Mengapa Lamine Yamal Tidak Pakai Nomor 10 di Timnas Spanyol? Ini Alasannya

Mengapa Lamine Yamal Tidak Pakai Nomor 10 di Timnas Spanyol? Ini Alasannya
Pemain Spanyol, Lamine Yamal, menjalani sesi latihan di Chattanooga, Tennessee, Sabtu (6/6/2026), sebagai persiapan menghadapi Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Mike Stewart

Bola.net - Nomor punggung 10 memiliki tempat istimewa dalam sejarah sepak bola dunia. Banyak legenda seperti Pele, Diego Maradona, Zinedine Zidane, Lionel Messi, dan Roberto Baggio pernah bersinar di Piala Dunia dengan mengenakan nomor yang identik dengan pemain kreatif tersebut.

Di Timnas Spanyol, perhatian besar menjelang Piala Dunia 2026 tertuju kepada Lamine Yamal. Pemain muda Barcelona itu menjadi salah satu bintang utama La Roja setelah tampil impresif dalam beberapa tahun terakhir.

Menariknya, meski mengenakan nomor 10 di Barcelona, Yamal tidak akan memakai nomor yang sama bersama tim nasional. Pemain berusia 18 tahun itu tetap menggunakan nomor 19, seperti saat membantu Spanyol menjuarai Euro 2024.

Dani Olmo Mendapat Hak atas Nomor 10

Dani Olmo Mendapat Hak atas Nomor 10

Dani Olmo berebut bola dengan Zaid Ismail dalam laga uji coba internasional antara Spanyol vs Irak di Estadio Abanca-Riazor, 5 Juni 2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Nomor 10 Timnas Spanyol pada Piala Dunia 2026 akan dikenakan oleh Dani Olmo. Gelandang serang yang juga merupakan rekan setim Yamal di Barcelona itu mendapatkan nomor tersebut berdasarkan aturan yang berlaku di tim nasional.

Di Barcelona, Olmo mengenakan nomor 20. Namun, dalam skuad Spanyol, pembagian nomor dilakukan berdasarkan senioritas para pemain.

Sistem yang diterapkan Spanyol memberi kesempatan lebih dulu kepada pemain dengan jumlah penampilan internasional terbanyak untuk memilih nomor punggung yang tersedia. Karena itu, Olmo berada di posisi lebih tinggi dibanding Yamal dalam urusan pemilihan nomor.

Yamal telah mencatatkan 25 penampilan sejak menjalani debut pada 2023. Sementara itu, Olmo sudah mengoleksi 50 caps dan telah mengenakan nomor 10 bahkan sebelum Yamal menembus skuad utama Spanyol.

Nomor Punggung Bukan Masalah bagi Yamal

Nomor Punggung Bukan Masalah bagi Yamal

Aksi bintang Spanyol, Lamine Yamal dalam sesi latihan tim jelang Piala Dunia 2026 di Chattanooga, Tenn. (c) AP Photo/Mike Stewart

Yamal sebenarnya sudah membuktikan bahwa dirinya mampu memikul beban mengenakan nomor 10 di Barcelona. Nomor tersebut memiliki sejarah besar karena sangat identik dengan Lionel Messi, pencetak gol dan pemegang rekor penampilan terbanyak klub.

Barcelona sebelumnya pernah memberikan nomor 10 kepada Ansu Fati setelah kepergian Messi pada 2021. Namun, Fati kesulitan memenuhi ekspektasi akibat serangkaian cedera yang menghambat perkembangannya.

Menurut sumber di Barcelona, pemberian nomor tersebut kepada Fati dianggap sebagai keputusan yang memberikan tekanan terlalu besar kepada pemain muda. Situasinya berbeda dengan Yamal yang mengambil alih nomor 10 musim lalu dan langsung tampil menonjol.

Pada musim terakhir, Yamal mencatatkan statistik terbaik dalam kariernya dengan mencetak 24 gol dan menyumbang 17 assist dalam 45 pertandingan. Tidak mengenakan nomor 10 di tim nasional juga disebut tidak memengaruhi perkembangan maupun statusnya di dalam skuad Spanyol.

Di lingkungan tim nasional, situasi ini justru dipandang sebagai bagian dari proses kedewasaan sang pemain. Pihak yang dekat dengan Yamal maupun skuad Spanyol menegaskan tidak ada rasa keberatan dari sang pemain terhadap Olmo.

Budaya Tim Lebih Penting daripada Status Bintang

Di luar aspek olahraga, nomor punggung juga memiliki nilai komersial yang besar. Kehadiran Yamal dengan nomor 10 diyakini dapat meningkatkan penjualan jersey sekaligus memperkuat daya tarik pemasaran Timnas Spanyol.

Meski demikian, Spanyol memilih mempertahankan aturan yang sudah berlaku. Rasa hormat kepada rekan setim, terutama pemain yang lebih senior, menjadi salah satu prinsip yang dijunjung tinggi oleh pelatih Luis de la Fuente.

Budaya tim tersebut menjadi fondasi yang dibangun dalam skuad Spanyol saat ini. Karena itu, tidak ada pemain yang dianggap lebih penting daripada kepentingan kelompok, termasuk Yamal sekalipun.

Meski diakui sebagai pemain paling berpengaruh di lini serang dan sosok yang sangat dihormati di ruang ganti, mengambil nomor milik rekan setim dengan mengabaikan aturan senioritas bukanlah sesuatu yang dapat diterima di dalam skuad La Roja.