Kontroversi Handball Bayern vs PSG: Chris Sutton Sebut Aturannya Sangat Bodoh!
Afdholud Dzikry | 7 Mei 2026 11:07
Bola.net - Aturan handball kembali menjadi sorotan setelah semifinal Liga Champions antara Bayern Munchen dan PSG berakhir kontroversial, Kamis (7/5/2026) dini hari tadi. Keputusan wasit Joao Pinheiro yang mengabaikan insiden tangan Joao Neves memicu kemarahan publik Allianz Arena dan perdebatan luas di dunia sepak bola.
Bayern sedang mengejar ketertinggalan agregat ketika sapuan Vitinha justru mengenai tangan rekan setimnya sendiri di kotak penalti. Banyak pihak menilai momen itu layak menghasilkan penalti bagi tuan rumah.
Die Roten membutuhkan gol untuk menjaga peluang lolos ke final. Meski Harry Kane sempat mencetak gol, PSG tetap memastikan tiket ke Budapest dengan agregat tipis 6-5.
Sejumlah pengamat langsung mengkritik aturan handball yang dianggap membingungkan. Chris Sutton menjadi salah satu sosok paling vokal dalam menyoroti keputusan tersebut.
Logika di Balik Keputusan Wasit
Banyak pendukung Bayern mempertanyakan mengapa VAR tidak meminta peninjauan ulang atas insiden itu. Namun, aturan terbaru UEFA memang memiliki pengecualian dalam kasus tertentu.
Handball tidak dianggap pelanggaran jika bola berasal dari rekan setim dalam situasi yang sulit diantisipasi pemain. Wasit menilai Joao Neves tidak memiliki cukup waktu untuk menghindari arah bola.
"Itu mencakup situasi ketika bola secara tidak terduga mengenai Anda dari rekan setim, bahkan jika lengan Anda jauh dari tubuh," ujar Dale Johnson dari analis BBC Sport.
"Saat Vitinha membuang bola, apakah Joao Neves bisa menyangka bola akan langsung mengenainya?" tambahnya.
Kritik Pedas Chris Sutton
Chris Sutton menilai aturan tersebut tidak masuk akal dan membuka celah interpretasi yang terlalu luas. Mantan striker Chelsea itu khawatir regulasi semacam ini justru membuat keputusan handball semakin membingungkan.
Stephen Warnock juga mengaku kesulitan memahami standar yang dipakai musim ini. Menurutnya, penggemar kini makin sulit menilai mana insiden yang layak dianggap pelanggaran.
"Handball itu, saya tidak ingin bersikap kritis terhadap aturan handball, tapi itu benar-benar aturan yang bodoh," tegas Chris Sutton.
"Jadi Anda bisa menendang bola dan jika bola berada di udara Anda bisa meninju bola dan Anda tidak akan dihukum karena itu," sindir Sutton.
Kekecewaan Mendalam Vincent Kompany
Vincent Kompany merasa Bayern dirugikan oleh inkonsistensi keputusan wasit. Ia membandingkan insiden tersebut dengan penalti kontroversial yang diterima timnya pada leg pertama.
Pelatih Bayern itu juga menyoroti kegagalan wasit memberi kartu kuning kedua kepada Nuno Mendes. Bek PSG tersebut sempat melakukan handball, tetapi tetap dibiarkan bermain hingga laga selesai.
"Karena itu berasal dari rekan setimnya sendiri, itu bukan penalti. Tapi jika Anda melihat kedua fase, sedikit akal sehat saja dan itu sangat konyol," keluh Vincent Kompany.
"Keputusan kartu kuning kedua Nuno Mendes itu, saya merasa dia membatalkannya karena menyadari sudah memberinya kuning dan tidak ingin mengusirnya," lanjutnya.
Hasil imbang 1-1 memastikan PSG akan menghadapi Arsenal di final Liga Champions pada 30 Mei mendatang. Sementara itu, Bayern harus mengakhiri perjalanan mereka dengan rasa frustrasi terhadap regulasi yang masih diperdebatkan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Brest vs PSG 14 September 2026
Liga Eropa Lain 13 September 2026, 00:08
-
Prediksi Elversberg vs Bayern 13 September 2026
Bundesliga 12 September 2026, 22:06
-
Nico Paz, Bertahan di Como Akhirnya Hadirkan Malam yang Selama Ini Ia Bayangkan
Liga Champions 11 September 2026, 15:50
-
Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:33
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
LATEST UPDATE
-
Man of the Match AC Milan vs Lecce: Christian Pulisic
Liga Italia 21 September 2026, 05:20
-
Hasil AC Milan vs Lecce: Dominan, Rossoneri Tembus 5 Besar!
Liga Italia 21 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Juventus vs Atalanta: Gleison Bremer
Liga Italia 21 September 2026, 01:26
-
Hasil Juventus vs Atalanta: Conceicao Buka Jalan, Bremer Kunci Kemenangan
Liga Italia 21 September 2026, 00:53
-
Man of the Match Fulham vs Man Utd: Matheus Cunha
Liga Inggris 21 September 2026, 00:39
-
Hasil Fulham vs Man Utd: Setan Merah Selamat dari Kekalahan di Craven Cottage
Liga Inggris 21 September 2026, 00:22
-
Link Streaming Milan vs Lecce di Serie A, 21 September 2026
Liga Italia 20 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Atletico Madrid vs Real Madrid: Giuliano Simeone
Liga Spanyol 20 September 2026, 23:32
-
Hasil Atletico Madrid vs Real Madrid: Dean Huijsen Diusir, Los Blancos Tumbang di Derby
Liga Spanyol 20 September 2026, 23:16
-
Man of the Match Man City vs Sunderland: Antoine Semenyo
Liga Spanyol 20 September 2026, 22:26
-
Man of the Match Bournemouth vs Liverpool: Alexander Isak
Liga Inggris 20 September 2026, 22:14
-
Hasil Man City vs Sunderland: Brobbey Hattrick, The Citizens Tetap Keluar sebagai Pemenang
Liga Inggris 20 September 2026, 21:59
-
Hasil Bournemouth vs Liverpool: Gol Isak Bawa The Reds Menang Tipis
Liga Inggris 20 September 2026, 21:53
-
Link Streaming Juventus vs Atalanta di Serie A, 20 September 2026
Liga Italia 20 September 2026, 21:45
-
Link Streaming Fulham vs Man Utd di Premier League, 20 September 2026
Liga Inggris 20 September 2026, 21:15
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
