Serba-serbi Kisah Paris Saint-Germain yang Gagal Melulu di Liga Champions
Abdi Rafi Akmal | 10 Maret 2023 16:44
Bola.net - Satu impian besar Paris Saint-Germain sejak dikuasai investor Qatar pada 2011, yaitu menjadi jawara Eropa dengan menjuarai Liga Champions. Namun satu dekade lebih berlalu, PSG masih sulit mewujudkannya, meski dengan bantuan finansial kuat.
Ambisi besar itu terjadi pada musim panas 2012. Itu adalah kali pertama Paris Saint-Germain melalukan belanja gila-gilaan. Mereka mendatangkan Carlo Ancelotti saat itu.
Bintang-bintang besar pun berhasil digaet untuk pindah ke ibu kota Prancis pada tahun tersebut. Sebut saja Zlatan Ibrahimovic, Thiago Motta, Thiago Silva, dan beberapa pemain dengan nama besar lain berhasil digaet PSG.
Tradisi mendatangkan pemain bintang dengan harga mahal itu terus dilakukan Paris Saint-Germain. Puncak dari kebiasaan yang sebenarnya kurang sehat itu terjadi pada musim panas 2017.
Saat itu Les Parisiens membayar 222 juta kepada Barcelona untuk mendapatkan Neymar. Itu setara dengan Rp3,5 triliun. Sampai saat ini rekor itu belum terpecahkan oleh klub manapun.
Tak Berkutik di Eropa
Tentu ada tujuan besar di balik dana besar yang mengalir ke Paris Siang-Germain. Klub yang berdiri pada 1970 itu ingin menjadi penguasa baru baik di Prancis maupun di Eropa.
Di kompetisi domestik Prancis, PSG sulit untuk ditandingi. Sejak 2011 ada 29 gelar juara di level domestik yang berhasil diraih Les Prisiens. Itu termasuk delapan gelar Ligue 1.
Namun, prestasi Paris Saint-Germain di Eropa sangat jauh dari kata memuaskan. Mereka hanya sekali menembus final sejak 2011. Itu terjadi pada musim 2019/2020.
Sialnya pada laga final itu Neymar dkk kalah tipis 0-1 dari Bayern Munchen. PSG gagal meraih gelar juara pertama mereka pada ajang tersebut. Sementara Bayern saat itu mampu meraih gelar keenam mereka.
Terbaru, PSG kembali gagal berbicara banyak di ajang Liga Champions 2022/2023. Mereka disingkirkan Bayern Munchen di babak 16 besar.
Buang Banyak Uang
Kegagalan demi kegagalan Paris Saing-Germain di Liga Champions tentu sangat menyedihkan. Mereka sudah mengeluarkan uang dengan jumlah yang sangat besar sejak 2011.
Lebih dari Rp20 triliun sudah dikeluarkan PSG sejak mereka diambil alih oleh Qatar sekitar 12 tahun lalu. Dengan catatan itu hanya jumlah uang yang dikeluarkan untuk transfer pemain.
Belum lagi dana yang mereka keluarkan untuk memberikan gaji kepada para pemain bintang itu. Zlatan Ibrahimovic, Edinson Cavani, Angel Di Maria, Neymar, Kylian Mbappe, Lionel Messi, serta banyak pemain bintang yang lain tentu tidak memiliki gaji yang murah.
PSG juga tentu mengeluarkan banyak uang untuk menggaji deretan pelatih dengan nama besar yang perenah mereka pekerjakan. Sebut saja Carlo Ancelotti, Laurent Blanc, Thomas Tuchel, Mauricio Pochettino, dan beberapa nama yang lain.
Kylian Mbappe
Kylian Mbappe bisa dikatakan menjadi bintang Paris Saint-Germain saat ini. Kontribusi Mbappe memang luar biasa sejak pindah ke klub tersbeut pada 2017.
Namun, PSG melakukan kesalahan besar dengan tetap mempertahankan Mbappe. Padahal pemain satu itu sempat menolak tawarran kontrak baru dari Les Parisiens pada 2022.
Mbappe pun saat itu disebut sangat dekat untuk bergabung dengan Real Madrid. Namun, pemain berusia 24 tahun itu berubah pikiran karena mendapatkan kontrak yang nilainya sangat fantastis.
Banyak pihak yang menyebut Mbappe juga mendapatkan banyak keistimewaan dalam kontrak baru tersebut. Kondisi itu tentu tidak ideal bagi sebuah tim.
Hal beberapa kali terlihat. Neymar dan Lionel Messi bahkan tampak kurang akrab dengan penyerang Timnas Prancis tersebut.
Cuci Gudang!
Dana puluhan triliun rupiah sudah dikeluarkan PSG. Namun, sampai saat ini trofi Si Kuping Besar yang mereka dambakan belum juga terwujud.
PSG tampaknya harus mencoba cara yang lain. Mereka harus mulai berpikir untuk bersih-bersih. Sosok-sosok yang ada di skuad mereka saat ini harus dilepas pada musim panas 2023.
Lionel Messi dan Sergio Ramos tampak sudah tidak punya gairah yang terlalu tinggi untuk bermain di level klub. Sementara Neymar kerap diterpa cedera. Pemain Brasil itu juga tak bisa mengangkat performa PSG.
Kemudian ada Marco Verratti yang sudah terlalu lama memperkuat klub tersebut. PSG juga perlu kembali mempertimbangkan untuk melepas Kylian Mbappe jika ada tawaran yang cepat.Christope Galtier juga sepertinya harus siap-siap mencari pekerjaan baru.
Pemain Akademi
PSG sebenarnya bisa memulai hidup baru dengan kebijakan transfer yang lebih ketat. Mereka juga bisa mengandalkan para pemain lulusan akademi yang sebenarnya punya potensi yang bagus.
Di musim ini ada beberapa pemain muda PSG yang sebenarnya tampil menjanjikan. Sebut saja Ismael Gharbi, Warren Zaire-Emery, dan El Chadaille Bitshiabu.
Selain itu, lulusan akademi pemain muda PSG juga banyak yang saat ini menyebar ke klub lain. Sebut saja Kingsley Coman, Miike Maignan, Jonathan Ikone, dan banyak lagi yang lain.
Rekor PSG di Liga Champions Sejak Dikuasai Qatar
- 2011/2012: babak grup
- 2012/2013: perempat final
- 2013/2014: perempat final
- 2014/2015: perempat final
- 2015/2016: perempat final
- 2016/2017: babak 16 besar
- 2017/2018: babak 16 besar
- 2018/2019: babak 16 besar
- 2019/2020: runner-up
- 2020/2021: semifinal
- 2021/2022: babak 16 besar
- 2022/2023: babak 16 besar
Disadur dari: Bola.com/Hery Kurniawan/Wiwig Prayugi
Dipublikasikan pada: 10 Maret 2023 pukul 13.45 WIB
Baca Juga:
- Yann Sommer Berutang Satu Truk Cokelat Swiss kepada Matthijs de Ligt
- Lionel Messi Prioritaskan Bertahan di Paris Saint-Germain
- Nasib Messi, Mbappe, dan Galtier di PSG Berada di Ujung Tanduk Usai Proyek Liga Champions Kandas
- Gianluigi Donnarumma Harusnya Belajar dari Mike Maignan Soal Rasa Cinta untuk Klub
- 3 Alasan Bayern Munchen Tidak Bakal Kesulitan Singkirkan Paris Saint-Germain dari Liga Champions: Me
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06



