Walau Gagal di Liga Champions, Juventus Tetap Ingin Pertahankan Spalletti
Afdholud Dzikry | 27 Februari 2026 09:21
Bola.net - Di tengah badai kegagalan di Champions League, manajemen Juventus justru mengambil sikap mengejutkan terkait masa depan kursi kepelatihan. CEO Damien Comolli menegaskan bahwa klub tidak akan melakukan perombakan drastis di posisi manajer.
Masa depan pelatih Luciano Spalletti memang sedang dipertanyakan setelah Juventus gagal di Liga Champions. Bianconeri disingkirkan Galatasaray pada laga playoff babak 16 besar UCL.
Damien Comolli secara terbuka memberikan jaminan keamanan bagi Luciano Spalletti untuk tetap menakhodai Juventus. Baginya, stabilitas jauh lebih penting daripada sekadar bereaksi secara emosional pasca kekalahan.
Juventus ingin memutus rantai buruk yang sering bergonta-ganti pelatih dalam waktu singkat. Comolli percaya bahwa identitas tim saat ini sedang terbentuk dengan sangat baik di bawah arahan Spalletti.
Keputusan ini didasari oleh analisis data rasional, bukan sekadar mengikuti gejolak amarah publik. Manajemen memilih untuk tetap setia pada strategi jangka panjang yang telah disusun sejak awal musim.
Kontinuitas Adalah Kunci Kebangkitan Juventus
Juventus pernah terjebak dalam siklus pergantian pelatih yang terlalu sering di masa lalu. Hal inilah yang ingin dihindari oleh Comolli agar tim memiliki pondasi yang kuat dan tidak labil.
Ia menekankan bahwa gaya main dan chemistry antarpemain butuh waktu untuk mencapai titik masterclass. Spalletti dianggap sebagai sosok yang paling tepat untuk meneruskan tongkat estafet tersebut.
"Jika saya harus menjawab hari ini, saya akan mengatakan kontinuitas," tutur Damien Comolli saat ditanya soal masa depan tim.
Comolli menyoroti betapa buruknya sejarah klub saat terlalu sering melakukan bongkar pasang pelatih.
"Klub ini pernah punya enam, tujuh, hingga delapan pelatih berbeda dalam dua atau tiga tahun," imbuhnya.
Strategi Juventus

Meskipun sepak bola adalah industri emosi, Comolli menegaskan bahwa keputusan strategis harus diambil dengan kepala dingin. Penggunaan data menjadi filter utama bagi Juventus dalam menentukan masa depan pelatih dan pemain.
Manajemen tidak ingin terjebak dalam kepanikan yang biasanya terjadi setelah klub besar tersingkir dari turnamen bergengsi. Bagi mereka, satu hasil pertandingan tidak boleh mengubah visi besar klub yang dimiliki keluarga Agnelli tersebut.
"Pertandingan tunggal tidak boleh mengubah cara kami berpikir," jelas Comolli secara diplomatis.
Ia memiliki prinsip kuat bahwa manajemen dibayar untuk tidak emosional saat mengambil kebijakan krusial.
"Saya selalu katakan pada orang-orang, kita dibayar untuk memberikan emosi, namun dibayar untuk tidak memiliki emosi saat membuat keputusan," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid Tindak Tegas Suporter yang Lakukan Salam Nazi Saat Lawan Benfica
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:18
-
2 Calon Lawan Menanti Real Madrid di 16 Besar Liga Champions
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:06
-
Jalan Terjal Chelsea Menuju Liga Champions: Rentetan Laga Berat yang Jadi Ancaman
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:01
LATEST UPDATE
-
Jiah! Belum Setahun Dibeli dari MU, Chelsea Bakal Jual Alejandro Garnacho?
Liga Inggris 27 Februari 2026, 12:09
-
Masuk Radar MU, Julian Nagelsmann Ingin Melatih di Inggris?
Liga Inggris 27 Februari 2026, 11:55
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Liga Inggris 27 Februari 2026, 11:42
-
Maluku Manise! Shayne Pattynama Terhipnotis Keindahan Ternate: Sepotong Surga di Bumi
Bola Indonesia 27 Februari 2026, 11:05
-
Yann Sommer Tinggalkan Inter Milan pada Akhir Musim, Siapa Penggantinya?
Liga Italia 27 Februari 2026, 11:03
-
Mulai Rajin Cetak Gol, Roy Keane Lempar Tantangan ke Benjamin Sesko: Bisa Konsisten Gak?
Liga Inggris 27 Februari 2026, 10:47
-
Akhirnya Debut, Veda Ega Pratama Target Masuk 10 Besar di Moto3 Thailand 2026
Otomotif 27 Februari 2026, 10:47
-
Hasil FP1 Moto2 Thailand 2026: David Alonso Tercepat, Ungguli Izan Guevara
Otomotif 27 Februari 2026, 10:42
-
Usai Dipecat MU, Ruben Amorim Dapat Tawaran Melatih dari Klub yang Tak Terduga
Liga Inggris 27 Februari 2026, 10:28
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58








