
Bola.net - Arsenal menutup babak pertama final Liga Champions dengan keunggulan tipis 1-0 atas PSG. Namun, bukan hanya skor yang menjadi bahan pembicaraan menjelang dimulainya babak kedua.
Sebuah keputusan wasit tepat sebelum turun minum memicu protes dari para pemain Arsenal. Momen tersebut terjadi ketika The Gunners sedang bersiap melancarkan satu serangan terakhir dari situasi bola mati.
Insiden itu semakin menyita perhatian karena Arsenal dikenal sebagai salah satu tim paling berbahaya di dunia saat mendapatkan kesempatan dari sepak pojok maupun situasi set-piece lainnya.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Arsenal Kecewa Berat dengan Keputusan Wasit

Pertandingan memasuki detik-detik terakhir injury time babak pertama ketika Arsenal berhasil membawa bola masuk ke area pertahanan PSG. Upaya tersebut berujung pada hadiah sepak pojok di sisi kanan lapangan.
Bukayo Saka kemudian berjalan menuju titik sepak pojok dan menempatkan bola untuk mengirimkan umpan terakhir ke dalam kotak penalti. Arsenal tampak siap memanfaatkan peluang tersebut sebelum jeda.
Namun, sebelum Saka sempat mengangkat kepala untuk mencari rekan setimnya di area penalti, wasit justru meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.
Keputusan itu langsung memancing reaksi keras dari para pemain Arsenal. Mereka terlihat tidak puas karena kehilangan kesempatan terakhir untuk mengancam gawang PSG.
Sepak Pojok Arsenal Memang Sangat Berbahaya
Kekecewaan Arsenal bukan tanpa alasan. Tim asuhan Mikel Arteta dikenal sebagai salah satu tim paling mematikan dari situasi bola mati dalam beberapa musim terakhir.
Arsenal telah mengubah set-piece menjadi salah satu senjata utama mereka. Sepanjang musim, mereka mencetak 25 gol dari berbagai situasi bola mati di semua kompetisi.
Catatan tersebut termasuk rekor 19 gol yang lahir langsung dari sepak pojok dalam kompetisi domestik. Angka itu menunjukkan betapa berbahayanya Arsenal ketika mendapatkan kesempatan mengirim bola ke kotak penalti lawan.
Dengan kehadiran pemain-pemain kuat dalam duel udara seperti Gabriel Magalhaes dan William Saliba, umpan sepak pojok dari Saka selalu menjadi ancaman serius. Karena itu, hilangnya peluang terakhir sebelum jeda dianggap bisa menjadi momen penting dalam pertarungan memperebutkan gelar juara Eropa.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 4 September 2026 05:16Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
-
Liga Inggris 3 September 2026 19:00Terungkap, Bintang Arsenal Ini Nyaris Gabung Manchester United di Musim Panas 2026
-
Liga Eropa Lain 3 September 2026 09:51Prediksi PSG vs Monaco 5 September 2026
-
Liga Inggris 2 September 2026 21:01Reiss Nelson Memulai Hidup Baru Tanpa Arsenal
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 4 September 2026 13:29Xabi Alonso Siapkan Perubahan pada 2 Sektor Chelsea untuk Hadapi Arsenal
-
Liga Italia 4 September 2026 13:20Dusan Vlahovic Akhirnya Ungkap Alasan di Balik Kepergiannya dari Juventus
-
Liga Italia 4 September 2026 13:12Ruben Amorim Berpeluang Cetak Sejarah di Laga Juventus vs Milan
-
Bola Indonesia 4 September 2026 13:10Link Nonton Siaran Langsung Arema FC vs Insenmulang FC di Indosiar dan Vidio
-
Lain Lain 4 September 2026 12:38KapanLagi Book Club Gelar Silent Reading di Tengah Karya Seni Museum MACAN
BERITA LAINNYA
-
champions 28 Agustus 2026 19:00Dear Manchester United, Bayern Munchen Rindu Kalian!
-
champions 28 Agustus 2026 13:51Inter Milan Tetap Berani Bermimpi di Liga Champions meski Hadapi Lawan Berat
-
champions 28 Agustus 2026 11:49Barcelona di Liga Champions: Reuni dan Misi Balas Dendam
-
champions 28 Agustus 2026 11:42Liga Champions Jadi Ujian Terbesar Manchester United Era Carrick
-
champions 28 Agustus 2026 11:36Liverpool Dapat Undian Bagus di Liga Champions, Ini Alasannya
SOROT
-
Liputan6 4 September 2026 12:42Nestapa Pasar Pondok Labu, Kios Mati Suri Bikin Pedagang Merana
-
Liputan6 4 September 2026 12:13Tekan Polusi, 4.000 Liter Air Disemprotkan di Rasuna Said-Mampang
-
Liputan6 4 September 2026 11:32Cerita Penumpang Menunggu Nyaris 1 Jam Imbas Gangguan KRL di Jakarta Kota
-
Liputan6 4 September 2026 10:58Kasus Suap Proyek Rejang Lebong, KPK Periksa Anggota DPRD Kota Bengkulu
-
Liputan6 4 September 2026 10:14Commuter Line Jakarta Kota-Bogor Kembali Normal
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340302/original/080149000_1788500555-Pasar-Pondok-Labu-sepi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339813/original/043317800_1788429733-IMG-20260903-WA0058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340274/original/092963800_1788498798-1001060731.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340235/original/001402400_1788496370-WhatsApp_Image_2026-09-04_at_10.48.11.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340173/original/094270100_1788491671-WhatsApp_Image_2026-09-04_at_10.08.57.jpeg)
