Sama Seperti Era Di Matteo: Chelsea Ganti Pelatih Lalu Juara UCL!
Richard Andreas | 30 Mei 2021 07:57
Bola.net - Chelsea sepertinya punya jalan sendiri untuk menjuarai Liga Champions. Dua trofi UCL Chelsea sejauh ini diraih dengan cara yang sama: pergantian pelatih di tengah musim dan jadi juara di akhir musim.
Teranyar, Minggu (30/5/2021), Chelsea menundukkan Manchester City dengan skor tipis 1-0 di final UCL 2020/21. Gol semata wayang Chelsea dicetak oleh Kai Havertz di ujung babak pertama.
Trofi UCL ini jadi persembahan terbaik Tuchel sebagai pelatih baru. Dia tiba menggantikan Frank Lampard pada Januari 2021 lalu dan kini bisa menuntun timnya sampai juara Liga Champions.
Menariknya, skenario Tuchel ini sama persis dengan trofi UCL pertama Chelsea di era Roberto Di Matteo beberapa tahun silam.
Era Di Matteo
Di tahun 2012, Chelsea mewujudkan mimpi meraih gelar Liga Champions pertama mereka. Skuad senior The Blues dituntun Roberto Di Matteo si caretaker.
Kala itu, Di Matteo ditunjuk sebagai pengganti Andre Villas-Boas yang dipecat di pertengahan musim. Keputusan Chelsea ini sempat diragukan, mengingat kualitas Di Matteo belum terbukti.
Sebelumnya Di Matteo hanyalah asisten Villas-Boas, dia diangkat jadi pelatih utama pada Maret 2012, tapi hanya sebagai caretaker. Artinya, hanya tersisa dua bulan musim itu untuk Di Matteo bekerja.
19 Mei 2012, Di Matteo menuntun Chelsea menjuarai final Liga Champions dengan mengalahkan Bayern Munchen lewat adu penalti. Inilah cerita menarik gelar UCL pertama Chelsea.
Terulang bersama Tuchel
Kini, skenario yang sama terulang bersama Tuchel. Chelsea memecat Lampard di bulan Januari 2021 dan menunjuk Tuchel sebagai pengganti beberapa saat setelahnya.
Hasilnya di luar dugaan, performa Chelsea terus melonjak dan berhasil sampai ke dua final. Mereka gagal di FA Cup, tapi terbukti berhasil juara di Liga Champions.
Chelsea juara dengan pertahanan tangguh dan lini serang yang tahu caranya memaksimalkan peluang.
The Blues juara dengan cara mereka: Pergantian pelatih, bangkit, lalu juara UCL.
Sumber: Bola
Baca ini juga ya!
Cerita Tentang Sepatu Thomas Tuchel: Dari Bos PSG untuk Bawa Chelsea Juara Liga Champions
Nelangsa, Duo Manchester Sama-Sama Gagal di Final!
Man of the Match Manchester City vs Chelsea: N'Golo Kante
Pep Guardiola Bantah Salah Pilih Starting XI di Final Liga Champions
Azpilicueta: Setelah Final Liga Champions, Kai Havertz Akan menjadi Superstar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Dukungan buat Trent Alexander-Arnold untuk Kembali ke Liverpool
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:32
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




