Manchester City Tersungkur di Norwegia: Bodo/Glimt Bongkar Masalah Besar Guardiola
Richard Andreas | 21 Januari 2026 09:15
Bola.net - Manchester City gagal menemukan pelipur lara setelah kekalahan derby akhir pekan lalu. Bertandang ke Lingkar Arktik, pasukan Pep Guardiola justru dipermalukan tuan rumah Bodo/Glimt dengan skor 1-3.
Bagi City, ini bukan sekadar kekalahan tandang. Permainan terbuka, kartu merah Rodri, dan rapuhnya lini belakang menyingkap persoalan yang kian sulit disembunyikan.
Sementara bagi Bodo/Glimt, kemenangan ini menandai sejarah: kemenangan pertama klub Norwegia itu di panggung Champions League, diraih dengan gaya menyerang yang berani dan efektif.
Bodo/Glimt Tampil Tanpa Beban, City Terpukul Sejak Awal

Sejak peluit awal, Bodo/Glimt menunjukkan keberanian yang jarang terlihat dari tim debutan di Liga Champions. Tempo tinggi dan keberanian menyerang membuat City kesulitan mengontrol permainan di babak pertama yang berlangsung terbuka.
Tekanan itu berbuah dua gol cepat sebelum jeda. Penyerang Denmark Kasper Hogh memanfaatkan celah di lini belakang City untuk membawa tuan rumah unggul 2-0, skor yang mencerminkan jalannya laga.
Alih-alih menurunkan intensitas, Glimt justru terus menekan selepas turun minum. Gol ketiga lewat Jens Petter Hauge, sebuah penyelesaian berkelas dari situasi terbuka, semakin menegaskan dominasi mereka malam itu.
Malam Sulit Lini Belakang City dan Alasan Datangnya Marc Guehi

Dua laga terakhir menyoroti alasan City bergerak cepat mendatangkan Marc Guehi dari Crystal Palace. Bek muda Max Alleyne, yang sebelumnya sempat menuai pujian, menjalani dua pertandingan yang berat.
Di derby Manchester, Alleyne ditarik keluar saat jeda. Di Norwegia, ia kembali terlibat langsung dalam dua gol cepat Glimt di babak pertama, kesalahan yang datang beruntun dan sulit ditoleransi di level tertinggi.
Kehilangan Ruben Dias dan Josko Gvardiol secara bersamaan akibat cedera memperparah situasi. Guardiola mengakui ia terus memainkan Dias karena karakter kepemimpinannya, namun dengan beban belajar yang masih besar di sekelilingnya.
Guehi diharapkan segera membentuk duet solid bersama Abdukodir Khusanov, meski waktu adaptasi menjadi kemewahan yang tidak dimiliki City saat ini.
Rodri, Kartu Merah, dan Proses Comeback yang Belum Tuntas
Nama Rodri kembali menjadi sorotan, kali ini bukan karena dominasinya. City mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah sang gelandang menerima dua kartu kuning hanya dalam 58 detik di babak kedua.
Secara taktik, City terlalu bergantung pada Rodri untuk membersihkan serangan balik saat pemain lain didorong naik. Masalahnya, ia masih terlihat berkarat dalam proses comeback dari cedera ACL serius yang dialaminya awal musim lalu.
Guardiola sebelumnya menegaskan Rodri baru akan benar-benar pulih penuh mendekati World Cup pertengahan tahun. Hingga saat itu, performanya yang belum stabil menjadi salah satu faktor di balik rentetan hasil mengkhawatirkan City dalam beberapa hari terakhir.
Serangan Mandek dan Ketergantungan yang Kembali Terasa
Masalah City tidak berhenti di lini belakang. Penurunan ketajaman di lini depan terasa kontras dibandingkan progres akhir tahun lalu, ketika beban gol tak lagi sepenuhnya bertumpu pada Erling Haaland.
Dalam kekalahan ini, hanya Rayan Cherki yang memberi secercah harapan. Golnya pada menit ke-60, hasil kerja cerdas Nico O’Reilly, sempat membuka peluang kebangkitan sebelum kartu merah Rodri mematahkan momentum.
Di sisi lain, Phil Foden kembali melewati laga tanpa dampak berarti, sementara Tijjani Reijnders tampak kehilangan pengaruh yang sempat ia tunjukkan sebelum Natal.
Haaland sendiri menjalani malam yang frustrasi di tanah kelahirannya, melewatkan dua peluang emas di babak pertama dan terlihat kehabisan energi.
City dalam Tekanan, Glimt Menorehkan Sejarah
Kemenangan 3-1 ini sejatinya bisa lebih besar bagi Glimt. Dua gol dianulir karena offside, satu tembakan membentur mistar, dan dua penyelamatan gemilang Gianluigi Donnarumma menahan skor agar tidak semakin mencolok.
Bagi City, kekalahan ini mempertegas status mereka sebagai tim yang masih dalam proses. Saat gol-gol Haaland mengering dan kesalahan muncul di belakang, solusi belum juga ditemukan.
Sebaliknya, bagi Bodo/Glimt, malam di Lingkar Arktik ini akan dikenang lama. Tanpa rasa gentar, mereka membuktikan bahwa keberanian dan organisasi bisa meruntuhkan raksasa Eropa, bahkan di panggung terbesar.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Gagal Menang Lawan 10 Pemain, Conte Minta Napoli Rasakan Sakitnya Kegagalan
- Lawan 10 Pemain Cuma Bisa Seri, McTominay Semprot Skuad Napoli: Harusnya Menang Mudah!
- Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
- Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
- Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Como vs Roma Memanas! Cesc Fabregas Haramkan Pemainnya Bahas Liga Champions
Liga Italia 14 Maret 2026, 08:00
-
Bila Kalah dari West Ham, Mimpi Manchester City Juara Liga Inggris Tamat
Liga Inggris 14 Maret 2026, 04:22
LATEST UPDATE
-
Jadwal Terbaru MotoGP 2026 Usai GP Qatar Ditunda Akibat Konflik Timur Tengah
Otomotif 15 Maret 2026, 16:55
-
Head to Head Liverpool vs Tottenham: Dominasi The Reds Bakal Berlanjut?
Liga Inggris 15 Maret 2026, 16:53
-
Tempat Menonton Borneo vs Persib: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Bola Indonesia 15 Maret 2026, 16:46
-
Chelsea Kalah dari Newcastle, Liam Rosenior Akui Satu Kesalahan Taktik Ini
Liga Inggris 15 Maret 2026, 16:01
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 15 Maret 2026, 15:55
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 15 Maret 2026, 15:54
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix China di Shanghai Park
Otomotif 15 Maret 2026, 15:51
-
Man United vs Aston Villa Jadi Laga Krusial, Carrick: Kami Menikmati Tekanan
Liga Inggris 15 Maret 2026, 15:29
-
Habis-habisan! Arne Slot Desak Liverpool Maksimalkan Sisa Musim
Liga Inggris 15 Maret 2026, 14:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54









