Melihat Kembali Ketika Chelsea Hancurkan Barcelona: Masterclass Maresca, Sinar Estevao Redupkan Yamal, Kapten Beban?
Afdholud Dzikry | 26 November 2025 15:41
Bola.net - Chelsea sukses menyulap big match menjadi panggung pembantaian. The Blues menghajar Barcelona dengan skor telak 3-0, Rabu (26/11/2025) dini hari WIB.
Kemenangan sensasional ini terjadi di Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Champions. Prediksi laga ketat sama sekali tidak terbukti.
Pasukan Enzo Maresca tampil kesetanan sejak menit pertama. Mereka membuat Barcelona terlihat seperti tim amatir.
Sebaliknya, Blaugrana tampil tanpa arah dan harus bermain dengan 10 orang. Ini adalah pernyataan tegas Chelsea kepada Eropa.
Panggung Milik Estevao

Duel ini awalnya digadang-gadang sebagai perang antar wonderkid. Namun, Estevao Willian sukses mencuri panggung dari Lamine Yamal.
Bintang muda Brasil berusia 18 tahun itu tampil memukau. Ia menjadi pusat hiburan bagi publik Stamford Bridge.
Golnya di babak kedua adalah sebuah karya seni. Ia meliuk-liuk melewati lawan sebelum melepaskan tembakan keras.
Banyak yang meyakini ia adalah calon pemenang Ballon d'Or masa depan. Malam ini, Estevao resmi memperkenalkan diri pada dunia.
Perjudian Jitu Maresca

Enzo Maresca membuat keputusan berani dalam pemilihan pemain. Ia berjudi dengan tampil tanpa striker murni sejak awal.
Liam Delap dan Joao Pedro dicadangkan usai tampil buruk pekan lalu. Namun, strategi ini justru berjalan sangat mulus.
Setiap pemain bekerja dalam harmoni yang sempurna. Mereka menekan Barcelona dengan intensitas pressing tinggi tanpa henti.
Chelsea bahkan sempat mencetak tiga gol lain yang dianulir wasit. Dominasi tuan rumah benar-benar tak terbantahkan.
Barcelona Mandul dan Frustrasi

Lini serang Barcelona yang menakutkan mendadak hilang taji. Robert Lewandowski hingga Lamine Yamal dibuat mati kutu.
Masuknya Marcus Rashford dari bangku cadangan juga tak menolong. Pertahanan Chelsea tampil disiplin memutus semua serangan.
Kekalahan ini sekaligus memutus rekor impresif Barcelona. Rentetan selalu mencetak gol dalam 53 laga beruntun resmi terhenti.
Terakhir kali mereka gagal mencetak gol terjadi pada Desember 2024. Ferran Torres dkk benar-benar dibuat frustrasi.
Kartu Merah Sang Kapten

Penderitaan Barcelona semakin lengkap dengan ulah Ronald Araujo. Sang kapten justru menjadi beban bagi timnya.
Araujo tampil emosional dan minim kontribusi bertahan. Puncaknya adalah pelanggaran keras terhadap Marc Cucurella.
Aksi tersebut berbuah kartu merah yang pantas. Sikap ini dinilai tidak layak ditunjukkan oleh seorang pemimpin.
Bagi Hansi Flick, ini jelas salah satu performa terburuk pasukannya. Tidak ada semangat juang yang terlihat di lapangan.
Intensitas Tanpa Ampun

Kunci kemenangan Chelsea terletak pada etos kerja yang militan. Mereka menekan lawan tanpa henti dari peluit awal hingga akhir.
Bahkan di masa injury time, The Blues tetap melakukan pressing ketat. Padahal, Barcelona sudah lama menyerah dalam permainan.
Chelsea sebenarnya bisa menang dengan skor lebih mencolok. Tiga gol tambahan mereka dianulir wasit karena keputusan marginal.
Intensitas gila ini membuat Barcelona tampak seperti tim amatir. Pasukan Catalan kalah segalanya di lapangan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Here We Go! Barcelona Amankan Transfer Bintang Timnas Inggris Ini
Liga Spanyol 28 Mei 2026, 02:04
-
Barcelona Inginkan Joao Pedro, Chelsea: Sorry, Gak Dulu!
Liga Inggris 27 Mei 2026, 23:59
-
Enzo Fernandez Ingin Tinggalkan Chelsea, Tujuan Utamanya Real Madrid
Liga Inggris 27 Mei 2026, 23:01
-
Tolak MU, Bintang Newcastle Ini Bakal Gabung Barcelona?
Liga Inggris 27 Mei 2026, 23:00
LATEST UPDATE
-
Juventus Gagal Tikung Tottenham dalam Perburuan Andy Robertson
Liga Inggris 28 Mei 2026, 08:29
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00















