Review: Kala Sampdoria Merana!
Editor Bolanet | 19 Agustus 2010 10:05
Di laga leg pertama yang dimainkan di Weeser Stadium wakil Jerman itu berhasil mengantungi modal positif atas wakil Italia, Il Samp. Skor 3-1 berhasil tercipta dalam laga ini, keempat gol semua tercipta di babak kedua.
Sampdoria tampak begitu canggung bermain di Liga Champions, ajang yang masih begitu asing setelah lama tak lagi beredar di ajang ini, pada babak pertama semua berjalan masih begitu baik bagi mereka, bahkan Giampaolo Pazzini sempat menjebol gawang tuan rumah.
Namun sayangnya gol tersebut tidak disahkan oleh sang pengadil, karena dianggap telah terlebih dahulu terjebak situasi off side, sementara Claudio Pizzaro juga belum mampu menjebol gawang Sampdoria setelah sepakannya hanya membentur tiang gawang.
Babak pertama skor kaca mata bagi kedua tim, namun semuanya berubah setelah laga memasuki babak kedua, tepatnya di menit ke-52, Bek Bremen, Clemens Fritz, melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti.
Dirinya memanfaatkan kesalahan lini belakang bek Il Samp, yang ceroboh mengoper bola, menjadi gol pemecah kebuntuan di partai ini, di sinilah nampak mental wakil Italia mulai goyah.
Tidak lama kemudian Bremen mendapatkan hadiah penalti, Stefano Lucchini diganjar kartu kuning kedua setelah menarik kaos salah satu pemain Bremen yang menyambut sepak pojok, Sampdoria pun harus berjuang hanya dengan 10 pemain.
Eksekusi penalti diambil oleh Torsten Frings dengan begitu sempurna menit ke-67, tidak cukup sampai di situ Il Samp kembali harus memungut bola dari jala gawangnya selang menit 2 kemudian.
Dari sebuah skema serangan tik-tak yang cepat, barisan rapat Sampdoria bisa ditembus kerja sama Claudio Pizzaro dan Hugo Almeida, Pizzaro menuntaskannya dengan sepakan yang mudah untuk membawa Bremen unggul 3 gol bersih.
Asa Sampdoria sedikit terjaga setelah di menit akhir jelang laga usai, satu gol tandang berhasil mereka bawa pulang ke Italia, kali ini Gol Giampaolo Pazzini tak lagi dianulir.
Dengan agregat ini praktis Sampdoria harus bekerja ekstra keras di leg kedua, setidaknya mereka harus menang selisih dua gol bersih jika ingin lolos, jika tak mampu melakukannya Bremen hanya tinggal menapakkan satu kakinya lagi untuk melaju ke babak berikutnya. (afp/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Thomas Tuchel Jauhkan Inggris dari Label Favorit Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 10 Juni 2026, 14:12
-
Top Skor Sepanjang Masa Timnas Inggris: Harry Kane Ungguli Wayne Rooney
Piala Dunia 10 Juni 2026, 14:03
-
Piala Dunia 2026: Korea Selatan Bidik Awal Sempurna Saat Hadapi Ceko
Piala Dunia 10 Juni 2026, 13:46
-
Senegal Klarifikasi Video Pemeriksaan Keamanan Bandara di AS yang Viral
Piala Dunia 10 Juni 2026, 12:38
-
Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
Liga Italia 10 Juni 2026, 12:37
-
Merasa Sedang Prime, Harry Kane Bidik Trofi Piala Dunia Bersama Inggris
Piala Dunia 10 Juni 2026, 12:08
-
Benfica Resmi Lepas Jose Mourinho ke Real Madrid
Liga Spanyol 10 Juni 2026, 11:55
LATEST EDITORIAL
-
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
Editorial 10 Juni 2026, 13:24
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59









