Kegagalan MU Bukan Hanya Salah Paul Pogba Seorang
Asad Arifin | 17 April 2019 10:04
Bola.net - - Berbagai respon muncul pasca kegagalan Manchester United di perempat final Liga Champions. Respon yang paling banyak tentu saja menyalahkan Paul Pogba yang dinilai tidak tampil maksimal dalam dua leg pertandingan.
Manchester United tersingkir dari babak perempat final usai kalah dengan skor agregat 4-0 atas Barcelona. Pada laga leg pertama, Setan Merah kalah 1-0 di Old Trafford. Pada leg kedua di Camp Nou, mereka kalah 3-0.
Paul Pogba memang gagal memberikan kontribusi maksimal pada laga di Old Trafford dan Camp Nou. Namun, menurut Ruud Gullit, kegagalan anak asuhan Ole Gunnar Solksjaer bukan hanya karena Paul Pogba bermain buruk.
Lantas kenapa? Simak jawaban lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Bukan Hanya Pogba
Ruud Gullit mengatakan bahwa percuma saja Paul Pogba bermain bagus pada dua leg tersebut, jika pemain Manchester United lainnya tidak mampu mengimbangi permainan Pogba. Bintang 26 tahun tidak bisa bekerja sendirian, dia butuh sokongan pemain lain.
"Pogba masih pemain yang bagus. Tetapi Anda juga membutuhkan pemain lain di sekitar Anda," ucap eks bintang timnas Belanda, Ruud Gullit kepada beIN Sports.
"Itu bukan selalu tentang Pogba, tidak seperti itu. Anda memberikan bola pada Pogba dan dia akan melakukan hal yang luar biasa. Dia akan bersinar dalam lingkungan yang baik. Itu yang mereka butuhkan," ulasnya.
Dari sisi teknis, Ruud Gullit menilai tidak ada yang salah dengan Pogba. "Dia pemain hebat, saya sudah melihatnya. Apa yang tidak dia miliki adalah dukungan pemain lain di lini tengah," tandas eks pemain Chelsea.
Berkaca Pada Sergio Busquets
Menurut Ruud Gullit, Manchester United harusnya berkaca pada lini tengah yang dimiliki Barcelona. Sergio Busquest mampu menjadi pemain kunci di sana, tapi dia tidak bekerja sendiri melainkan dapat dukungan dari pemain lain.
"Jika Pogba bisa bermain seperti [Sergio] Busquets itu akan fantastis, tapi Busquets bisa bermain seperti itu karena para pemain di sekitarnya. Kirim saja dia ke Swansea dan dia tidak akan dapat bola."
"Jadi, itu sangat tergantung pada di mana Anda bermain dan dengan pemain seperti apa Anda bermain," tutup Ruud Gullit.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
-
Toni Kroos dan Dani Carvajal soal Strategi Berani Jose Mourinho di El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:37
LATEST UPDATE
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

