Vitinha dan Simfoni Indah di Lini Tengah PSG
Asad Arifin | 2 Juni 2025 16:37
Bola.net - Musim 2024/2025 menjadi panggung bagi banyak pemain bintang di Liga Champions, terlebih bagi sang juara, PSG. Namun, di balik gemerlap sorotan gol dan selebrasi, ada satu nama yang bersinar dengan cara berbeda yakni Vitinha.
Vitinha bergabung dengan PSG pada awal musim 2022/2023. Saat itu, kepindahannya tidak banyak mengundang euforia. Maklum, sebelumnya ia sempat menjalani masa peminjaman di Wolverhampton sebagai pemain pelapis sebelum bersinar kembali bersama FC Porto.
Namun di Paris, Vitinha bukan sekadar menjalankan peran sebagai gelandang. Ia menjadi pengatur ritme permainan, layaknya konduktor orkestra. Tanpa tongkat, hanya dengan sentuhan kaki, pandangan tajam, dan naluri permainan yang matang, ia mengatur alur serangan Les Parisiens.
Dalam tekanan tinggi dan intensitas cepat khas Liga Champions, Vitinha tetap tampil kalem. Dari ketenangan itulah PSG menemukan harmoni dalam permainan mereka. Meski tidak setenar Desire Doue atau Ousmane Dembele, ia adalah otak dari segalanya.
Simfoni Sempurna di Final

Final Liga Champions musim ini mempertemukan PSG dengan Inter Milan. Di laga sebesar itu, Vitinha menampilkan performa terbaiknya, sebuah simfoni indah dalam bentuk sepak bola.
Gol pembuka PSG lahir dari orkestrasi brilian sang gelandang. Melalui umpan presisi, ia menemukan Desire Doue di sisi kiri pertahanan Inter. Doue lantas mengirim assist manis yang disambut Achraf Hakimi untuk mengubah skor.
Gol ketiga PSG pun tak lepas dari peran Vitinha. Ia kembali menjadi inisiator serangan, kali ini juga diakhiri oleh Doue. Dari awal pergerakan hingga terciptanya gol, semua bermula dari kecerdasan Vitinha membaca ruang dan waktu.
Dia memang bukan pencetak gol, bukan pula langganan headline. Tapi dialah penggerak utama, sang dalang yang menghidupkan permainan.
Angka Tak Pernah Bohong

Musim ini, Vitinha mencatatkan diri sebagai pemain dengan jumlah umpan sukses terbanyak di Liga Champions, 1.294 kali, berdasarkan data Squawka. Ia hanya terpaut enam umpan dari rekor sepanjang masa milik legenda Barcelona, Xavi Hernandez (1.299) pada musim 2012/2013.
Lebih impresif lagi, tingkat akurasi umpannya mencapai 93,63 persen. Dalam kompetisi seketat dan seintens Liga Champions, angka itu mencerminkan kualitas luar biasa.
Vitinha telah menjelma menjadi arsitek lini tengah sejati. Ia tahu kapan harus menahan bola, kapan mempercepat tempo, dan ke mana bola harus diarahkan. Semua ia lakukan dengan presisi.
Bukan Sekadar Wacana

Dalam wawancaranya dengan PSG TV, Vitinha menggambarkan peran gelandang dengan cara yang dalam namun aplikatif. Ia bukan hanya menjalankan instruksi dari pelatih Luis Enrique, tetapi juga mengembangkan dan menyempurnakannya di lapangan.
“Salah satu kualitas penting bagi seorang gelandang adalah kemampuan mengendalikan tempo, memutuskan kapan harus mempercepat atau memperlambat permainan, bergerak ke kiri, ke kanan, maju, atau mundur,” kata Vitinha.
"Itulah yang ingin saya lakukan, dan itulah yang harus dilakukan pemain di posisi ini. Tidak cukup hanya dengan mengetahuinya atau mengatakannya; saya juga harus menunjukkannya dalam tindakan saya," tegasnya.
Dan musim ini, Vitinha telah membuktikannya. Tanpa banyak kata, tanpa gemerlap, hanya dengan kualitas murni. Ia adalah dirigen PSG—mengatur semuanya, tanpa perlu baton.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSG Pertahankan Gelar Men's Club of the Year di Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 06:03
-
Man of the Match PSG vs Lyon: Mika Godts
Liga Eropa Lain 27 Oktober 2026, 05:05
-
Hasil PSG vs Lyon: 2 Gol Babak Kedua Bawa Les Parisiens ke Puncak Klasemen
Liga Eropa Lain 27 Oktober 2026, 05:00
-
Prediksi PSG vs Lyon 27 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 24 Oktober 2026, 15:00
-
Michael Carrick Dipastikan Masih Pimpin MU Lawan Bournemouth
Liga Inggris 22 Oktober 2026, 22:12
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Tak Gentar Manchester United Terancam Masuk Zona Degradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 15:15
-
Live Streaming Juventus vs Napoli: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 1 November 2026, 14:30
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



