Profil Joao Pinheiro, Wasit Laga Bayern vs PSG yang Bikin Publik Allianz Arena Ngamuk

Afdholud Dzikry | 7 Mei 2026 04:04
Profil Joao Pinheiro, Wasit Laga Bayern vs PSG yang Bikin Publik Allianz Arena Ngamuk
Pemain Bayern Munchen memprotes keputusan wasit Joao Pinheiro pada leg kedua semifinal Liga Champions, 7 Mei 2026 melawan PSG. (c) AP Photo/Martin Meissner

Bola.net - Sosok Joao Pinheiro mendadak menjadi perbincangan hangat di panggung Liga Champions. Wasit asal Portugal ini menjadi pengadil utama dalam duel leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern Munchen vs PSG. Berlangsung di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB, atmosfer pertandingan sangat panas sejak menit awal dimulai.

Kepemimpinan Joao Pinheiro menjadi bahan pembicaraan hangat bagi banyak pihak. Sang pengadil dituding melakukan serangkaian keputusan yang sangat kontroversial. Hal ini memicu kemarahan besar dari kubu tuan rumah.

Advertisement

Vincent Kompany terlihat sangat emosional di pinggir lapangan. Pelatih Bayern itu tidak puas dengan cara Pinheiro mengatur jalannya laga krusial tersebut. Ia merasa timnya dirugikan pada beberapa momen kunci.

Situasi di lapangan memang sangat panas sejak menit awal. Publik Munich terus memberikan tekanan kepada wasit berusia 38 tahun tersebut. Mereka merasa wasit terlalu berpihak pada tim tamu.

1 dari 3 halaman

Profil dan Jejak Karier Joao Pinheiro

Profil dan Jejak Karier Joao Pinheiro

Reaksi pemain Bayern Munchen setelah wasit Joao Pinheiro tak memberikan penalti saat Joao Neves dianggap handball di kotak penalti pada leg kedua semifinal Liga Champions, 7 Mei 2026. (c) AP Photo/Martin Meissner

Joao Pinheiro merupakan wasit kelahiran 4 Januari 1988 yang sudah lama berkecimpung di sepak bola Portugal. Ia memulai debut profesional di Primeira Liga pada tahun 2015. Saat itu, laga pertamanya adalah pertemuan antara Academica melawan Boavista.

Kariernya melesat cukup cepat di level internasional. Pinheiro resmi masuk dalam daftar wasit FIFA pada tahun 2016. Setahun kemudian, ia dipercaya memimpin laga senior internasional pertamanya antara Brasil menghadapi Panama. Kini, ia sudah menyandang status sebagai wasit kategori elite UEFA.

Pengalamannya di panggung besar sebenarnya sudah cukup teruji. Ia pernah memimpin laga internasional senior antara Brasil melawan Panama pada 2019. Selain itu, ia juga sempat bertugas di Liga Arab Saudi dan Liga Mesir.

Puncaknya, pria berusia 38 tahun ini sempat dipercaya memimpin laga UEFA Super Cup 2025. Saat itu, ia mengawal pertandingan antara PSG melawan Tottenham Hotspur.

Sebelum laga semifinal ini, ia sebenarnya memiliki catatan manis bagi publik Munich. Ia sukses mengawal kemenangan Bayern atas PSV dan Slovan Bratislava dalam dua musim terakhir.

2 dari 3 halaman

Catatan Statistik Pinheiro

Catatan Statistik Pinheiro

Wasit Joao Pinheiro mendapatkan protes keras dari pemain Bayern Munchen di laga leg kedua semifinal Liga Champions melawan PSG, 7 Mei 2026. (c) AP Photo/Martin Meissner

Berdasarkan data statistik, Pinheiro dikenal sebagai wasit yang cukup ringan tangan. Sepanjang musim 2025/2026, ia tercatat sudah memimpin sebanyak 36 pertandingan. Dalam periode tersebut, ia mengeluarkan total 179 kartu kuning.

Angka tersebut menunjukkan ketegasan yang sangat tinggi di lapangan. Ia juga tidak ragu mengeluarkan 10 kartu merah langsung kepada pemain. Selain itu, ada 14 hukuman penalti yang telah ia berikan.

Secara keseluruhan, total penalti yang pernah ia tiup mencapai 147 kali dari 436 laga. Rekor kartu kuningnya pun sangat fantastis, yakni menyentuh angka 1.967 kartu. Catatan ini membuktikan bahwa ia adalah wasit yang sangat disiplin.

Statistik Wasit Pinheiro Musim 2025–2026 menurut data Transfermarkt:

  • Memimpin pertandingan: 36 laga
  • Kartu kuning: 179
  • Kartu merah langsung: 10
  • Kartu merah akibat akumulasi: 4
  • Penalti diberikan: 14

Statistik Karier (Transfermarkt):

  • Memimpin pertandingan: 436 laga
  • Kartu kuning: 1.967
  • Kartu merah langsung: 45
  • Kartu merah akibat akumulasi: 38
  • Penalti diberikan: 147
3 dari 3 halaman

Kontroversi di Allianz Arena

Kontroversi di Allianz Arena

Vitinha mencoba merebut bola dari kaki Harry Kane dalam laga Bayern Munchen vs PSG, Kamis (7/5/2026) (c) AP Photo/Matthias Schrader

Kontroversi pertama muncul saat ia meniup peluit offside untuk Harry Kane pada menit ke-23. Keputusan tersebut dianggap terlalu prematur karena tidak menunggu aba-aba hakim garis. Michael Ballack selaku komentator menyebut tindakan itu sangat fatal bagi peluang Bayern.

Ketegangan makin memuncak pada menit ke-29 terkait insiden Nuno Mendes. Bek PSG tersebut diduga melakukan handball saat sudah mengantongi kartu kuning. Namun, Pinheiro justru menghukum Konrad Laimer atas pelanggaran di momen sebelumnya.

Insiden terakhir yang memicu protes keras adalah dugaan handball Joao Neves di kotak terlarang. Pemain Bayern menuntut penalti karena bola mengenai tangan penggawa PSG itu. Namun, Pinheiro tetap pada pendiriannya untuk membiarkan laga terus berjalan.

Pertandingan di Allianz Arena ini sendiri berakhir dengan skor 1-1. Meskipun gagal menang, PSG berhasil melaju ke final Liga Champions karena unggul agregat 6-5 dan akan menghadapi Arsenal pada 30 Mei 2026 mendatang di Budapest.

LATEST UPDATE