5 Manajer yang Dipecat Secara Semena-Mena Oleh Real Madrid
Aga Deta | 23 Oktober 2017 12:03
Bola.net - Bola.net - Real Madrid adalah salah satu klub sepak bola terbesar di dunia. Menangani klub dengan harapan dan tekanan yang tinggi di klub seperti itu tentu akan sangat menantang. Beberapa manajer tenar pernah menangani klub dan banyak dari mereka yang juga didepak begitu saja.
Memenangkan Liga Champion dan bahkan Liga Champions ternyata belum cukup untuk memuaskan manajemen klub dan itu membuat mereka menggunakan delapan manajer berbeda antara tahun 2003 dan 2010, sebelum Jose Mourinho mengambil alih.
Berikut ini lima manajer yang dipecat secara tidak adil oleh Real Madrid seperti dilansir Sportskeeda.
Manuel Pellegrini

Manuel Pellegrini
Pemecatan Manuel Pellegrini sebagai manajer Real Madrid pada awalnya tidak terlihat sebagai keputusan yang mengerikan. Dia gagal meraih trofi pada musim pertamanya bersama klub dan kalah di liga dari Barcelona setelah Ronaldo dan Kaka bergabung pada musim panas dengan biaya 150 juta euro.Namun, ketika dilihat lebih dekat, Pellegrini sebenarnya mampu menyelesaikan musim di posisi kedua di belakang Barcelona yang mendominasi semuanya, yang pada awal revolusi Pep Guardiola. Madrid finis dengan 96 poin, yang merupakan rekor klub pada saat itu dan hanya tertinggal tiga poin dari Barcelona.
Meski Real Madrid tersingkir di Liga Champions dari Lyon di babak 16 besar, penampilan mereka di liga jelas menunjukkan bahwa tim tersebut bermain untuk Pellegrini dan bisa menguntit Barcelona.
Namun, Fiorentino Perez menganggap hal itu belum cukuo dan menggantinya dengan Jose Mourinho. Dia kemudian mengakui satu-satu alasannya memecat Pellegrini karena Mourinho tiba-tiba tersedia untuk menangani Real Madrid.
John Toshack

John Toshack
Legenda Welsh John Toshack ditunjuk sebagai bos Real Madrid pada musim 1989-90. Dia menciptakan tim yang sangat menyerang sehingga mengguncang La Liga, memenangkan gelar dengan mencatatkan rekor gol sebanyak 107 gol.Interaksinya dengan media Spanyol konyol karena kecenderungannya menerjemahkan ungkapan bahasa Inggris ke Spanyol. Dia diterima dengan baik oleh penggemar berkat gaya sepakbolanya yang menyerang.
Setelah menjalani 11 pertandingan pada musim berikutnya, Toshack dipecat karena Real Madrid kalah dalam tiga pertandingan berturut-turut. Tidak ada tanda-tanda kemunduran, tetapi ada noda kecil yang dirasa petinggi klub bisa menghapus kenangan kemenangan La Liga yang mengasyikkan musim sebelumnya.
Presiden Club Ramon Mendoza menunjukkan pintu keluar kepadanya pada tahun 1990. Toshack kembali ke tim pada tahun 1998-99, tetapi dipecat lagi karena timnya tampil buruk.
Radomir Antic

