Punya Harry Kane, dan 4 Alasan Mengapa Bayern Munchen Akan Singkirkan Celtic di Liga Champions
Editor Bolanet | 10 Februari 2025 16:46
Bola.net - Bayern Munchen akan bertandang ke markas Celtic untuk pertandingan leg pertama playoff fase knockout Liga Champions 2024/2025. Dengan performa, nama besar, dan sejarah yang menguntungkan, Bayern berpeluang besar untuk mengalahkan tim asal Skotlandia itu.
Tim asuhan Vincent Kompany ini memiliki catatan sempurna di Bundesliga sejak sebelum libur musim dingin. Dengan jumlah gol yang fantastis dan pemain bintang seperti Harry Kane, Bayern tampak siap menghadapi tantangan dari Celtic.
Di sisi lain, sejarah pertemuan kedua tim menunjukkan dominasi Bayern. Dengan catatan yang sangat menguntungkan, Bayern berpotensi besar untuk melangkah lebih jauh di kompetisi bergengsi ini.
1. Performa Gemilang Munchen

Bayern Munchen saat ini tengah berada dalam performa terbaik. Mereka telah mencetak 23 gol dalam tujuh pertandingan terakhir di Bundesliga, menunjukkan ketajaman lini serang yang sulit ditandingi.
Michael Olise dan Jamal Musiala turut berkontribusi besar dalam serangan Bayern. Dengan Harry Kane sebagai penyerang utama, Bayern diharapkan mampu menambah catatan gol mereka melawan Celtic.
Meskipun ada beberapa kelemahan di lini belakang, Bayern telah menunjukkan respons yang baik. Setelah kemenangan dramatis 4-3 atas Holstein Kiel, mereka sukses menjaga clean sheet dalam kemenangan 3-0 melawan Werder Bremen.
2. Ketajaman Harry Kane

Harry Kane telah menjadi bintang di Bayern Munchen sejak kedatangannya. Dengan 55 gol dalam 50 penampilan Bundesliga, Kane terus menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang kelas dunia.
Musim ini, Kane sudah mencetak 21 gol, dan ia bertekad untuk mempertahankan gelar pencetak gol terbanyak Bundesliga. Ia melihat pertandingan melawan Celtic sebagai kesempatan untuk menambah gol dan membantu Bayern melaju lebih jauh.
Kane juga sukses mencetak enam gol dalam fase grup Liga Champions. Pertandingan melawan Celtic bisa menjadi momen penting untuk mengejar ketertinggalan dari pencetak gol terbanyak kompetisi saat ini.
3. Rekam Jejak yang Menguntungkan

Bayern Munchen memiliki pengalaman yang sangat baik di Liga Champions. Mereka telah mencapai babak 16 besar setiap musim sejak 2008/09, menunjukkan konsistensi dan daya saing yang tinggi di tingkat Eropa.
Tim ini telah memiliki banyak pemain yang pernah merasakan kemenangan di kompetisi ini. Sementara itu, Celtic belum pernah merasakan pengalaman serupa dalam delapan tahun terakhir di fase knockout Liga Champions.
Bayern juga memiliki keuntungan tambahan karena final Liga Champions tahun ini akan digelar di stadion mereka sendiri. Kesempatan untuk meraih trofi di kandang akan menjadi motivasi tambahan bagi tim.
4. Posisi Nyaman di Klasemen Bundesliga

Pertandingan di Bundesliga menjadi momen penting bagi Bayern. Setelah Bayer Leverkusen hanya meraih hasil imbang melawan Wolfsburg, Bayern kini memiliki keunggulan delapan poin di puncak klasemen.
Keunggulan ini memberi Bayern kebebasan dalam menentukan strategi dan rotasi pemain. Mereka bisa fokus pada pertandingan melawan Celtic tanpa tekanan berlebihan dari kompetisi domestik.
Dengan situasi ini, Kompany dapat lebih leluasa dalam menyiapkan timnya untuk menghadapi Celtic. Kepercayaan diri dari posisi di klasemen akan berdampak positif dalam performa tim.
5. Kenangan Manis Munchen

Sejarah pertemuan menunjukkan bahwa Bayern memiliki keunggulan atas Celtic. Dari 30 pertemuan sebelumnya, Celtic hanya meraih 10 kemenangan, sedangkan Bayern menang 20 kali.
Celtic juga masih teringat kekalahan telak 7-1 dari Borussia Dortmund dalam kunjungan terakhir mereka ke Jerman. Meskipun mereka sempat bangkit dengan kemenangan 3-1 atas RB Leipzig, Bayern tetap menjadi tim yang lebih produktif di Bundesliga.
Dengan Bayern yang mencetak hampir dua kali lipat gol dibandingkan Dortmund musim ini, harapan untuk meraih kemenangan atas Celtic sangat besar. Bayern bertekad untuk melangkah ke babak selanjutnya dan menjaga momentum positif mereka di kompetisi ini.
Sumber: Bundesliga
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
Mengapa UEFA Larang Bayern Munchen Pakai Jersey Home di Liga Champions Musim Ini?
Jamal Musiala Berpotensi Jadi Pemain Terbaik Dunia, Setuju Nggak Nih?
Gol Penalti ke-9 Harry Kane di Bundesliga Musim Ini
Hasil Bayern Munchen vs Werder Bremen: Skor 3-0
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 12-13 Februari 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
LATEST UPDATE
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





