Kisah Haru Viktor Gyokeres: Jejak Pelarian Kakeknya dari Hungaria hingga Kini Membela Arsenal di Final Liga Champions
Ari Prayoga | 30 Mei 2026 06:55
Bola.net - Viktor Gyokeres dipastikan akan mendapat sambutan spesial saat tampil di final Liga Champions bersama Arsenal di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
Penyerang asal Swedia itu bukan sekadar datang sebagai pemain tamu, melainkan kembali ke tanah leluhurnya yang menyimpan kisah keluarga penuh perjuangan dan pengorbanan.
Meski selama ini dikenal sebagai striker tim nasional Swedia, Gyokeres ternyata memiliki darah Hungaria yang sangat kuat dari garis keturunan ayahnya.
Bahkan, bomber berusia 27 tahun tersebut sebenarnya memiliki peluang membela tim nasional Hungaria sebelum akhirnya memilih Swedia di level internasional.
Awal Kisah Keluarga Gyokeres

Kisah keluarga Gyokeres bermula dari sang kakek, Istvan Gyokeres, yang melarikan diri dari Hungaria pada 1956 saat Revolusi Hungaria pecah. Dalam situasi politik yang penuh tekanan, Istvan mengambil keputusan berani meninggalkan negaranya secara diam-diam di tengah malam demi mencari kehidupan baru.
Saat itu usianya baru 18 tahun. Ia bahkan tidak memberi tahu siapa pun tentang rencana pelariannya, termasuk keluarganya sendiri. Sebelum pergi, Istvan hanya meninggalkan sebuah surat tulisan tangan dan sebuah sandi rahasia: “Black Horseman”.
Keluarganya diminta mendengarkan siaran radio ilegal untuk memastikan dirinya berhasil melintasi perbatasan. Risiko yang dihadapi sangat besar. Ia bisa saja ditembak, dipenjara, bahkan kehilangan nyawa jika tertangkap aparat.
Sepupu kedua Gyokeres, Eszter, mengungkapkan bahwa surat peninggalan Istvan masih disimpan keluarganya hingga sekarang.
“Itu ditulis dengan pensil dan kertasnya sudah menguning. Dia menjelaskan mengapa harus pergi dan meminta maaf karena merasa tidak punya pilihan lain,” ujar Eszter kepada The Telegraph.
“Dia meminta kakek saya menjaga ibu mereka. Tidak ada yang tahu dia akan pergi. Dia bisa saja dibunuh atau dipenjara. Situasinya sangat berbahaya.”
Setelah berhasil melintasi perbatasan Austria, Istvan menuju Swedia, negara yang kala itu menerima ribuan pengungsi Hungaria. Di sana ia memulai hidup baru, menikah dengan seorang wanita bernama Kicki, dan membangun keluarga.
Dari keluarga itulah lahir Stefan Gyokeres, ayah Viktor, yang juga sempat bermain sepak bola di level lokal Swedia bersama IFK Ostersund dan Stugun pada era 1980-an hingga 1990-an.
Gyokeres Lanjutkan Tradisi Keluarga

Kini, Viktor Gyokeres melanjutkan tradisi tersebut dan telah mencatat puluhan penampilan bersama tim nasional Swedia. Namun, kedekatannya dengan akar Hungaria tetap terasa kuat.
Usai Arsenal memastikan tiket final Liga Champions setelah menyingkirkan Atletico Madrid, Gyokeres sempat menulis di media sosial bahwa dirinya akan kembali “ke akar” saat tampil di Budapest.
Para pendukung Arsenal di Hungaria pun menyambut antusias momen tersebut. Ketua Arsenal Hungary Supporters Group, Peter Mozdsolics, memastikan Gyokeres bakal menerima dukungan istimewa di tribun Puskas Arena.
“Dia pasti akan melihat bendera Hungaria dengan namanya,” kata Mozdsolics.
“Gyokeres memang tidak berbicara bahasa Hungaria, bahkan ayahnya mungkin juga tidak, tetapi kami tahu kakeknya berasal dari sini. Itu membuat kami merasa dekat dengannya.”
Gyokeres Cerminan Eropa Timur

