3 Alasan Arsenal Tak Boleh Kehilangan Pierre-Emerick Aubameyang
Aga Deta | 6 April 2020 15:56
Bola.net - Pierre-Emerick Aubameyang sudah menjadi pemain penting Arsenal sejak bergabung dengan klub pada 2018. Aubameyang mampu mencetak banyak gol untuk Arsenal.
Aubameyang tercatat telah mencetak 61 gol selama bermain bersama Arsenal. Jumlah tersebut ditorehkan dalam 97 penampilan di semua kompetisi untuk The Gunners.
Namun, masa depan pemain asal Gabon itu sedang tidak pasti. Aubameyang berpotensi meninggalkan Arsenal pada bursa transfer musim panas mendatang.
Kontrak Aubameyang dengan Arsenal akan habis pada tahun 2021 mendatang. Akan tetapi, mantan pemain Borussia Dortmund itu enggan memperpanjang kontrak baru di klub.
Alhasil, Arsenal bisa dipaksa untuk menjual Aubameyang pada bursa transfer musim panas. Apabila hal itu terjadi, maka akan sangat merugikan The Gunnes.
Berikut ini tiga alasan Arsenal tidak boleh kehilangan Pierre-Emerick Aubameyang seperti dilansir Sportskeeda.
Arsenal Akan Kehilangan Ketajaman

Mantan striker Borussia Dortmund ini adalah sumber gol utama untuk Arsenal di semua kompetisi. Kehilangan Aubameyang bisa membuat The Gunners mendekam di tempat yang buruk di Premier League.
17 gol yang dicetak Aubameyang adalah 43% dari total gol yang dicetak oleh anak buah Mikel Arteta di kasta tertinggi sepak bola Inggris musim ini. Sang striker bahkan bertanggung jawab memenangkan 16 poin untuk mereka.
Pemain berusia 30 tahun itu sudah membuktikan dirinya sebagai salah satu striker paling klinis dalam sejarah Arsenal, yang memiliki rasio gol per menit terbaik kedua di era Premier League. Dia juga telah mencetak 49 gol hanya dalam 75 penampilan di liga, yang membuatnya akan menjadi pemain tercepat untuk mencapai 50 gol untuk The Gunners dan keseluruhan terbaik kelima.
The Gunners tidak memiliki pencetak gol yang bisa diandalkan di depan gawang belakangan ini. Dengan demikian, kehilangan Aubameyang akan melukai mereka dalam jangka panjang.
Tidak Mudah Mencari Penggantinya

Di atas kertas, sepertinya Arsenal memiliki lini depan yang cukup solid dengan pemain seperti Alexandre Lacazette, Nicolas Pepe, Gabriel Martinelli dan tentu saja Aubameyang. Namun, ini justru menjadi pertunjukan satu orang yang dipimpin oleh Aubameyang, yang sangat tajam di depan gawang sehinga memenangkan Sepatu Emas Premier League di musim penuh pertamanya di klub pada musim 2018-19.
Meski Lacazette mungkin tidak menawarkan torehan gol yang sama seperti Aubameyang, kekuatannya yang sebenarnya terletak pada pengaturan gol dan permainan tim secara umum.
Sementara itu, Martinelli masih belum siap untuk menggantikan Aubameyang. Namun, dia adalah talenta yang menjanjikan yang akan mampu menghasilkan 20 gol atau lebih dalam satu musim jika dituntun dengan baik. Di sisi lain, The Gunners sudah berinvestasi banyak dengan Nicolas Pepe pada musim panas lalu tetapi pemain internasional Pantai Gading itu sejauh ini tidak mengesankan.
Menggantikan Aubameyang dalam waktu yang singkat akan membuat Mikel sakit kepala. Striker yang tajam bukan hanya tidak murah tetapi tidak bermain di Liga Champions akan menjadi batu sandungan bagi Arsenal dalam mencari pengganti Aubameyang.
Akan Melukai Moral Tim

Aubameyang adalah salah satu sosok paling penting dalam rencana Mikel Arteta untuk membangun kembali Arsenal. Bahkan mantan asisten pelatih Manchester City itu menyerahkan ban kapten kepada Aubameyang meski sang pemain belum cukup lama berada di klub.
Aubameyang adalah pemain tim yang hebat dan terhubung dengan baik dengan semua orang di lapangan dan duetnya dengan Alexandre Lacazette sangat terkenal. Pada saat yang sama, dia juga dikenal sebagai sosok yang populer di ruang ganti.
Aubameyang adalah salah satu pemain paling berpengalaman di skuad The Gunners dan telah menjadi mentor bagi pemain seperti Gabriel Martinelli, Bukayo Saka dan beberapa pemain muda lainnya di klub. Itu membuat Aubameyang sama pentingnya ketika beada di luar lapangan.
Aubameyang juga merupakan pemain yang dipandang semua orang dan kehilangan sang striker pada saat yang sangat penting di mana klub sedang berjuang untuk membangun kembali bisa menyebabkan efek domino dari eksodus pemain. Meskipun sebagai striker bisa digantikan, sulit untuk memikirkan pemain mana pun yang bisa meniru semua yang dia lakukan di belakang layar.
Sumber: Sportskeeda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal 32 Besar FA Cup Pekan Ini Live di Vidio, 14-17 Februari 2026
Liga Inggris 14 Februari 2026, 16:01
-
Prediksi Arsenal vs Wigan Athletic 15 Februari 2026
Liga Inggris 14 Februari 2026, 13:55
-
Malam Pahit Arsenal di Markas Brentford dan Penumpang Gelap Bernama Eberechi Eze
Liga Inggris 13 Februari 2026, 15:58
-
Arteta Jelaskan Alasan Tarik Eberechi Eze Saat Arsenal Ditahan Brentford
Liga Inggris 13 Februari 2026, 15:54
-
Mempertanyakan Keputusan Liam Delap: Ngapain ke Chelsea? Harusnya ke Everton!
Liga Inggris 13 Februari 2026, 14:20
LATEST UPDATE
-
Proliga 2026: Kemenangan di Bojonegoro, Langkah Awal Bandung BJB Tandamata Menuju Sentul
Voli 15 Februari 2026, 16:38
-
Live Streaming Arsenal vs Wigan Athletic - Link Nonton FA Cup/Piala FA di Vidio
Liga Inggris 15 Februari 2026, 16:30
-
Proliga 2026: Garuda Jaya Tumbang, Bhayangkara Presisi Kukuh di Bojonegoro
Voli 15 Februari 2026, 16:21
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs PSBS Biak 16 Februari 2026
Bola Indonesia 15 Februari 2026, 14:37
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00









