Ironi Perjalanan Inter di Liga Champions Musim Ini: Sapu Bersih 4 Laga Awal, Lalu Runtuh di Akhir

Aga Deta | 25 Februari 2026 09:34
Ironi Perjalanan Inter di Liga Champions Musim Ini: Sapu Bersih 4 Laga Awal, Lalu Runtuh di Akhir
Pemain Inter Milan, Marcus Thuram, bereaksi dalam pertandingan Liga Champions melawan Bodo/Glimt, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. (c) Spada/LaPresse via AP

Bola.net - Perjalanan Inter Milan di Liga Champions musim ini menyajikan kontras yang tajam antara awal yang menjanjikan dan akhir yang mengecewakan. Tim asal Italia itu sempat terlihat sebagai kandidat kuat setelah meraih kemenangan beruntun di fase awal.

Namun momentum tersebut perlahan memudar ketika hasil negatif mulai berdatangan. Serangkaian kekalahan membuat Inter kehilangan stabilitas yang sebelumnya menjadi kekuatan utama mereka.

Advertisement

Inter sebelumnya dikenal sebagai wakil Italia yang konsisten di kompetisi Eropa dalam beberapa musim terakhir. Mereka bahkan sempat mencapai final Liga Champions dua kali pada era pelatih sebelumnya.

Musim ini justru menjadi cerita berbeda karena perjalanan mereka berakhir lebih cepat dari biasanya. Kekalahan dari Bodo/Glimt memastikan langkah mereka terhenti.

Kini Inter harus mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Mereka masih bersaing di Serie A dan Coppa Italia setelah tersingkir dari Eropa.

1 dari 5 halaman

Empat Kemenangan Awal yang Meyakinkan

Empat Kemenangan Awal yang Meyakinkan

Pemain Inter Milan Marcus Thuram (kiri) dan Alessandro Bastoni bereaksi saat laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Inter membuka fase grup dengan kemenangan tandang atas Ajax Amsterdam. Mereka menang 2-0 dan langsung menunjukkan kualitasnya.

Kemenangan kedua diraih saat menghadapi Slavia Praha di kandang. Inter menang 3-0 dalam laga yang berjalan dominan.

Performa Inter semakin mengesankan ketika mengalahkan Union Saint-Gilloise. Mereka menang telak 4-0 di pertandingan tandang.

Kemenangan keempat diraih saat menghadapi Kairat Almaty. Inter menang 2-1 dan menjaga rekor sempurna.

2 dari 5 halaman

Momentum Mulai Hilang

Momentum Mulai Hilang

Pemain Inter Milan Nicolo Barella (kiri) berebut bola pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Performa Inter mulai menurun ketika menghadapi Atletico Madrid. Mereka kalah 1-2 dalam laga tandang yang berlangsung ketat.

Kekalahan tersebut menjadi titik balik perjalanan Inter. Kepercayaan diri yang sebelumnya tinggi mulai berkurang.

Masalah berlanjut ketika Inter kalah 0-1 dari Liverpool di kandang. Mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya sepanjang pertandingan.

Kekalahan tandang dari Arsenal dengan skor 1-3 memperumit situasi. Inter kehilangan konsistensi yang sebelumnya menjadi kekuatan utama.

3 dari 5 halaman

Lolos ke Playoff dengan Susah Payah

Lolos ke Playoff dengan Susah Payah

Pemain Inter Milan Marcus Thuram (kanan) berebut bola dengan pemain Bodo/Glimt Hakon Evjen pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Inter masih memiliki peluang lolos setelah pertandingan terakhir fase liga. Mereka menghadapi Borussia Dortmund dalam laga penentuan.

Inter berhasil meraih kemenangan penting 2-0 di kandang Dortmund. Hasil tersebut memastikan mereka melaju ke babak playoff.

Kemenangan itu sempat memberikan harapan baru bagi Inter. Mereka kembali menunjukkan kualitas setelah melewati periode sulit.

Namun momentum tersebut tidak bertahan lama. Inter gagal mempertahankan performa ketika memasuki fase playoff gugur.

4 dari 5 halaman

Akhir Perjalanan di Playoff

Akhir Perjalanan di Playoff

Pemain Inter Milan Manuel Akanji (kanan) berebut bola dengan pemain Bodo/Glimt Kasper Hogh pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Inter menghadapi Bodo/Glimt dalam duel dua leg di babak playoff. Pertandingan ini menjadi penentu nasib mereka di kompetisi Eropa.

Pada leg pertama di Norwegia, Inter kalah 1-3 dan menghadapi situasi sulit. Hasil tersebut membuat peluang lolos menjadi berat.

Inter berusaha bangkit pada leg kedua di kandang. Namun kekalahan 1-2 memastikan mereka tersingkir dari kompetisi.

Kegagalan tersebut mengakhiri perjalanan Inter di Eropa musim ini. Awal yang kuat tidak cukup untuk membawa mereka melangkah jauh.

5 dari 5 halaman

Klasemen Liga Champions 2025/2026

LATEST UPDATE