PSG di Ambang Dinasti Baru Eropa, Arsenal Hadapi Misi Nyaris Mustahil di Final Liga Champions

Ari Prayoga | 7 Mei 2026 11:54
PSG di Ambang Dinasti Baru Eropa, Arsenal Hadapi Misi Nyaris Mustahil di Final Liga Champions
Skuad PSG merayakan kelolosan mereka ke final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Matthias Schrader

Bola.net - PSG kembali menunjukkan mengapa mereka kini dianggap sebagai tim paling menakutkan di Eropa. Setelah menyingkirkan Bayern Munchen dengan agregat dramatis 6-5 di semifinal Liga Champions, pasukan Luis Enrique semakin dekat menuju status elite yang selama ini mereka dambakan.

Hasil imbang 1-1 di Allianz Arena pada leg kedua sudah cukup mengantar PSG ke final yang akan digelar di Budapest, Hungaria, akhir bulan ini. Namun skor tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan dominasi yang diperlihatkan klub asal Prancis tersebut sepanjang pertandingan.

Advertisement

PSG tampil superior sejak awal laga. Ousmane Dembele membuka keunggulan cepat pada menit ketiga setelah memanfaatkan aksi individu Khvicha Kvaratskhelia di sisi kiri pertahanan Bayern. Setelah gol itu, Les Parisiens terlihat mengontrol ritme permainan dan berkali-kali membongkar lini belakang tuan rumah.

1 dari 5 halaman

Bayern Kesulitan Imbangi PSG

Bayern Kesulitan Imbangi PSG

Skuad PSG merayakan gol Ousmane Dembele ke gawang Bayern Munchen, Kamis (7/5/2026) (c) AP Photo/Matthias Schrader

Bayern memang sempat menyamakan kedudukan lewat Harry Kane di masa injury time, tetapi secara permainan mereka terlihat kesulitan mengimbangi intensitas dan kualitas serangan PSG.

Jamal Musiala dan rekan-rekannya beberapa kali memperoleh peluang, namun lini belakang PSG yang dikomandoi Marquinhos tampil jauh lebih disiplin dibanding leg pertama.

Secara statistik, duel terlihat seimbang dengan Bayern mencatatkan 18 tembakan dan PSG 15. Akan tetapi, efektivitas serangan menjadi pembeda utama. Setiap kali PSG menyerang, ancaman nyata selalu tercipta.

2 dari 5 halaman

Mesin Serangan PSG Jadi Ancaman Besar Arsenal

Mesin Serangan PSG Jadi Ancaman Besar Arsenal

Ekspresi Ousmane Dembele usai membobol gawang Bayern Munchen, Kamis (7/5/2026) (c) AP Photo/Matthias Schrader

Kini perhatian tertuju pada final kontra Arsenal. Tim asuhan Mikel Arteta dinilai menghadapi tantangan terbesar mereka musim ini karena PSG sedang berada di level permainan yang sulit disentuh klub lain.

Luis Enrique berhasil membentuk tim yang bukan hanya atraktif saat menyerang, tetapi juga solid ketika bertahan. Banyak pengamat mulai membandingkan PSG versi sekarang dengan era emas Barcelona yang diperkuat Lionel Messi, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta.

Performa para pemain depan PSG menjadi alasan utama. Dembele terus tampil luar biasa di fase gugur Liga Champions. Sementara itu, Kvaratskhelia berkembang menjadi sosok sentral dalam skema permainan Enrique.

Winger asal Georgia itu tampil konsisten sepanjang musim dan disebut-sebut sebagai salah satu pemain paling menentukan di kompetisi Eropa musim ini. Selain Kvaratskhelia, PSG juga masih memiliki Desire Doue dan Bradley Barcola yang sama berbahayanya ketika menyerang ruang kosong.

Arsenal diprediksi akan kesulitan mengimbangi kreativitas lini tengah PSG yang dihuni Fabian Ruiz, Joao Neves, dan Vitinha. Trio tersebut tampil dominan dalam penguasaan bola sekaligus mampu menjaga tempo permainan dengan sangat baik.

Declan Rice, Martin Odegaard, dan Martin Zubimendi kemungkinan bakal dipaksa bekerja ekstra keras untuk memutus aliran bola PSG.

3 dari 5 halaman

Pengalaman Jadi Pembeda

Pengalaman Jadi Pembeda

Ekspresi Luis Enrique seusai PSG dinyatakan lolos ke Final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Matthias Schrader

Di atas kertas, Arsenal memang memiliki organisasi permainan yang solid. Namun pengalaman menjadi faktor yang bisa sangat menentukan di partai final nanti.

PSG datang sebagai juara bertahan Liga Champions dan kini berpeluang mempertahankan gelar mereka. Jika berhasil, mereka akan mengikuti jejak Real Madrid sebagai tim yang mampu menjuarai Liga Champions secara beruntun di era modern.

Luis Enrique juga memiliki pengalaman besar di kompetisi ini. Pelatih asal Spanyol tersebut sebelumnya pernah membawa Barcelona menjadi juara Eropa sebelum kini membangun generasi baru PSG.

Sebaliknya, Arteta masih minim pengalaman di level final Eropa sebagai pelatih. Hingga saat ini, trofi mayor terbesar yang pernah ia raih bersama Arsenal hanyalah Piala FA 2020.

Faktor mental juara inilah yang dianggap menjadi keunggulan terbesar PSG.

4 dari 5 halaman

Arsenal Tetap Punya Peluang

Arsenal Tetap Punya Peluang

Selebrasi skuad Arsenal usai memastikan tiket ke final Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Meski PSG lebih difavoritkan, final tetap menyimpan kemungkinan kejutan. Arsenal memiliki kekuatan dalam situasi bola mati melalui racikan Nicolas Jover yang selama ini menjadi senjata andalan mereka.

Kiper PSG, Matvei Safonov, juga dianggap sebagai titik lemah dibanding Gianluigi Donnarumma yang musim lalu tampil impresif. Arsenal bisa mencoba memanfaatkan situasi sepak pojok maupun tendangan bebas untuk memberi tekanan.

Namun jika hanya mengandalkan skema set piece, The Gunners jelas menghadapi risiko besar. PSG saat ini terlihat semakin matang, percaya diri, dan mulai terbiasa dengan tekanan pertandingan besar.

Final di Budapest nanti bukan sekadar perebutan trofi Liga Champions. Bagi PSG, laga tersebut bisa menjadi momen untuk mengukuhkan diri sebagai salah satu tim terbaik Eropa dalam sejarah modern.

Dan bagi Arsenal, itu berarti mereka harus menghentikan tim yang tampak sedang menuju era kejayaan baru.

5 dari 5 halaman

Jadwal Final Liga Champions 2026

Jadwal Final Liga Champions 2026

Trofi Liga Champions diletakkan di atas dudukan sebelum final antara PSG dan Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025 (c) AP Photo/Matthias Schrader
  • PSG vs Arsenal
  • Puskas Arena, Budapest
  • Sabtu, 30 Mei 2026
  • 23:00 WIB
  • Siaran langsung: SCTV, beIN Sports 1
  • Live streaming: Vidio

LATEST UPDATE