Inter Milan Kesulitan Main di Lapangan Rumput Sintetis, tapi Bukan Jadi Alasan Kalah di Kandang Bodo/Glimt
Ari Prayoga | 19 Februari 2026 09:36
Bola.net - Langkah Inter Milan di Liga Champions tersendat usai takluk 1-3 dari Bodo/Glimt pada leg pertama playoff fase gugur, Kamis (19/2/2026). Bermain dalam suhu dingin Norwegia dan di atas lapangan sintetis, Nerazzurri dipaksa menyerah setelah tuan rumah mencetak dua gol cepat di babak kedua.
Sejak awal, laga berlangsung dengan tempo tinggi. Bodo/Glimt tampil agresif dan memanfaatkan karakter lapangan artifisial yang sudah akrab bagi mereka. Inter sempat memberi perlawanan, namun intensitas dan kecepatan serangan balik wakil Norwegia menjadi pembeda.
Setelah babak pertama berjalan relatif seimbang, petaka bagi Inter datang tak lama selepas jeda. Dalam rentang waktu singkat, Bodo/Glimt mencetak dua gol yang mengubah jalannya pertandingan. Skema transisi cepat dan eksploitasi ruang di sisi pertahanan Inter membuat lini belakang tim tamu kewalahan.
Keunggulan 3-1 memberi keuntungan signifikan bagi Bodo/Glimt jelang leg kedua. Inter kini membawa defisit dua gol yang harus dibalik saat gantian menjadi tuan rumah.
Chivu: Lapangan Bukan Alasan

Pelatih Inter, Cristian Chivu, tak menampik faktor lapangan sintetis menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia menegaskan hal tersebut bukan pembenaran atas kekalahan timnya.
“Kami sudah berusaha, meski kondisi lapangan berbeda. Tapi itu bukan alasan,” ujar Chivu kepada awak media. Ia juga menilai anak asuhnya tidak layak disalahkan sepenuhnya.
Menurutnya, Bodo/Glimt memang lebih terbiasa bermain di permukaan tersebut. “Mereka lebih beradaptasi dengan lapangan ini, tapi sekali lagi itu bukan alasan. Duel masih terbuka, masih ada leg kedua,” tambahnya.
Masalah di Transisi, Bukan Mentalitas

Saat ditanya apakah Inter kurang determinasi, Chivu membantah anggapan tersebut. Ia menyebut masalah utama bukan pada tekanan terhadap lawan atau semangat juang pemain.
“Kami meminta pressing kepada penjaga lawan, dan itu bukan masalahnya,” jelasnya. “Masalahnya ada pada beberapa momen transisi. Kami terkejut dengan kecepatan mereka saat melakukan serangan balik.”
Analisis tersebut menegaskan bahwa persoalan utama Inter terletak pada organisasi bertahan ketika kehilangan bola. Kecepatan Bodo/Glimt dalam memanfaatkan ruang menjadi senjata yang sulit diantisipasi.
Penentuan di San Siro

Kini fokus Inter tertuju pada leg kedua yang akan digelar di San Siro pekan depan. Bermain di hadapan publik sendiri, Nerazzurri wajib menang dengan selisih minimal dua gol untuk menjaga asa lolos.
Tak ada lagi alasan soal lapangan atau cuaca. Jika gagal membalikkan keadaan di San Siro, Inter harus mengakui keunggulan Bodo/Glimt secara keseluruhan.
Bagan Fase Gugur Liga Champions 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 15:18
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
-
Gavi Tulis Pesan Emosional usai Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:48
-
Marcus Rashford dan MU, Cinta Lama yang Bersemi Kembali!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 14:40
-
Chelsea Tikung Rogers, Arsenal Kejar Pemain Timnas Spanyol Ini Lagi
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:21
LATEST UPDATE
-
Baru Punya Satu Bek Kiri, Persib Bakal Mafaatkan Fleksibelitas Pemain
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 19:26
-
Singapura Umumkan Skuad Resmi, Siap Tebar Ancaman di Piala AFF 2026
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 19:02
-
Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
Liga Inggris 21 Juli 2026, 19:00
-
3 Cara Xabi Alonso Memaksimalkan Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 21 Juli 2026, 18:18
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
-
Zinedine Zidane Sudah Teken Kontrak sebagai Pelatih Timnas Prancis
Piala Dunia 21 Juli 2026, 17:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









