Musim Liverpool Menurut Mac Allister: Ekspektasi Tinggi, Realita Justru Menyakitkan

Dimas Ardi Prasetya | 17 April 2026 05:45
Musim Liverpool Menurut Mac Allister: Ekspektasi Tinggi, Realita Justru Menyakitkan
Insiden Alexis Mac Allister terjatuh di kotak penalti dalam laga Liverpool vs PSG, Rabu (15/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Musim 2025/2026 menjadi periode yang sulit bagi Liverpool di berbagai ajang kompetisi. Tim yang sebelumnya digadang-gadang kembali berjaya justru tampil inkonsisten sepanjang musim.

Harapan besar sempat mengiringi langkah The Reds setelah investasi besar di bursa transfer. Namun, performa di lapangan tidak mampu mencerminkan ambisi tinggi tersebut.

Advertisement

Liverpool mencatatkan hasil buruk dengan kekalahan demi kekalahan di berbagai kompetisi. Hingga saat ini, mereka bahkan kesulitan menembus empat besar klasemen Liga Inggris.

Puncak kekecewaan terjadi saat mereka tersingkir dari Liga Champions usai kalah dari PSG di Anfield. Kekalahan itu seolah menjadi simbol runtuhnya musim Liverpool yang penuh harapan.

1 dari 4 halaman

Kekalahan dari PSG Jadi Pukulan Telak

Kekalahan dari PSG Jadi Pukulan Telak

Pemain PSG Ousmane Dembele (kanan) merayakan gol pada laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Liverpool vs PSG di Anfield, Liverpool, Inggris, Selasa, 14 April 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Liverpool kembali menelan hasil pahit saat menjamu PSG di leg kedua perempat final Liga Champions. Bermain di hadapan pendukung sendiri, mereka justru tak mampu membalikkan keadaan.

Kekalahan 0-2 di Anfield memastikan langkah Liverpool terhenti dengan agregat telak 0-4. Hasil ini sekaligus mengubur mimpi mereka meraih trofi Eropa musim ini.

Penampilan Liverpool sebenarnya menunjukkan usaha lebih agresif dibanding leg pertama. Namun, efektivitas dan kualitas PSG membuat perbedaan yang sangat jelas.

“Kami lebih agresif, kami mencoba menekan, kami memiliki peluang, tetapi kami bermain melawan tim terbaik di dunia. Hasilnya memang seperti itu, dan kami harus mengucapkan selamat kepada lawan," ujar Alexis Mac Allister pada Sport TV, via Liverpool Echo.

2 dari 4 halaman

Mac Allister Tak Menyangka Liverpool Terpuruk

Mac Allister Tak Menyangka Liverpool Terpuruk

Ekspresi Alexis Mac Allister dalam laga perempat final Liga Champions antara Liverpool vs PSG, Rabu (15/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Gelandang andalan Alexis Mac Allister mengakui bahwa performa tim musim ini jauh dari ekspektasi. Ia tidak menyangka Liverpool akan mengalami musim seberat ini.

Padahal, di awal musim, optimisme tinggi menyelimuti skuad asuhan Arne Slot. Status juara bertahan Liga Inggris serta belanja besar membuat mereka difavoritkan kembali bersaing di papan atas.

Namun kenyataan berkata lain, Liverpool justru kesulitan menjaga konsistensi. Mereka bahkan kalah dalam 17 pertandingan di semua kompetisi dan kini tercecer di posisi kelima.

“Jelas bahwa ini adalah musim yang sulit dan menantang. Jika Anda bertanya kepada saya di awal musim apa yang saya harapkan, saya akan mengatakan bahwa tim ini akan berjuang dan memenangkan berbagai kompetisi, tetapi sayangnya, itu tidak terjadi," ucap Mac Allister.

3 dari 4 halaman

Tragedi Jota Bukan Alasan Keterpurukan

Tragedi Jota Bukan Alasan Keterpurukan

Dua dari tiga anak Diogo Jota, Dinis dan Duarte, bergabung dengan para maskot pada pertandingan Liverpool vs Wolves di Anfield, 27 Desember 2025 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Di tengah musim yang berat, Liverpool juga harus menghadapi kehilangan tragis penyerang mereka, Diogo Jota. Peristiwa tersebut tentu memberikan dampak emosional besar bagi tim.

Meski begitu, Mac Allister menegaskan bahwa situasi tersebut bukan alasan utama menurunnya performa Liverpool. Ia menilai tim tetap harus bertanggung jawab atas hasil di lapangan.

Menurutnya, banyak faktor lain yang membuat Liverpool gagal tampil maksimal musim ini. Oleh karena itu, tim harus segera bangkit dan memperbaiki diri.

“Kita harus terus bekerja, karena tahun ini tidak adil bagi klub. Tentu saja, kita ingat Diogo Jota, dan itu adalah periode yang rumit, tetapi kita tidak bisa menjadikannya alasan. Saya tidak percaya itu sebabnya tahun ini begitu rumit bagi kami.”

LATEST UPDATE