Piala Dunia 2026: Wonderkid Barcelona Ini Disiapkan Jadi Penerus Takhta Mohamed Salah di Timnas Mesir

Piala Dunia 2026: Wonderkid Barcelona Ini Disiapkan Jadi Penerus Takhta Mohamed Salah di Timnas Mesir
Bintang Mesir, Mohamed Salah dalam sesi latihan tim jelang Piala Dunia 2026 melawan Belgia, 14 Juni 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan, mulai memberi sorotan besar pada Hamza Abdelkarim, wonderkid Barcelona yang digadang-gadang jadi wajah baru The Pharaohs di masa depan. Pemain berusia 18 tahun itu masuk radar utama jelang Piala Dunia 2026, bahkan disebut sebagai calon penerus Mohamed Salah di level internasional.

Keputusan itu tidak datang tiba-tiba. Abdelkarim baru saja dipermanenkan Barcelona dengan nilai transfer sekitar 1,5 juta euro pada 10 Juni, setelah sebelumnya berstatus pinjaman dari Al Ahly. Perkembangannya di level usia muda dianggap cukup matang untuk langsung dibawa ke turnamen sebesar ini.

Menariknya, ia belum punya jam terbang di level senior sebelum masuk skuad utama Mesir. Debut internasionalnya bahkan baru terjadi pada 28 Mei, hanya beberapa pekan sebelum keberangkatan tim ke turnamen. Situasi ini menegaskan betapa agresifnya langkah regenerasi yang sedang dijalankan staf pelatih.

Di balik keputusan itu, ada arah yang cukup jelas: Mesir ingin keluar dari ketergantungan pada satu nama besar. Proyek peremajaan skuad mulai digerakkan serius, dengan Abdelkarim menjadi salah satu simbol perubahan tersebut.

Mesir Bukan Hanya Mo Salah

Mesir Bukan Hanya Mo Salah

Pelatih Mesir, Hossam Hassan dalam sesi latihan tim jelang Piala Dunia 2026 melawan Belgia, 14 Juni 2026 di Seattle. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Mesir sudah cukup lama kesulitan mengulang kejayaan di level kontinental. Mereka belum lagi menjuarai Piala Afrika dalam 16 tahun terakhir, dan kondisi itu ikut memengaruhi arah pembenahan tim nasional.

Hossam Hassan juga sadar bahwa era Mohamed Salah perlahan mendekati fase akhirnya di level internasional. Sang kapten bahkan akan berulang tahun ke-34 saat laga penting melawan Belgia berlangsung, sebuah detail yang ikut menambah urgensi regenerasi di dalam skuad.

“Mesir bukan hanya tentang Mohamed Salah, ini tentang semua pemain dan performa kolektif mereka,” ujar Hossam Hassan.

“Kami tidak ingin bergantung pada satu pemain saja, tapi pada tim dan kerja kolektif dalam sebuah proyek,” tambahnya.

Visi Besar Menuju Era Baru Sepak Bola Mesir

Memasukkan pemain debutan ke panggung sebesar Piala Dunia bukan tanpa risiko, tapi di mata staf pelatih, ini bagian dari investasi jangka panjang. Abdelkarim dan sejumlah pemain muda lain diproyeksikan menjadi fondasi baru untuk beberapa tahun ke depan.

Regenerasi ini juga terasa mendesak. Dari 23 pemain yang dibawa, 12 di antaranya sudah berusia di atas 30 tahun. Kombinasi senior dan pemain muda pun disiapkan agar transisi tidak terlalu ekstrem.

“Para pemain baru adalah masa depan tim ini, negara ini, dan sepak bola Mesir,” kata Hossam Hassan.

“Pada 2027 nanti, kalian akan melihat tim baru yang penuh bintang,” lanjutnya dengan nada optimistis.

Tempaan Kualitas Mental di Akademi Eropa

Kepindahan permanen Abdelkarim ke Barcelona dianggap sebagai validasi atas potensinya. Ia sempat mencuri perhatian setelah mencetak gol pada debut bersama tim muda Juvenil saat menghadapi SD Huesca.

Pengalaman di akademi elite Eropa itu juga dinilai membentuk mental dan disiplin bermainnya. Pelatih tim nasional Mesir bahkan sudah memantau perkembangannya sejak tampil di Piala Dunia U-17 2025.

“Kami melihat banyak hal yang kami sukai dari Hamza: kepribadiannya, kemampuan teknisnya, ambisinya, dan keinginannya untuk berkembang,” ujar sang pelatih.

“Dia sudah membuktikan diri di Barcelona. Bermain untuk salah satu klub terbesar di dunia tentu memberi dampak positif bagi sepak bola Mesir,” tambahnya.

Setelah laga pembuka Grup G melawan Belgia di Seattle, Mesir akan melanjutkan perjalanan ke Vancouver untuk menghadapi Selandia Baru. Fase grup kemudian ditutup dengan duel melawan Iran yang kembali digelar di Seattle pada 26 Juni, rangkaian yang akan menguji sejauh mana proyek regenerasi ini benar-benar siap di panggung besar.