Mental Tumbang, Leverkusen Terkapar
Editor Bolanet | 19 Februari 2014 11:33
- Tim-tim Jerman dikenal memiliki mental baja yang tak mudah goyah di tengah tekanan, terutama ketika bertanding di kandang sendiri. Namun, hal itu tak terlihat saat Bayer Leverkusen menjamu di babak 16 besar Liga Champions 2013/14 leg pertama.
Tampil di BayArena, Rabu (19/2), pasukan Sami Hyypia menyerah empat gol tanpa balas. Dibobol (3'), Zlatan Ibrahimovic (penalti 39', 42') dan Yohan Cabaye (88'), tuan rumah yang kehilangan Emir Spahic akibat kartu kuning kedua di menit 59 tak sanggup membalas satu gol pun.
Bagaimana Leverkusen bisa sampai kalah setelak itu di hadapan pendukungnya sendiri? Mengejutkan, menurut bek Leverkusen Omer Toprak, mental adalah penyebabnya, terutama pada babak pertama.
Di paruh pertama, kami bukannya bermain tanpa motivasi, tapi justru dengan ketakutan. Itu membuat PSG begitu mudahnya menghabisi kami, papar pemain 24 tahun timnas Turki tersebut seperti dilansir AFP.
Dalam perjalanannya untuk finis sebagai runner-up Grup A, Leverkusen sempat dibantai 0-5 oleh Manchester United di kandang sendiri pada bulan November silam. Kali ini, mereka mengalami hal nyaris serupa. Namun, dampaknya bisa lebih fatal, yakni terancam tersingkir dari kejuaraan.
Untuk melewati PSG, Leverkusen harus menang minimal lima gol tanpa balas pada leg kedua di Parc des Princes 13 Maret mendatang. Bukan misi yang mudah pastinya. Perbaikan mental saja takkan cukup guna mewujudkannya.
Haruskah Leverkusen mengubur mimpi mereka untuk melangkah ke perempat final? [initial]
(bola/gia)
Tampil di BayArena, Rabu (19/2), pasukan Sami Hyypia menyerah empat gol tanpa balas. Dibobol (3'), Zlatan Ibrahimovic (penalti 39', 42') dan Yohan Cabaye (88'), tuan rumah yang kehilangan Emir Spahic akibat kartu kuning kedua di menit 59 tak sanggup membalas satu gol pun.
Bagaimana Leverkusen bisa sampai kalah setelak itu di hadapan pendukungnya sendiri? Mengejutkan, menurut bek Leverkusen Omer Toprak, mental adalah penyebabnya, terutama pada babak pertama.
Di paruh pertama, kami bukannya bermain tanpa motivasi, tapi justru dengan ketakutan. Itu membuat PSG begitu mudahnya menghabisi kami, papar pemain 24 tahun timnas Turki tersebut seperti dilansir AFP.
Dalam perjalanannya untuk finis sebagai runner-up Grup A, Leverkusen sempat dibantai 0-5 oleh Manchester United di kandang sendiri pada bulan November silam. Kali ini, mereka mengalami hal nyaris serupa. Namun, dampaknya bisa lebih fatal, yakni terancam tersingkir dari kejuaraan.
Untuk melewati PSG, Leverkusen harus menang minimal lima gol tanpa balas pada leg kedua di Parc des Princes 13 Maret mendatang. Bukan misi yang mudah pastinya. Perbaikan mental saja takkan cukup guna mewujudkannya.
Haruskah Leverkusen mengubur mimpi mereka untuk melangkah ke perempat final? [initial]
Semua Tentang Liga Champions:
Dua Kunci Kemenangan Telak PSG di BayArena
Ibra: Sempurnakan di Leg Kedua
Ibrahimovic: PSG Buat Menang Jadi Mudah
Voller: PSG Buat Leverkusen Tampak Bodoh
Puji Demichelis, City Menyesal Setengah Mati
3000 Cules di Etihad
Sejarah Kontroversial Jonas Eriksson, Pengadil City vs Barca
Samai Raul, Xavi Terus Uber Rekor Giggs
Kembali Jumpa Bayern, Wilshere Minta Arsenal Cerdas
Guardiola Takut Ancaman Penderitaan Arsenal
Crespo: Tak Ada Yang Mau Hadapi Milan di Liga Champions
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Klasemen Pembalap Moto2 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 18:08
-
Klasemen Sementara Moto2 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 18:06
-
Link Streaming Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia vs Vietnam
Tim Nasional 7 Juni 2026, 17:14
-
Klasemen Pembalap Moto3 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 17:05
-
Klasemen Sementara Moto3 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 17:04
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47












