Kenapa Ada Water Break di Final Liga Champions PSG vs Arsenal?
Richard Andreas | 31 Mei 2026 00:02
Bola.net - Laga final Liga Champions 2025/2026 antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal sempat dihentikan sejenak pada menit ke-23 di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
Keputusan tersebut membuat banyak penonton bertanya-tanya karena pertandingan belum memasuki menit ke-30, yang biasanya menjadi momen water break dalam laga sepak bola.
Saat pertandingan dihentikan sementara, Arsenal sedang unggul 1-0 atas PSG pada babak pertama. Para pemain dari kedua tim memanfaatkan kesempatan itu untuk minum dan menerima instruksi singkat dari staf pelatih di pinggir lapangan.
Water break tersebut ternyata dilakukan sebagai bagian dari protokol perlindungan pemain yang diterapkan UEFA ketika kondisi cuaca dianggap berpotensi memengaruhi performa dan kesehatan pemain.
Bukan Hal Baru di Kompetisi UEFA

UEFA memang memiliki aturan khusus terkait cooling break atau water break dalam pertandingan yang dimainkan pada suhu tinggi.
Dalam regulasi medis UEFA, wasit diberi kewenangan untuk menghentikan pertandingan sementara guna memberikan kesempatan pemain melakukan rehidrasi dan menurunkan suhu tubuh.
Secara umum, jeda pendinginan biasanya dilakukan satu kali di setiap babak ketika kondisi cuaca ekstrem terjadi. Waktu pelaksanaannya tidak selalu sama karena keputusan akhir berada di tangan wasit berdasarkan situasi di lapangan dan rekomendasi medis.
Pada final di Budapest kali ini, suhu di sekitar stadion dilaporkan mencapai sekitar 24 derajat Celsius saat pertandingan berlangsung.
Meski angka tersebut tidak tergolong ekstrem dibanding standar resmi UEFA untuk cooling break, faktor lain seperti kelembapan, intensitas aktivitas pemain, serta kondisi cuaca sepanjang hari dapat menjadi pertimbangan petugas pertandingan.
Apa Tujuan Water Break?

Tujuan utama water break adalah menjaga kondisi fisik pemain selama pertandingan berlangsung.
Dalam sepak bola modern yang menuntut intensitas tinggi, kehilangan cairan tubuh dapat berdampak langsung pada performa, konsentrasi, hingga risiko cedera.
Selain untuk mencegah dehidrasi, jeda singkat tersebut juga membantu menurunkan suhu inti tubuh pemain sehingga risiko kram maupun kelelahan dapat ditekan.
Berbagai panduan medis sepak bola internasional juga menekankan pentingnya cooling break ketika kondisi panas mulai memengaruhi pemain.
Di sisi lain, momen itu sering dimanfaatkan pelatih untuk memberikan instruksi taktik tambahan. Dalam pertandingan sebesar final Liga Champions, jeda dua hingga tiga menit bisa menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki organisasi permainan atau merespons situasi yang berkembang di lapangan.
Waktu Tambahan Tetap Diberikan
Penghentian pertandingan untuk water break tidak mengurangi durasi normal pertandingan. Waktu yang terpakai selama jeda akan dimasukkan ke injury time pada akhir babak.
Karena itu, meski laga PSG vs Arsenal sempat dihentikan pada menit ke-23, durasi pertandingan tetap akan berjalan sesuai regulasi. Wasit nantinya akan menambahkan waktu yang hilang ke masa tambahan waktu di penghujung babak pertama maupun babak kedua.
Arsenal untuk sementara unggul 1-0 atas PSG di babak pertama final Liga Champions kali ini. Gol Kai Havertz di menit ke-6 jadi satu-satunya pembeda antara kedua tim.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Daftar Lengkap Transfer Premier League Musim Panas 2026/2027
Liga Inggris 2 September 2026, 05:35
-
Resmi! Barcelona Tuntaskan Transfer Gabriel Jesus dari Arsenal
Liga Spanyol 1 September 2026, 20:11
-
No Arsenal, No Barcelona! Julian Alvarez Terima Nasib Bertahan di Atletico!
Liga Spanyol 1 September 2026, 19:52
LATEST UPDATE
-
Peluang Debut Emil Audero di Rayo Vallecano: 2 Sesi Latihan Jadi Penentu
Tim Nasional 4 September 2026, 15:46
-
Prediksi Susunan Pemain Ipswich vs Liverpool: Barcola Berpeluang Debut
Liga Inggris 4 September 2026, 15:35
-
Marc Klok dan Laga Emosional Persib vs PSM Makassar
Bola Indonesia 4 September 2026, 15:14
-
Gabung Al-Hilal, Gabriel Martinelli Jadi Penjualan Termahal Arsenal
Liga Inggris 4 September 2026, 15:00
-
Target Persib di ACL Two 2026/2027, Umuh Muchtar: Mudah-mudahan Juara
Bola Indonesia 4 September 2026, 14:44
-
Link Nonton Siaran Langsung Bali United vs PSS Sleman FC di Indosiar dan Vidio
Bola Indonesia 4 September 2026, 13:42
-
Prediksi Arsenal vs Chelsea Versi Gary Neville: The Gunners Menang 2-0
Liga Inggris 4 September 2026, 13:36
-
Xabi Alonso Siapkan Perubahan pada 2 Sektor Chelsea untuk Hadapi Arsenal
Liga Inggris 4 September 2026, 13:29
-
Dusan Vlahovic Akhirnya Ungkap Alasan di Balik Kepergiannya dari Juventus
Liga Italia 4 September 2026, 13:20
-
Ruben Amorim Berpeluang Cetak Sejarah di Laga Juventus vs Milan
Liga Italia 4 September 2026, 13:12
-
Link Nonton Siaran Langsung Arema FC vs Insenmulang FC di Indosiar dan Vidio
Bola Indonesia 4 September 2026, 13:10
-
KapanLagi Book Club Gelar Silent Reading di Tengah Karya Seni Museum MACAN
Lain Lain 4 September 2026, 12:38
-
Julian Alvarez Hadapi Kenyataan Pahit Usai Gagal Tinggalkan Atletico
Liga Spanyol 4 September 2026, 11:05
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



