Statistik Brutal yang Bongkar Rapuhnya Barcelona Racikan Hansi Flick di Liga Champions
Gia Yuda Pradana | 28 November 2025 04:14
Bola.net - Barcelona baru saja menelan pil pahit, takluk 0-3 dari Chelsea di Stamford Bridge. Kekalahan itu membuat posisi mereka di Liga Champions kian mengkhawatirkan. Barcelona kini harus meraih kemenangan dalam tiga laga tersisa demi menjaga peluang finis delapan besar dan lolos langsung ke babak 16 besar.
Situasi ini menjadi kemunduran tajam bagi Barcelona mengingat mereka musim lalu mampu finis di peringkat kedua pada fase liga. Akan tetapi, performa musim ini menunjukkan penurunan signifikan, terutama dalam aspek yang sebelumnya menjadi fondasi keberhasilan mereka.
Pertanyaan besar pun muncul: apa yang berubah? Mengapa Barcelona yang biasanya stabil kini tampak mudah goyah? Jawabannya tersimpan dalam sebuah statistik yang menggambarkan betapa rapuhnya Blaugrana racikan Hansi Flick—khususnya saat laga tandang di Eropa.
Statistik yang Menggambarkan Krisis Barcelona

Menurut laporan Mundo Deportivo, ada satu angka yang merangkum problem Barcelona di bawah Flick: 24 gol kebobolan dalam 10 pertandingan tandang Liga Champions. Angka tersebut tidak hanya terbatas pada musim ini, tetapi mencerminkan seluruh periode Flick menangani Barcelona di kompetisi elite Eropa.
Statistik itu menegaskan betapa mudahnya Barcelona ditembus saat menjalani laga di luar kandang. Di kandang mereka tampil tangguh, tapi begitu melangkah ke stadion lawan, struktur pertahanan mereka sering kali runtuh. Barcelona mampu mencetak gol, tetapi pertahanan mereka tidak pernah benar-benar mampu menahan tekanan lawan.
Pada musim pertama Flick, Barcelona kebobolan dua gol masing-masing dalam lawatan ke Monaco dan Belgrade. Situasi makin buruk ketika menghadapi lawan kelas atas. Borussia Dortmund mencetak empat gol pada Desember, kemudian menambah tiga lagi pada pertemuan April. Bahkan ketika Barcelona menang—seperti saat hasil liar 5-4 melawan Benfica di Lisbon—mereka tetap kemasukan empat gol.
Entah menghadapi raksasa Eropa maupun tim yang lebih 'bersahabat' seperti Newcastle atau Club Brugge, Barcelona selalu memberi ruang bagi lawan untuk menciptakan peluang emas. Kelemahan mereka terjadi berulang dan nyaris tanpa perbaikan berarti.
Masalah terbesar bukan hanya soal jumlah kebobolan, tetapi cara Barcelona kehilangan kendali pertandingan. Di laga tandang, mereka kesulitan mengatasi transisi cepat, gagal menjaga area penalti, serta sulit keluar dari tekanan intens. Flick memang membawa pendekatan progresif, tapi struktur tim ketika tidak menguasai bola sering kali runtuh.
Masalah Struktural dan Peluang Barcelona untuk Bangkit

Kerapuhan Barcelona di luar kandang ini menjadi cermin bahwa mereka masih belum menemukan formula ideal untuk Liga Champions. Bermain tandang menuntut kecermatan bertahan, kemampuan mengelola ritme, dan ketenangan dalam tekanan—tiga hal yang belum dimiliki Barcelona sejak Flick tiba.
Namun, Barcelona belum menekan tombol panik. Mereka menaruh harapan pada skenario kebangkitan seperti yang dilakukan PSG musim lalu. Barcelona percaya bahwa dengan perbaikan organisasi permainan dan efisiensi di momen krusial, peluang mereka untuk bangkit masih terbuka meskipun jalannya semakin terjal.
Tantangan kini sangat jelas: Barcelona harus tampil sempurna dalam tiga laga tersisa. Tugas itu berat, tetapi bukan tidak mungkin. Flick dan para pemainnya harus segera menemukan keseimbangan antara intensitas menyerang dan ketangguhan defensif. Jika tidak, perjalanan mereka di Liga Champions musim ini bisa berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Barcelona berada dalam situasi yang pahit. Statistik telah mengungkap kelemahan mereka, tetapi keputusan dan respons atas statistik tersebut akan menentukan arah musim ini.
Sumber: Mundo Deportivo, Barca Universal
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Transformasi Trent Alexander-Arnold: Bagaimana Real Madrid Mulai Menemukan Versi Terbaiknya
- Mengapa Crystal Palace vs Man United Punya Jadwal Kick-off Tak Biasa? Fakta, Alasan, dan Dampaknya
- Chelsea vs Arsenal: 4 Pertanyaan Penting yang Harus Dicari Jawabannya oleh Maresca
- AC Milan Bidik Peluang Baru: Romano Ungkap Potensi Transfer Striker Borussia Dortmund
- AFC Setujui dengan Syarat: Laga AC Milan vs Como di Australia Semakin Dekat ke Kenyataan
- Kenan Yildiz Jadi Katalis Penting, tapi Kemenangan Juventus Tak Ditentukan Seorang Diri
- Mental Naik, Performa Terangkat: Juventus Mulai Menemukan Ritmenya
- Juventus Tanpa Vlahovic di Laga Kontra Bodo/Glimt: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
- This is Arsenal: Pemuncak Klasemen Premier League dan Liga Champions
- Bedah Keterpurukan Liverpool: Taktik Slot Terbaca, Mohamed Salah dan Virgil van Dijk Habis?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Arsenal vs Chelsea 1 Maret 2026
Liga Inggris 28 Februari 2026, 12:50
-
Michael Carrick Belum Punya Jadwal Pasti Kembalinya Matthijs de Ligt
Liga Inggris 28 Februari 2026, 12:31
-
Prediksi Babak 16 Besar Liga Champions: Real Madrid Singkirkan Man City?
Liga Champions 28 Februari 2026, 12:01
-
Jalur Barcelona Menuju Final Liga Champions 2025/26
Liga Champions 28 Februari 2026, 11:41
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Inter vs Genoa: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Italia 28 Februari 2026, 17:31
-
Yamaha Indonesia Resmi Umumkan Kalender Balap Yamaha One Make Race 2026
Otomotif 28 Februari 2026, 17:20
-
Tempat Menonton Leeds United vs Man City: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 28 Februari 2026, 17:01
-
Klasemen Pembalap Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026
Otomotif 28 Februari 2026, 16:59
-
Persaingan 4 Besar Liga Inggris: King MU Makin gacor, Liverpool Bakal tak lolos UCL?
Liga Inggris 28 Februari 2026, 16:49
-
Tempat Menonton Barcelona vs Villarreal: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Spanyol 28 Februari 2026, 16:31
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 28 Februari - 1 Maret 2026
Liga Inggris 28 Februari 2026, 16:28
-
Jadwal Serie A Pekan Ini Live di ANTV dan Vidio, 28 Februari - 3 Maret 2026
Liga Italia 28 Februari 2026, 16:27
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 28 Februari 2026, 16:25
-
Davide Tardozzi Kritik FIM Stewards Soal Penalti Marc Marquez di Sprint MotoGP Thailand 2026
Otomotif 28 Februari 2026, 16:15
-
Tempat Menonton Liverpool vs West Ham: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 28 Februari 2026, 16:01
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 28 Februari 2026, 15:59
-
Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Sprint Race Grand Prix Thailand di Buriram
Otomotif 28 Februari 2026, 15:52
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21



