Odegaard Buka Suara usai Arsenal Gagal Juara Liga Champions: Sulit Diterima, tapi...

Richard Andreas | 31 Mei 2026 07:01
Odegaard Buka Suara usai Arsenal Gagal Juara Liga Champions: Sulit Diterima, tapi...
Kapten Arsenal, Martin Odegaard bereaksi dengan keputusan wasit Daniel Siebert di final Liga Champions, 30 Mei 2026 di Budapest. (c) AP Photo/Denes Erdos

Bola.net - Martin Odegaard tidak menutupi kekecewaannya setelah Arsenal gagal menjuarai Liga Champions musim 2025/2026. Sang kapten mengakui kekalahan dari PSG di final merupakan hasil yang sangat menyakitkan bagi seluruh skuad.

Arsenal harus mengubur impian meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub setelah kalah melalui adu penalti di Budapest. Kekalahan itu juga menggagalkan peluang The Gunners menutup musim dengan raihan dua trofi besar.

Advertisement

Meski demikian, Odegaard meminta rekan-rekannya untuk tidak hanya fokus pada hasil satu pertandingan. Menurutnya, Arsenal tetap menjalani musim yang luar biasa setelah berhasil mengakhiri penantian panjang untuk menjadi juara Premier League.

1 dari 2 halaman

Odegaard Akui Kekalahan Ini Sangat Menyakitkan

Odegaard Akui Kekalahan Ini Sangat Menyakitkan

Marquinhos dan Kai Havertz berebut bola dalam laga final Liga Champions antara PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest, 30 Mei 2026 (c) AP Photo/Armin Durgut

Odegaard terlihat terpukul setelah pertandingan berakhir. Ia mengakui suasana ruang ganti Arsenal dipenuhi rasa kecewa karena tim sudah begitu dekat dengan pencapaian bersejarah.

"Saat ini rasanya sangat datar. Semua orang benar-benar kecewa. Ketika Anda sudah sedekat itu untuk memenangkan trofi ini juga, yang akan menjadi sesuatu yang luar biasa, tentu sangat sulit menerimanya," ujar Odegaard.

"Semua orang benar-benar kecewa dan sulit menerimanya. Namun pada saat yang sama, kami tahu apa yang telah kami lakukan musim ini. Kami mencapai sesuatu yang luar biasa dan kami sangat dekat untuk membuatnya menjadi lebih baik lagi hari ini."

Odegaard merasa Arsenal sebenarnya berada dalam posisi yang baik untuk mengangkat trofi. Setelah unggul lebih dahulu, ia menilai timnya mampu mengendalikan jalannya pertandingan dalam waktu yang cukup lama.

"Saya pikir setelah mencetak gol pertama kami mengendalikan semuanya dengan sangat baik."

"Mereka banyak menguasai bola, tetapi tidak menciptakan banyak peluang. Pada akhirnya adu penalti adalah cara yang sangat berat untuk kalah, jadi itu sulit diterima."

2 dari 2 halaman

Minta Arsenal Melihat Gambaran yang Lebih Besar

Minta Arsenal Melihat Gambaran yang Lebih Besar

Reaksi bek Arsenal, Gabriel Magalhaes usai gagal menjalankan tugas di adu penalti melawan PSG di final Liga Champions 2026. (c) AP Photo/Andreea Alexandru

Di tengah rasa kecewa, Odegaard menegaskan bahwa satu malam buruk tidak boleh menghapus pencapaian besar Arsenal sepanjang musim. Ia mengingatkan bahwa tim baru saja mengakhiri penantian 22 tahun untuk kembali menjadi juara liga.

Menurut gelandang asal Norwegia tersebut, keberhasilan menjuarai Premier League merupakan prestasi besar yang layak diapresiasi. Arsenal juga menunjukkan perkembangan signifikan di bawah arahan Mikel Arteta.

"Kami telah melakukan sesuatu yang luar biasa." lanjut Odegaard. "Kami harus mencoba melihat gambaran yang lebih besar."

"Tentu saja, setelah menjuarai Premier League yang luar biasa, kami memiliki peluang besar lainnya hari ini. Kami ingin memenangkan keduanya."

"Jadi ya, kami kecewa karena tidak bisa melakukannya, tetapi gelar Premier League adalah pencapaian yang sangat besar."

Meski malam di Budapest berakhir dengan kesedihan, Odegaard menilai Arsenal harus menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses perkembangan tim.

Setelah menjadi juara Premier League dan mencapai final Liga Champions, tantangan berikutnya adalah melangkah lebih jauh pada musim-musim mendatang.

LATEST UPDATE