Inter Milan Kesulitan Main di Lapangan Rumput Sintetis, tapi Bukan Jadi Alasan Kalah di Kandang Bodo/Glimt

Ari Prayoga | 19 Februari 2026 09:36
Inter Milan Kesulitan Main di Lapangan Rumput Sintetis, tapi Bukan Jadi Alasan Kalah di Kandang Bodo/Glimt
Fredrik Sjovold dan Lautaro Martinez berebut bola dalam laga Liga Champions antara Bodo Glimt vs Inter Milan di Aspmyra Stadion, 19 Februari 2026 (c) Thomas Andersen/NTB Scanpix via AP

Bola.net - Langkah Inter Milan di Liga Champions tersendat usai takluk 1-3 dari Bodo/Glimt pada leg pertama playoff fase gugur, Kamis (19/2/2026). Bermain dalam suhu dingin Norwegia dan di atas lapangan sintetis, Nerazzurri dipaksa menyerah setelah tuan rumah mencetak dua gol cepat di babak kedua.

Sejak awal, laga berlangsung dengan tempo tinggi. Bodo/Glimt tampil agresif dan memanfaatkan karakter lapangan artifisial yang sudah akrab bagi mereka. Inter sempat memberi perlawanan, namun intensitas dan kecepatan serangan balik wakil Norwegia menjadi pembeda.

Advertisement

Setelah babak pertama berjalan relatif seimbang, petaka bagi Inter datang tak lama selepas jeda. Dalam rentang waktu singkat, Bodo/Glimt mencetak dua gol yang mengubah jalannya pertandingan. Skema transisi cepat dan eksploitasi ruang di sisi pertahanan Inter membuat lini belakang tim tamu kewalahan.

Keunggulan 3-1 memberi keuntungan signifikan bagi Bodo/Glimt jelang leg kedua. Inter kini membawa defisit dua gol yang harus dibalik saat gantian menjadi tuan rumah.

1 dari 4 halaman

Chivu: Lapangan Bukan Alasan

Chivu: Lapangan Bukan Alasan

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu. (c) AP Photo/Luca Bruno

Pelatih Inter, Cristian Chivu, tak menampik faktor lapangan sintetis menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia menegaskan hal tersebut bukan pembenaran atas kekalahan timnya.

“Kami sudah berusaha, meski kondisi lapangan berbeda. Tapi itu bukan alasan,” ujar Chivu kepada awak media. Ia juga menilai anak asuhnya tidak layak disalahkan sepenuhnya.

Menurutnya, Bodo/Glimt memang lebih terbiasa bermain di permukaan tersebut. “Mereka lebih beradaptasi dengan lapangan ini, tapi sekali lagi itu bukan alasan. Duel masih terbuka, masih ada leg kedua,” tambahnya.

2 dari 4 halaman

Masalah di Transisi, Bukan Mentalitas

Masalah di Transisi, Bukan Mentalitas

Pemain Bodo/Glimt Sondre Brunstad Fet mencetak gol ke gawang Inter Milan pada laga Liga Champions Bodo/Glimt vs Inter di Bodo, Norwegia, Rabu, 18 Februari 2026 (c) Thomas Andersen/NTB Scanpix via AP

Saat ditanya apakah Inter kurang determinasi, Chivu membantah anggapan tersebut. Ia menyebut masalah utama bukan pada tekanan terhadap lawan atau semangat juang pemain.

“Kami meminta pressing kepada penjaga lawan, dan itu bukan masalahnya,” jelasnya. “Masalahnya ada pada beberapa momen transisi. Kami terkejut dengan kecepatan mereka saat melakukan serangan balik.”

Analisis tersebut menegaskan bahwa persoalan utama Inter terletak pada organisasi bertahan ketika kehilangan bola. Kecepatan Bodo/Glimt dalam memanfaatkan ruang menjadi senjata yang sulit diantisipasi.

3 dari 4 halaman

Penentuan di San Siro

Penentuan di San Siro

Duel udara Carlos Augusto dengan Kasper Hogh dan Ole Didrik Blomberg dalam laga Liga Champions antara Bodo Glimt vs Inter Milan di Aspmyra Stadion, 19 Februari 2026 (c) Thomas Andersen/NTB Scanpix via AP

Kini fokus Inter tertuju pada leg kedua yang akan digelar di San Siro pekan depan. Bermain di hadapan publik sendiri, Nerazzurri wajib menang dengan selisih minimal dua gol untuk menjaga asa lolos.

Tak ada lagi alasan soal lapangan atau cuaca. Jika gagal membalikkan keadaan di San Siro, Inter harus mengakui keunggulan Bodo/Glimt secara keseluruhan.

LATEST UPDATE