Keok Lagi di Liga Champions, Kutukan Dukun Afrika untuk Guardiola Terus Berlanjut?
Dimas Ardi Prasetya | 5 Mei 2022 08:51
Bola.net - Josep Guardiola kembali gagal membawa tim asuhannya meraih gelar juara di pentas Liga Champions.
Guardiola musim ini berhasil membawa Manchester City melaju ke semifinal Liga Champions 2021-22. Untuk melaju ke final mereka harus megalahkan Real Madrid.
Kans City masuk ke final sepertinya cukup besar. Sebab di leg pertama mereka menang dengan skor 4-3.
Di laga leg kedua di Santiago Bernabeu, Kamis (05/05/2022) dini hari WIB, kans City melaju ke final sepertinya makin besar. Sebab Riyah Mahrez membuat timnya unggul lebih dahulu dengan tendangan kaki kirinya pada menit ke-73.
Comeback Real madrid
Akan tetapi Real Madrid tak menyerah. Mereka bisa mencetak dua gol sekaligus pada menit 90 dan 90+1.
Kedua gol tersebut dicetak oleh Rodrygo. Laga kemudian dilanjutkan ke babak extra time.
Di babak ini Real Madrid bisa mencetak satu gol via penalti Karim Benzema. Mereka akhirnya bisa lolos ke final setelah unggul agregat 6-5 atas Manchester City.
Guardiola Puasa Gelar di Liga Champions
Kegagalan ini menambah panjang rekor kegagalan Josep Guardiola di pentas Liga Champions. Ia memang sudah pernah menjadi juara di kompetisi tersebut sebanyak dua kali.
Dua-duanya ia raih saat bersama Barcelona. Yang pertama pada musim 2008-09 dan kemudian pada musim 2010-11.
Akan tetapi setelah itu ia gagal meraih gelar juara lagi di pentas UCL. Baik itu bersama Bayern Munchen dan bersama Manchester City.
Prestasi terbaik Guardiola sampai saat ini cuma menjadi runner-up. Tepatnya pada musim 2020-21 lalu.
Saat itu di final Manchester City berduel lawan Chelsea. Hasilnya, pasukan Guardiola keok 1-0 berkat gol Kai Havertz.
Kutukan Afrika untuk Guardiola

Ada kemungkinan Josep Guardiola gagal meraih gelar di Liga Champions karena ia over thinking saat memikirkan taktiknya. Namun mungkin ada juga faktor lain.
Faktor tersebut adalah kutukan dari para dukun Afrika, seperti yang diungkapkan agen Yaya Toure, Dimitriy Seluk. Hal ini bermula dari komentar Seluk pada tahun 2018 silam.
Saat itu ia mengklaim Guardiola membuat marah semua warga Afrika. Pasalnya ia kerap mencadangkan Yaya Toure di tahun terakhirnya di Manchester City.
"Ia [Guardiola] membuat seluruh Afrika melawan dirinya sendiri, banyak penggemar Afrika berpaling dari Manchester City. Dan saya yakin banyak dukun Afrika di masa depan tidak akan membiarkan Guardiola memenangkan Liga Champions," kata Seluk seperti dilansir Sportbible.
"Ini akan menjadi kutukan bagi Guardiola dari Afrika. Hidup akan menunjukkan apakah saya benar atau tidak," klaimnya.
“Fakta bahwa Guardiola mengakhiri karier Yaya di Manchester City bukanlah sebuah kesalahan, tapi sebuah kejahatan. Tapi bumerang akan kembali, Pep. Anda masih akan melihat apa itu dukun Afrika. Ingat ini selalu," tegas Seluk.
Hubungan Guardiola dan Yaya Toure
Yaya Toure dan Josep Guardiola sepertinya memang memiliki hubungan yang kurang harmonis. Keduanya sempat bekerja sama di Barcelona.
Mereka juga sama-sama membantu Barca meraih gelar juara Liga Champions pada tahun 2009. Saat itu Blaugrana mengalahkan Manchester United.
Pada tahun 2010, Yaya Toure cabut dari Barca dan gabung Manchester City dan ada kabar keduanya punya hubungan yang tak harmonis. Enam tahun kemudian, ia kembali bersua Guardiola yang ditunjuk sebagai pelatih baru di Etihad Stadium.
Toure masih sering dipercaya bermain di skuat utama Man City di musim pertama Guardiola di Etihad Stadium. Akan tetapi pada musim berikutnya ia sering dicadangkan.
Pada akhirnya, Yaya Toure diizinkan meninggalkan Manchester City pada akhir musim. Hal ini yang akhirnya membuat kesal Dimitriy Seluk dan mungkin juga, para dukun di Afrika.
Klasemen Premier League
(Sportbible)
Jangan Lewatkan:
- Real Madrid Balikkan Skor Lawan Manchester City, Ancelotti: Sudah Biasa
- Ancelotti Ukir Rekor Lagi Usai Antarkan Real Madrid ke Final Liga Champions 2021-22
- Real Madrid vs Manchester City, Netizen Emosi Gara-gara Wasit dan Casemiro
- Rapor Pemain Real Madrid Usai Kalahkan Man City: Courtois Pahlawan, Rodrygo Ajaib, Benzema Panutan!
- Real Madrid vs Man City, Magis Bernabeu Jadi Pembeda
- Jack Grealish, Biang Kerok Manchester City Gagal ke Final UCL
- Real Madrid Epic Comeback, Netizen: DNA Eropa + Power of Kepepet= City Kena Mental!
- Man of the Match Real Madrid vs Manchester City: Thibaut Courtois
- Hasil Pertandingan Real Madrid vs Manchester City: 3-1 (Agg 6-5)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 1 Maret 2026, 16:04
-
Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Grand Prix Thailand di Buriram
Otomotif 1 Maret 2026, 16:02
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Roma vs Juventus: Nicolo Pisilli
Liga Italia 2 Maret 2026, 04:54
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Gabriel Magalhaes
Liga Inggris 2 Maret 2026, 04:28
-
Prediksi Real Madrid vs Getafe 3 Maret 2026
Liga Spanyol 2 Maret 2026, 03:00
-
Man of the Match Man United vs Crystal Palace: Bruno Fernandes
Liga Inggris 1 Maret 2026, 23:38
-
Kemenangan Man United Ternoda dengan Cedera Luke Shaw
Liga Inggris 1 Maret 2026, 23:36
-
Hasil Man Utd vs Crystal Palace: Setan Merah 'Memasak' Lagi!
Liga Inggris 1 Maret 2026, 23:02
-
Hasil BRI Super League: Persis Solo dan Bhayangkara FC Ukir Kemenangan
Bola Indonesia 1 Maret 2026, 22:32
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21










