Malam Lamine Yamal di UCL: Pecahkan Rekor UCL, Marah-Marah Saat Ditarik Keluar
Richard Andreas | 10 Desember 2025 17:56
Bola.net - Lamine Yamal kembali mencatatkan namanya dalam sejarah Liga Champions saat Barcelona meraih kemenangan 2-1 atas Eintracht Frankfurt. Performa remaja 18 tahun itu memberi kontribusi langsung dalam gol penentu tiga poin.
Namun, euforia keberhasilan tersebut tidak berlangsung lama bagi sang bintang muda. Yamal justru mengakhiri pertandingan dengan rasa frustrasi.
Keputusan wasit dan keputusan pelatih membuat sorotan terhadap dirinya berubah arah pada menit-menit akhir. Barcelona sendiri meraih kemenangan penting dalam persaingan menuju zona otomatis ke babak berikutnya.
Rekor Bersejarah Yamal di Liga Champions

Lamine Yamal berperan penting dalam kemenangan Barcelona lewat assist untuk Jules Kounde pada menit ke-53. Umpan tersebut menjadi kontribusi krusial yang memastikan tambahan tiga poin sekaligus menegaskan perkembangan pesat sang remaja dalam kompetisi elite Eropa.
Performa itu membawa Barcelona naik ke posisi ke-14 dalam klasemen fase liga untuk Liga Champions musim ini. Lebih dari itu, assist tersebut juga membuat Yamal memecahkan rekor penting.
Ia kini menjadi pemain dengan keterlibatan gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions untuk usia 18 tahun ke bawah, yakni tujuh gol dan tujuh assist (total 14).
Rekor itu sebelumnya dipegang Kylian Mbappe dengan total 13 kontribusi gol. Sejumlah nama besar lain seperti Raul (7), Jude Bellingham (6), Rodrygo (6), dan Theo Walcott (6) berada jauh di belakang catatan Yamal.
Catatan performa Yamal musim ini terus menonjol. Ia telah mencetak total 8 gol dan 10 assist dalam 17 laga bersama Barcelona, termasuk dua gol dan dua assist dari lima penampilan di Liga Champions.
Frustrasi Usai Kartu Kuning dan Keputusan Pergantian
Di balik euforia rekor tersebut, malam yang dijalani Yamal berubah menjadi frustrasi. Kartu kuning yang ia terima pada menit ke-56 membuatnya dipastikan absen pada laga berikutnya melawan Slavia Praha pada 21 Januari.
Ketika ia ditarik keluar pada menit ke-89, Yamal menunjukkan gestur kecewa saat menuju pinggir lapangan. Situasi tersebut kemudian dijelaskan oleh Hansi Flick dalam konferensi pers usai pertandingan.
"Dia sedikit kecewa, tetapi dia sudah mendapat kartu kuning dan kami membutuhkan tenaga segar," ujar Flick kepada wartawan.
"Tidak masalah. Memang begitu adanya. Saya memahaminya. Semua pemain ingin bermain dan dia merasa bisa bermain 100 menit."
"Dia masih muda. Sikapnya bagus. Saya tidak punya masalah dengan itu. Saya juga pernah menjadi pemain. Saya bisa memahaminya," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona vs Copenhagen: Rekor Produktivitas Jadi Modal Tuan Rumah
Liga Champions 27 Januari 2026, 16:45
-
Prediksi Union Saint-Gilloise vs Atalanta 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 16:40
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
Prediksi Eintracht Frankfurt vs Tottenham 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 16:26
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 16:16
LATEST UPDATE
-
Arsenal Krisis Gol: Penyerang Tumpul dan Tak Mampu Cetak Gol dari Open Play
Liga Inggris 27 Januari 2026, 21:32
-
Klasemen Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026: Timnas Indonesia Peringkat Berapa?
Tim Nasional 27 Januari 2026, 21:00
-
Endrick: Kebangkitan Sang Penyerang, Dua Laga, Tiga Gol, Satu Assist di Lyon
Liga Eropa Lain 27 Januari 2026, 20:56
-
Manchester United Siapkan Tur Pramusim ke Skandinavia, Pertama dalam Hampir 30 Tahun
Liga Inggris 27 Januari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05





