5 Klub yang Mendapat Sanksi Berat Akibat Melanggar FFP
Aga Deta | 20 Februari 2020 14:17
Bola.net - Manchester City sedang mendapat masalah besar. Tim berjulukan The Citizens itu dinyatakan melakukan pelanggaran berat terhadap aturan Financial Fair Play (FFP).
The Citizen didakwa memalsukan dana sponsor pada 2012-2016 untuk membuat neraca keuangan klub stabil. UEFA pun akhirnya menjatuhkan hukuman yang cukup berat untuk City.
The Citizen tak boleh tampil di kompetisi Eropa dalam dua musim ke depan. Selain itu mereka juga harus membayar denda sebesar 30 juta euro (Rp444,9 miliar).
Namun, City membantah telah melakukan kesalahan. Mereka akan mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) atas keputusan UEFA tersebut.
Kendati demikian, City bukanlah satu-satunya tim yang pernah mendapat hukuman berat dari UEFA akibat melanggar FFP. Beberapa tim lainnya juga pernah mengalami hal yang serupa.
Berikut ini lima klub yang pernah mendapat hukuman berat akibat melanggar FFP seperti dilansir Fox Sports Asia.
Malaga - Sanksi Satu Musim

Klub La Liga Malaga menjadi klub pertama yang mendapat larangan bermain di kompetisi Eropa pada bulan Desember sebagai akibat masalah finansial dan sempat gagal membayar gaji para pemainnya. Mereka mendapat sanski selama satu musim yang mencegah mereka berkompetisi di Liga Eropa 2013-14.
Malaga, yang juga didenda 300.000 euro, lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah pada 2011-12 setelah mendapatkan pemain seperti Martin Demichelis, Julio Baptista dan Jeremy Toulalan.
Namun, Ruud van Nistelrooy dan Santi Cazorla adalah di antara pemain yang mengancam akan mengambil langkah hukum karena gaji mereka belum dibayar. Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) kemudian menolak banding mereka atas hukuman UEFA tersebut.
Zenit - Denda €12 juta (€6 Juta Ditangguhkan)

Hukuman UEFA selanjutnya yang cukup berat terjadi pada Mei 2014. Ketika itu sembilan klub menandatangani settlement agreements sehubungan dengan pelanggaran FFP.
Tiga tim di antaranya berasal Rusia. Anzhi Makhachkala, Rubin Kazan dan Zenit semuanya mendapat denda, pembatasan skuad, dan pembatasan pengeluaran di bursa transfer.
Zenit, yang menembus fase knockout Liga Champions dalam dua dari tiga musim sebelum sanksi, mendapat hukuman terberat. Mereka diperintahkan untuk membayar 12 juta euro- dimana 6 juta euro kemudian ditangguhkan.
PSG - €60 juta (€40 juta Ditangguhkan)

Juara Prancis PSG juga dihukum pada 2014. Klub Prancis itu dianggap telah menggelembungkan pendapatan mereka melalui kesepakatan sponsor dengan Otoritas Pariwisata Qatar.
PSG mengatakan mereka "menyesalkan fakta" bahwa UEFA tidak menghargai "nilai penuh" dari kemitraan itu, dan badan pengelola membuka penyelidikan lainnya terhadap raksasa Ligue 1 pada 2018 tidak lama setelah mereka memecahkan rekor transfer dunia untuk mendatangkan Neymar dan mencapai kesepakatan dengan AS Monaco untuk transfer Kylian Mbappe.
Maret lalu, PSG memenangkan banding dengan CAS untuk menghentikan penyelidikan UEFA tersebut.
AC Milan - Sanksi Satu Musim

Pada Juni lalu AC Milan membuat kesepakatan dengan UEFA untuk tidak mengikuti Liga Eropa musim ini karena melanggar FFP.
Tim Serie A itu sebelumnya berhasil mengajukan banding terhadap sanksi dua musim yang dikenakan oleh UEFA setelah pelanggaran FFP antara 2015 dan 2017.
AS Roma mengambil tempat Milan di babak penyisihan grup Liga Europa sementara Torino masuk di babak kualifikasi.
Mancheser City - Sanksi Dua Musim

Hukuman FFP pertama yang diterima Mancheser City terjadi bersamaan dengan Zenit dan PSG. Raksasa Premier League juga dikenai denda 60 juta euro di mana 40 juta euro di antaranya ditangguhkan.
Namun, penyelidikan terbaru terhadap keuangan City diluncurkan menyusul adanya tuduhan yang dirilis Der Spiegel.
Surat kabar Jerman itu konon memperoleh informasi dari Whistleblower Football Leaks dan mengklaim bahwa rezim Sheikh Mansour City telah menggelembungkan nilai kesepakatan sponsor untuk membuat neraca keuangan klub stabil.
Sumber: Fox Sports Asia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mohamed Salah Ingin Tutup Karier dengan Indah
Liga Inggris 20 April 2026, 18:48
-
Guardiola Lempar Pertanyaan: Siapa di Puncak Klasemen Liga Inggris?
Liga Inggris 20 April 2026, 18:18
-
Prediksi Brighton vs Chelsea 22 April 2026
Liga Inggris 20 April 2026, 18:14
-
Liga Inggris 20 April 2026, 17:47

LATEST UPDATE
-
Teka-Teki 'Last Dance' Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 April 2026, 01:28
-
Mungkinkah Real Madrid Reuni dengan Jose Mourinho?
Liga Spanyol 21 April 2026, 00:30
-
Real Madrid dan Mimpi Buruk Dua Musim Tanpa Trofi
Liga Spanyol 20 April 2026, 23:30
-
Profil Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Kuda Hitam Asia Penuh Perhitungan
Piala Dunia 20 April 2026, 23:15
-
Sederet Alasan Arsenal Masih Favorit Juara Premier League
Liga Inggris 20 April 2026, 22:30
-
Erling Haaland Bergulat dengan Gabriel, Man City pun Menang
Liga Inggris 20 April 2026, 21:29
-
Cerita Klasik Liverpool: Salah dan Van Dijk Jadi Penyelamat Lagi
Liga Inggris 20 April 2026, 20:45
-
Kapten Arsenal Belum Menyerah, Persaingan Masih Terbuka!
Liga Inggris 20 April 2026, 20:15
-
Prediksi Inter vs Como 22 April 2026
Liga Italia 20 April 2026, 20:09
-
Mikel Arteta Terlalu Emosional? Arsenal Diuji di Momen Penentuan
Liga Inggris 20 April 2026, 19:44
-
Prediksi Real Madrid vs Alaves 22 April 2026
Liga Spanyol 20 April 2026, 19:32
-
6 Pemain Arsenal yang 'Menghilang' Saat Dikalahkan Man City
Liga Inggris 20 April 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00





