Rasanya Menyakitkan!
Richard Andreas | 27 November 2025 09:11
Bola.net - Inter Milan harus menelan pil pahit setelah kalah 2-1 dari Atletico Madrid lewat gol di menit akhir laga. Kekalahan ini datang pada periode sulit setelah sebelumnya mereka juga terpeleset di Serie A.
Pertandingan berjalan ketat, dengan kedua tim saling bertukar tekanan sejak awal. Inter sempat bangkit setelah tertinggal, namun gagal menjaga konsentrasi pada momen krusial.
Kebobolan yang terjadi pada menit ke-93 itu menambah daftar hasil negatif tim dalam laga-laga besar musim ini. Situasi ini pun menjadi sorotan bagi staf pelatih.
Inter Kehilangan Poin di Menit Akhir

Inter datang ke Madrid dengan ambisi mempertahankan catatan sempurna di Liga Champions. Namun, mereka justru kembali dihantui hasil buruk pada laga besar.
Gol awal Julian Alvarez tetap disahkan meski terdapat dugaan handball Alex Baena dalam prosesnya. Inter kemudian membalas melalui Piotr Zielinski untuk menjaga peluang.
“ ini menyakitkan untuk semua orang, karena banyak penyesalan,” ujar Chivu. “Kami datang dengan motivasi besar untuk melakukan jauh lebih banyak.”
Chivu Soroti Reaksi Tim dan Detik Kritis
Chivu menilai timnya menunjukkan respons positif setelah tertinggal. Inter sempat tampil berani dan menjaga intensitas permainan untuk menekan Atletico.
“Kami memulai dengan cukup baik, lalu kebobolan,” kata Chivu. “Kami menunjukkan kekuatan dan keberanian untuk bereaksi, menunjukkan kualitas dan intensitas.”
Namun, Atletico terus menekan hingga memaksa Inter mundur lebih dalam. Pada menit ke-93, Jose Maria Gimenez menuntaskan sepak pojok dengan sundulan keras yang menjadi penentu hasil.
“Kami punya pemain terbaik di kotak penalti untuk duel udara, tapi tetap kebobolan,” ujar Chivu.
Inter Diminta Lebih Klinis dan Cerdas
Chivu menyebut Inter kembali gagal memaksimalkan sejumlah peluang dalam pertandingan besar. Ia menilai masalah utama ada pada detail kecil yang menjadi pembeda di level tertinggi.
“Tim ini harus tahu bagaimana bereaksi, sadar bahwa mereka kuat,” ujar Chivu. “Harus lebih konkret, lebih klinis, tidak terlalu fokus pada permainan yang indah.”
Ia mengungkapkan bahwa tim sudah bersiap menghadapi pressing tinggi Atletico. Meski begitu, kesalahan tetap terjadi pada fase krusial yang menghasilkan gol pembuka lawan.
“Kami sudah mengatakan tidak akan menempel terlalu ketat agar tidak mudah diputar-balik, tapi itulah yang terjadi pada gol pertama,” katanya.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Dibantai PSV, Pemain Baru Liverpool Ini Habis Dirujak Legenda Klub
Daftar Top Skor Liga Champions dan Top Assist UCL: Kylian Mbappe Menggila, Cetak 4 Gol dan Pecahkan Rekor Langka
Rapor Pemain Real Madrid vs Olympiakos: Mbappe Empat Gol, Los Blancos Lolos dari Kekacauan
Rekap Hasil Liga Champions Tadi Malam: Real Madrid, Arsenal, & PSG Kompak Menang, Liverpool Malah Dibantai PSV
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mentalitas Dinasti PSG dan Target Hat-trick Juara Liga Champions
Liga Champions 31 Mei 2026, 17:54
-
Ini Alasan Ousmane Dembele Ambil Penalti dengan Kaki Kanan
Liga Champions 31 Mei 2026, 17:47
-
Penegasan Status PSG Sebagai Kekuatan Utama Sepak Bola Eropa
Liga Champions 31 Mei 2026, 17:29
-
PSG Samai Rekor Gol Barcelona di Liga Champions
Liga Champions 31 Mei 2026, 17:22
LATEST UPDATE
-
Liverpool Resmi Lepas Ibrahima Konate Secara Gratis
Liga Inggris 1 Juni 2026, 00:45
-
Catat Jadwal Pertandingan ASEAN U19 Boys Championship 2026 di Vidio
Tim Nasional 31 Mei 2026, 23:23
-
Jangan Lewatkan ASEAN U19 Boys Championship Hanya di Vidio
Tim Nasional 31 Mei 2026, 22:10
-
Juventus Siapkan Pengganti Vlahovic, Target Utamanya Kolo Muani
Liga Italia 31 Mei 2026, 22:01
-
Klasemen Pembalap WorldSBK 2026
Otomotif 31 Mei 2026, 21:35
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04












