Tak Hanya AC Milan, Siapa Saja Klub yang Pernah Kena Sanksi Berat dari UEFA di Liga Europa?
Editor Bolanet | 22 Juni 2025 07:39
Bola.net - Kompetisi Eropa seperti Liga Champions dan Liga Europa merupakan salah satu panggung paling bergengsi bagi klub-klub di benua biru. Berkompetisi di ajang ini adalah sebuah impian dan juga pembuktian kualitas bagi banyak tim.
Namun, tidak semua klub yang berhasil lolos kualifikasi bisa merasakan gemerlapnya kompetisi ini. Badan sepak bola Eropa, UEFA, ternyata memiliki catatan panjang dalam menjatuhkan sanksi berat.
Pelanggaran yang dilakukan beragam, mulai dari kasus match fixing hingga masalah finansial. Beberapa klub besar bahkan harus menerima konsekuensi berat atas kesalahan mereka.
Tidak hanya klub, dua negara juga pernah dilarang berpartisipasi di Euro sejak turnamen dimulai tahun 1960. Sementara itu, empat klub mendapat larangan tampil di Liga Champions.
Europa League sebagai kompetisi kedua UEFA pun tak luput dari sanksi tegas. Lantas, siapa sajakah klub-klub tersebut dan apa 'dosa' besar yang telah mereka lakukan hingga harus menerima hukuman berat dari UEFA?
Berikut adalah kisah di balik sanksi yang pernah menggemparkan Eropa.
Dosa Pengaturan Skor dan Sanksi Terberat
Salah satu pelanggaran paling serius yang tidak bisa ditolerir oleh UEFA adalah praktik pengaturan skor. Beberapa klub harus merasakan hukuman berat akibat terlibat dalam skandal kelam ini.
Dua raksasa Turki, Besiktas dan Fenerbahce, pernah menjadi korbannya. Besiktas dilarang tampil selama satu tahun pada 2013, sementara Fenerbahce menerima sanksi yang lebih berat, yakni dua tahun.
Hukuman paling mengerikan dijatuhkan kepada klub asal Albania, Skenderbeu, pada tahun 2018. Mereka dilarang berpartisipasi di semua kompetisi UEFA selama 10 tahun dan denda 1 juta Euro akibat terbukti terlibat dalam aktivitas pengaturan skor.
Masalah Finansial yang Berujung Petaka
Selain pengaturan skor, kesehatan finansial juga menjadi syarat mutlak bagi setiap klub. Raksasa Italia, AC Milan, pernah merasakan betapa ketatnya aturan Financial Fair Play (FFP).
Mereka harus rela absen dari Liga Europa musim 2019/2020 akibat melanggar aturan FFP. Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) saat itu dengan tegas menyatakan sanksi mereka.
"AC Milan dikecualikan dari kompetisi klub UEFA untuk musim olahraga 2019-2020," demikian pernyataan dari CAS kala itu.
Klub-klub lain seperti Malaga dari Spanyol dan Dnipro dari Ukraina juga pernah mengalami nasib serupa. Mereka dihukum karena berbagai masalah finansial, mulai dari utang yang belum dibayar hingga neraca keuangan yang tidak sehat.
Pelanggaran Aturan Pemain dan Lainnya
Memainkan pemain yang tidak sah juga merupakan pelanggaran serius di mata UEFA. Klub asal Swiss, FC Sion, harus menerima konsekuensi pahit saat diusir dari Liga Europa musim 2011/2012.
Hukuman tersebut dijatuhkan karena mereka nekat memainkan pemain yang direkrut saat klub masih dalam masa sanksi larangan transfer dari FIFA. Keputusan ini membuat lawan mereka, Celtic, mendapatkan kembali tempat di kompetisi.
Selain itu, klub seperti Rangers dari Skotlandia juga pernah dilarang berkompetisi. Mereka tidak dapat memenuhi tenggat waktu penyerahan laporan keuangan yang diwajibkan oleh UEFA saat klub berada dalam status administrasi.
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
- Granit Xhaka Sepakat Gabung AC Milan
- Kabar Transfer Milan: Formula Perekrutan Granit Xhaka Ditolak Bayer Leverkusen, Kenapa?
- Bos Como Asal Indonesia Siapkan Dana Rp1,8 Triliun untuk Belanja, Morata Jadi Target Utama di Musim Panas 2025
- Babak Baru Karir Rafael Leao: Pindah ke Jerman bersama Bayern Munchen?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Pisa: Tomori Comeback, Leao Cadangan?
Liga Italia 13 Februari 2026, 22:29
-
Live Streaming Pisa vs Milan - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 13 Februari 2026, 19:45
-
Prediksi Pisa vs Milan 14 Februari 2026
Liga Italia 13 Februari 2026, 13:11
-
Hasil Drawing UEFA Nations League: Inggris Satu Grup dengan Spanyol dan Kroasia!
Piala Eropa 13 Februari 2026, 10:31
-
Liverpool Bidik Christian Pulisic untuk Perkuat Sisi Sayap
Liga Inggris 12 Februari 2026, 21:15
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Inter vs Juventus: Piotr Zielinski
Liga Italia 15 Februari 2026, 06:35
-
Hasil Liverpool vs Brighton: Mohamed Salah Bikin Gol dan Assist, The Reds Berjaya
Liga Inggris 15 Februari 2026, 05:35
-
Rekap Daftar Tim yang Lolos ke Babak Kelima FA Cup 2025/2026
Liga Inggris 15 Februari 2026, 05:31
-
Man of the Match Real Madrid vs Real Sociedad: Vinicius Junior
Liga Spanyol 15 Februari 2026, 05:09
-
Hasil Inter vs Juventus: Drama 5 Gol & 1 Kartu Merah, Nerrazurri Tekuk Bianconeri
Liga Italia 15 Februari 2026, 05:03
-
Menang di FA Cup: Manchester City Ukir Sejarah Baru dan Patahkan Catatan Lama Liverpool
Liga Inggris 15 Februari 2026, 04:45
-
Cristiano Ronaldo Bisa Terus Bermain Selama yang Dia Mau!
Piala Dunia 15 Februari 2026, 04:15
-
Wah! Kalah Telak dari Atletico Buat Pemain Barcelona Ragukan Taktik Hansi Flick
Liga Spanyol 15 Februari 2026, 04:00
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 15 Februari 2026
Voli 15 Februari 2026, 04:00
-
Matheus Cunha Soal Challenge Potong Rambut Fans Man United: Tidak Peduli!
Liga Inggris 15 Februari 2026, 03:30
-
Catat Tonggak Bersejarah: Harry Kane Tembus 500 Gol Karier!
Bundesliga 15 Februari 2026, 03:00
-
Prediksi Napoli vs Roma 16 Februari 2026
Liga Italia 15 Februari 2026, 02:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00

