Real Madrid Tak Butuh Keajaiban untuk Singkirkan Bayern Munchen: 15 Gelar UCL jadi Modal

Afdholud Dzikry | 15 April 2026 15:05
Real Madrid Tak Butuh Keajaiban untuk Singkirkan Bayern Munchen: 15 Gelar UCL jadi Modal
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa saat konferensi pers pertandingan perempat final Liga Champions melawan Bayern Munchen, 14 April 2026. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Bola.net - Alvaro Arbeloa menegaskan Real Madrid tidak butuh keajaiban untuk menyingkirkan Bayern Munchen di leg kedua perempat final Liga Champions, Kamis (16/4/2026) dini hari. Meski kalah 1-2 pada leg pertama, ia tetap yakin timnya bisa membalikkan keadaan di Allianz Arena. Keyakinan itu muncul dari pengalaman panjang klub di kompetisi ini.

Arbeloa menilai situasinya tidak sesulit yang dibicarakan banyak orang. Ia melihat timnya dalam kondisi siap, baik secara fisik maupun mental.

Advertisement

Menurutnya, mentalitas menjadi faktor utama. Madrid ingin menunjukkan alasan mereka bisa mengoleksi 15 trofi Liga Champions. Keyakinan itu tidak hanya ada di pemain, tetapi juga dirasakan para pendukung.

Persiapan pun sudah dilakukan untuk menghadapi laga penting ini. Targetnya jelas, menang dan lolos ke semifinal UCL.

1 dari 3 halaman

Identitas Real Madrid Sebagai Penguasa Eropa

Identitas Real Madrid Sebagai Penguasa Eropa

Pemain Real Madrid melakukan sesi latihan tim di Allianz Arena menjelang laga melawan Bayern Munchen di leg 2 perempat final Liga Champions, 15 April 2026. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Real Madrid datang ke Jerman dengan status sebagai pemilik 15 gelar Liga Champions. Arbeloa percaya pengalaman tersebut bisa menjadi pembeda di lapangan.

Ia juga menekankan agar tim tidak merasa tertekan oleh atmosfer kandang lawan. Membalikkan keadaan, menurutnya, sudah menjadi bagian dari identitas klub.

"Pertama-tama, kami adalah Real Madrid. Jika ada tim yang datang ke stadion ini untuk membalikkan keadaan, itu adalah kami," ujar Alvaro Arbeloa.

"Kami adalah tim yang tidak pernah menyerah, tim dengan 15 gelar Eropa. Kami adalah Madrid dan kami akan kembali dengan kebanggaan kami," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Tak Butuh Keajaiban di Munchen

Tak Butuh Keajaiban di Munchen

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Sejumlah pengamat menilai peluang Madrid cukup kecil. Namun, Arbeloa melihatnya berbeda dan merasa timnya punya kesempatan.

Ia menilai leg pertama berjalan cukup seimbang. Bahkan, Madrid nyaris mencetak gol penyeimbang di akhir laga.

Masalah utama ada pada penyelesaian akhir. Hal itu menjadi fokus evaluasi menjelang pertandingan berikutnya.

"Saya tidak melihat bahwa kami perlu melakukan keajaiban apa pun. Jika kami menang kemarin, itu bukanlah hal yang gila," kata Arbeloa.

"Penjaga gawang mereka menjadi pemain terbaik. Kami mampu melakukannya. Tidak ada orang yang mengenal Real Madrid berpikir bahwa kemenangan kami besok adalah sebuah keajaiban," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Respek untuk Bayern

Di sisi lain, Arbeloa tetap menunjukkan respek kepada Bayern Munchen. Ia menyadari lawannya punya kualitas dan pengalaman besar di Eropa.

Karena itu, fokus Madrid diarahkan pada permainan sendiri. Mereka ingin tampil lebih efektif saat mendapatkan peluang.

"Mereka juga tim yang hebat, tim yang bisa menatap mata kami karena sejarah, mentalitas, dan kepribadiannya," ungkap pelatih Real Madrid tersebut.

"Kami harus fokus pada diri kami sendiri, itulah yang penting dan apa yang bisa kami tunjukkan di lapangan," tutup Arbeloa.

LATEST UPDATE