Bagi banyak fans Arsenal di Hungaria, perjalanan karier Gyokeres dianggap mencerminkan etos kerja khas Eropa Timur: kerja keras, mental baja, dan pantang menyerah.
Menurut Mozdsolics, masyarakat di kawasan Eropa Timur terbiasa berjuang ekstra untuk meraih kesuksesan, termasuk di dunia olahraga.
“Seseorang harus memberikan segalanya untuk mencapai level tertinggi. Saya rasa Gyokeres menjadi inspirasi dalam hal itu,” ujarnya.
“Etos kerja dan mentalitasnya luar biasa. Itu yang membuatnya berkembang pesat.”
Perjalanan Karier Gyokeres

Perjalanan Gyokeres menuju final Liga Champions memang jauh dari kata instan. Ia memulai karier sepak bola sejak kecil di lapangan kerikil bersama klub lokal IFK Aspudden-Tellus, bukan di akademi elite.
Meski sempat diminati klub lain, Gyokeres memilih bertahan hingga usia 15 tahun sambil terus mengasah kemampuannya.
Namanya mulai dikenal ketika tampil impresif bersama IF Brommapojkarna di divisi kedua Swedia. Penampilan itu membawanya pindah ke Brighton & Hove Albion di Inggris.
Namun, kariernya di Inggris tidak berjalan mulus. Selama tiga musim di Brighton, Gyokeres kesulitan mendapat tempat utama dan hanya mencatat sedikit penampilan sebagai starter.
Ia kemudian menjalani beberapa masa peminjaman sebelum akhirnya menemukan performa terbaik bersama Coventry City di Championship. Dari situlah kariernya mulai melesat.
Ketajamannya bersama Coventry membuat Sporting CP tertarik merekrutnya. Bersama klub Portugal tersebut, Gyokeres tampil luar biasa dengan torehan 97 gol dan 28 assist hanya dalam 102 pertandingan.
Performa impresif itu membuat Arsenal rela mengeluarkan dana besar demi memboyongnya ke London pada musim panas lalu.
Produktivitas Gol Gyokeres

Meski kerap mendapat kritik karena sentuhan pertamanya yang dianggap kurang halus dan gaya bermainnya yang sangat fisik, Gyokeres justru menjelma menjadi salah satu striker paling produktif di Eropa sepanjang 2026.
Bahkan, hanya Harry Kane yang mampu mencetak gol lebih banyak darinya untuk level klub dan tim nasional di lima liga top Eropa sepanjang tahun ini.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menilai perkembangan Gyokeres tidak lepas dari kerja keras dan kemauan belajarnya yang sangat tinggi.
“Viktor bekerja sangat keras dan memiliki standar tinggi terhadap dirinya sendiri,” ujar Arteta.
“Dia selalu ingin belajar, selalu bertanya, dan selalu mencari cara untuk berkembang serta membangun koneksi dengan rekan setimnya.”
Kini, seluruh perjalanan panjang itu membawa Gyokeres ke panggung terbesar sepak bola Eropa. Final Liga Champions di Budapest bukan hanya kesempatan meraih trofi paling bergengsi di level klub, tetapi juga menjadi momen emosional untuk kembali ke tanah leluhurnya yang penuh sejarah perjuangan.
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming PSG vs Arsenal
Final Liga Champions 2025/2026
PSG vs Arsenal
Puskas Arena, Budapest
Sabtu, 30 Mei 2026
23:00 WIB
Siaran langsung: SCTV, beIN Sports 1
Live streaming: Vidio
Link streaming: Klik tautan ini
Bolaneters dapat memilih berbagai paket berlangganan Vidio sesuai kebutuhan, mulai dari paket Platinum seharga Rp45.000 per bulan yang menyajikan BRI Super League, La Liga, dan Liga Champions, paket Platinum Extra seharga Rp65.000 per bulan dengan konten Serie A, La Liga, FA Cup, Formula 1, MotoGP, dan BWF, hingga paket Ultimate yang menawarkan konten paling lengkap termasuk BRI Super League, Serie A, La Liga, FA Cup, SPOTV, Formula 1, MotoGP, BWF, dan Premier League dengan tarif Rp99.000 per bulan khusus untuk perangkat HP dan tablet atau Rp175.000 per bulan untuk akses di semua perangkat.
Jangan Lewatkan!
3 Kunci Taktik yang Bisa Menentukan Final Liga Champions PSG vs Arsenal: Siapa Jadi Juaranya?
Keputusan Besar Mikel Arteta yang Kini Terbukti Jenius: David Raya Jadi Tembok Arsenal di Final Liga Champions
Jadwal Final Liga Champions PSG vs Arsenal, Siaran Langsung SCTV dan Live Streaming Vidio
Battle of WAGs Final Liga Champions 2025/2026: PSG vs Arsenal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04















