Kisah Pilu Steve Finnan: Legenda Liverpool Terpaksa Jual Medali Juara Liga Champions karena Masalah Keuangan
Aga Deta | 30 Mei 2026 22:43
Bola.net - Steve Finnan menjadi bagian penting dari salah satu malam paling bersejarah dalam sejarah Liverpool. Mantan bek asal Republik Irlandia itu membantu The Reds menjuarai Liga Champions 2005 lewat keajaiban yang terjadi di Istanbul.
Namun, lebih dari dua dekade setelah mengangkat trofi bergengsi tersebut, Finnan harus berpisah dengan salah satu kenangan paling berharga dalam kariernya. Medali juara Liga Champions yang diperolehnya akhirnya dijual karena masalah keuangan.
Liga Champions dianggap sebagai kompetisi klub paling bergengsi di dunia sepak bola. Saat banyak pemain bermimpi memenangkan medali juara, Finnan justru sudah tidak lagi memilikinya.
Mantan pemain berusia 50 tahun itu terpaksa mengambil langkah berat setelah terlibat dalam persoalan bisnis yang berujung pada proses kebangkrutan. Konflik dengan saudara kandungnya menjadi salah satu penyebab utama masalah tersebut.
Keajaiban Istanbul yang Mengangkat Nama Finnan
Finnan merupakan bagian dari skuad Liverpool yang menciptakan Keajaiban Istanbul pada tahun 2005. Tim asuhan Rafael Benitez kala itu bangkit dari ketertinggalan 0-3 untuk mengalahkan AC Milan melalui adu penalti.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu final Liga Champions paling ikonik sepanjang masa. Finnan ikut berperan dalam perjalanan Liverpool menuju gelar juara Eropa kelima mereka.
Medali juara yang diperolehnya menjadi simbol pencapaian tertinggi dalam karier profesionalnya. Bagi banyak pemain, benda tersebut merupakan kenangan yang tidak ternilai harganya.
Namun, kondisi hidup yang berubah setelah pensiun membuat Finnan harus mengambil keputusan yang sulit. Kenangan bersejarah itu akhirnya dilepas demi membantu menyelesaikan persoalan finansial yang dihadapinya.
Bisnis Properti yang Berubah Menjadi Masalah
Setelah pensiun pada 2010, Finnan memilih menekuni bisnis properti sebagai langkah membangun kehidupan baru. Ia menjalankan usaha tersebut melalui dua perusahaan yang dimiliki bersama sang saudara, Sean Finnan.
Sean bertanggung jawab atas operasional harian perusahaan. Sementara itu, Steve lebih banyak berperan sebagai investor dan penyedia modal.
Mereka memiliki sejumlah aset properti di kawasan London barat daya, termasuk rumah besar di Wimbledon Common. Bisnis tersebut sempat berkembang sebelum akhirnya menghadapi masalah keuangan serius.
Hubungan kedua saudara itu kemudian memburuk seiring munculnya persoalan dalam pengelolaan perusahaan. Konflik tersebut menjadi awal dari sengketa hukum yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Gugatan Jutaan Dolar yang Berakhir Mengecewakan
Pada 2023, Finnan mengajukan gugatan hukum setelah mengklaim kehilangan sekitar 8 juta dolar AS atau sekitar Rp142 miliar. Ia menilai dirinya dirugikan dalam pengelolaan perusahaan yang dijalankan bersama saudaranya.
Dalam persidangan terungkap bahwa Finnan telah menyampaikan keluhan kepada pengacara sejak 2016. Ia mempertanyakan kondisi keuangan perusahaan yang tetap bermasalah meski telah menerima pendanaan besar dalam bentuk pinjaman.
Finnan kemudian menginstruksikan tim hukumnya untuk mengajukan gugatan terhadap sang saudara. Sean membantah melakukan kesalahan, meski mengakui hubungan mereka memang telah memburuk.
Kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan di luar pengadilan. Namun, penyelesaian tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan mantan pemain Liverpool tersebut.
Medali Liga Champions Ikut Dilelang
Finnan sempat diperkirakan menerima pembayaran sekitar 5,4 juta dolar AS atau sekitar Rp96 miliar setelah kesepakatan dicapai. Akan tetapi, dana tersebut tidak pernah diterimanya karena Sean kemudian dinyatakan bangkrut pada Juli 2019.
Pada tahun yang sama, Finnan mengungkapkan bahwa dirinya hanya memperoleh sekitar 252 ribu dolar AS atau sekitar Rp4,5 miliar dari penjualan perusahaan. Ia juga menerima sekitar 120 ribu dolar AS atau sekitar Rp2,1 miliar dari penjualan aset properti lainnya.
Tekanan finansial yang berkepanjangan membuat Finnan harus menjual sejumlah barang koleksi berharga. Salah satunya adalah medali juara Liga Champions 2005 yang menjadi simbol puncak kariernya.
Tidak hanya itu, ia juga melelang dua jersey bertanda tangan dari final 2005, replika trofi Liga Champions, dan jam tangan mewah yang diterimanya setelah pertandingan tersebut. Bahkan medali runner-up Liga Champions 2007 yang diperoleh saat Liverpool kalah dari AC Milan juga ikut dijual.
Sumber: Liverpool.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
