Perjalanan Hidup Francesco Acerbi: Bangkit dari Depresi, Alkohol, dan Kanker hingga Jadi Pilar Inter Milan
Asad Arifin | 1 Juni 2025 00:07
Bola.net - Francesco Acerbi nyaris hancur sebelum akhirnya menjelma menjadi salah satu pemain kunci di lini belakang Inter Milan. Kariernya sempat tampak menjanjikan, namun hidup menghadirkan ujian-ujian berat yang mengguncang mentalnya saat masih muda.
Acerbi sempat tenggelam dalam kecanduan alkohol, berduka atas kepergian orang tua, hingga didiagnosis mengidap kanker. Ia jatuh ke titik terendah dalam hidupnya. Namun dari keterpurukan itulah, Acerbi bangkit.
Tak ada kisah kepahlawanan tanpa luka. Perjalanan Acerbi di dunia sepak bola dimulai dari level terbawah. Ia sempat dipinjamkan ke Renate di kompetisi Serie D. Setelah itu, ia melanglang buana ke Reggina, Genoa, hingga akhirnya merasakan debut Serie A bersama Chievo.
Mimpinya menjadi nyata pada tahun 2012, saat AC Milan, salah satu klub tersukses di Italia, mendatangkannya. Seharusnya itu menjadi puncak kisah indah dalam kariernya. Namun takdir berkata lain.
Terpuruk: Kehilangan, Alkohol, dan Depresi

Tak lama setelah resmi berseragam Rossoneri, Acerbi harus menerima kenyataan pahit: sang ayah meninggal dunia. Rasa kehilangan itu begitu dalam hingga membuatnya kehilangan arah. Ia terjerumus ke dalam jurang depresi dan melarikan diri ke alkohol.
“Di awal karier, saya belum punya sikap yang benar sebagai pesepak bola profesional,” ujar Acerbi dalam wawancara dengan BBC Sport.
“Saya sering datang ke latihan dalam kondisi mabuk. Saya pikir selama tubuh saya kuat, semuanya akan baik-baik saja. Tapi ketika ayah saya meninggal, saya benar-benar kehilangan semangat hidup. Saya sakit, dan saya minum apa saja.”
Kariernya di Milan pun berakhir singkat. Hanya bertahan enam bulan, ia dikembalikan ke Chievo dan kemudian dilepas ke Sassuolo. Dari luar, itu tampak seperti proses transfer biasa. Tapi di dalam dirinya, badai besar belum reda.
Ujian Berat: Kanker yang Mengubah Hidup

Pada Juli 2013, Acerbi kembali dihantam cobaan. Hasil tes medis menunjukkan adanya kanker testis. Tumor tersebut langsung diangkat dan semangatnya sempat kembali. Ia bahkan tampil dalam 13 pertandingan bersama Sassuolo.
Namun, pada Desember 2013, hasil tes doping menunjukkan sesuatu yang mencurigakan. Bukan karena zat terlarang, melainkan karena kanker yang ternyata kambuh. Sebagian besar orang mungkin akan menyerah. Tapi Acerbi memilih melawan.
Ia menjalani serangkaian kemoterapi yang menyakitkan. “Itu dunia penuh penderitaan, tapi juga keberanian,” kenangnya.
Di tengah penderitaan itu, Acerbi justru menemukan makna baru dalam hidup. “Anehnya, tumor itu memberi saya kesempatan kedua. Saya jadi sadar siapa diri saya sebenarnya, dan apa yang benar-benar saya inginkan,” ujarnya.
Bangkit dan Kembali ke Puncak

Musim berikutnya, Acerbi kembali ke lapangan. Namun kini ia tampil bukan hanya sebagai pesepak bola, melainkan sebagai pria yang telah melewati titik terkelam dalam hidupnya.
Selama lima musim di Sassuolo, Acerbi tumbuh menjadi bek tengah yang solid dan konsisten. Kariernya kembali menanjak. Pada tahun 2018, Lazio datang menawarkan tantangan lebih besar. Bersama pelatih Simone Inzaghi, ia menjadi figur penting di lini belakang Biancoceleste.
Ketika Inzaghi kemudian hijrah ke Inter Milan, ia belum melupakan sosok kepercayaannya itu. Pada musim panas 2022, meski banyak yang meragukan, Inzaghi meminta manajemen Inter merekrut Acerbi.
“Inter menunjukkan kepercayaan pada saya soal Acerbi. Saya tahu dia akan membantu kami karena fokus dan keberaniannya luar biasa,” ujar Inzaghi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Prediksi Villarreal vs Ajax 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 19:30
-
Prediksi Real Madrid vs Monaco Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 18:26
LATEST UPDATE
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26