Radomir Antic
Radomir Antic dikenang karena menjadi manajer pertama yang menangani trio raksasa Spanyol Real Madrid, Atletico Madrid, dan Barcelona dalam sepanjang karirnya.Antic pertama kali menangani Real Madrid pada musim 1991-92. Dia ditunjuk untuk menggantikan Alfredo Di Stefano, yang dipecat setelah timnya tersingkir dari Piala Eropa.
Real Madrid mengalami kemunduran dan berada di posisi ketujuh di klasemen saat Antic mengambil alih. Dia mengkonsolidasikan tim dan berhasil lolos ke Piala UEFA pada musim pertamanya. Setelah kedatangan beberapa pemain baru, tim Antic dengan nyaman berada di puncak klasemen dan sempat mengalami kekalahan mengejutkan melawan Logrones sebelum meraih tujuh kemenangan beruntun
Mereka kemudian bertandang ke Valencia, bertepatan dengan Leo Beenhakker diangkat sebagai Direktur Sepakbola di klub oleh Roman Mendoza. Real bangkit kembali dengan kemenangan besar, namun tak bisa meraih kemenangan dalam tiga laga berikutnya. Saat itulah Antic secara mengejutkan dipecat setelah berjalan 18 pertandingan, meski timnya memimpin klasemen dengan keunggulan tujuh poin. Beenhakker kemudian mengambil alih setelah Antic keluar.
Mereka juga berada di perempatfinal Piala UEFA saat itu. Setelah Antic dipecat, Real Madrid kehilangan keunggulan tujuh poin dan kemudian duduk di urutan kedua di belakang Barcelona sebelum tersingkir di semifinal Piala UEFA di bawah Beenhakker.
Fabio Capello

Fabio Capello
Memenangkan liga sekali dan kemudian dipecat itu sulit dibayangkan. Namun, bagaimana dengan memenangkan gelar dua kali dan dipecat dua kali juga? Tanyakan saja kepada Capello.Pada periode pertamanya sebagai manajer Real Madrid pada tahun 1996-97, Capello memimpin Los Blancos meraih gelar liga dengan memainkan trio Davor Suker, Predrag Mijatovic dan Raul Gonzales. Trio ini didukung Roberto Carlos. Ini perubahan besar dari manajer Italia itu yang tidak mengenal gaya bermain menyerang.
Meski sukses, pers Spanyol tidak menyukainya karena memainkan Raul di sayap kiri meski dia mampu mencetak 21 gol. Capello juga berselisih dengan pimpinannya dan dia dipecat setelah musim yang sukses.
Pada periode kedua musim 2006-07 Capello mengalami turbulensi selama beberapa bulan pertama musim ini. Penolakannya memainkan Ronaldo dan David Beckham yang dianggapnya menurun adalah penyebab masalah ini.
Dia lebih berhati-hati kali ini dan berhasil mengubah inkonsistensi di awal. Tersingkir dari Liga Champions, tetapi Real Madrid justru mampu memenangkan La Liga ke-30 dan ini adalah trofi pertamanya mereka setelah empat tahun. Ini merupakan penantian terpanjang dalam sejarah klub mereka.
Namun, dia dipecat setelah musim berakhir. Kali ini alasannya karena gaya permainan bertahannya.
Vicente Del Bosque

Vicente Del Bosque
Tidak diragukan lagi kalau pemecatan Del Bosque adalah salah satu keputusan paling aneh dan paling kontroversial dalam sejarah manajerial Real Madrid. Sangat tidak adil bahkan menurut standar mereka sendiri.Del Bosque mengantarkan trofi Liga Champions kesembilan kepada Real Madrid setelah mencapai empat besar selama empat musim. Dia memenangkan dua gelar La liga selama tiga tahun dan juga memenangkan Piala Super Spanyol. Pemainnya punya reputasi besar atau Galacticos. Tetapi, kebanyakan dari mereka didatangkan tanpa sepengetahuan Del Bosque.
Pada tahun 2003 setelah Real Madrid memenangkan gelar untuk kedua kalinya, manajemen memutuskan membiarkan kontraknya berakhir. Ini terjadi satu minggu setelah Real Madrid mendatangkan David Beckham. Manajemen mencoba menjaga hubungan dengan menawarkan jabatan Direktur Teknik kepada dia. Tetapi, pria asal Spanyol ini menolak.
Dia kemudian memutuskan memimpin Besiktas dan dikaitkan kembali ke Madrid pada tahun 2007. Tetapi pada tahun 2008 dia memilih melatih timnas Spanyol. Setelah dia dipecat, Real kemudian kesulitan memenangkan trofi selama empat musim berikutnya, paceklik terpanjang dalam sejarah klub.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Atletico Madrid vs Barcelona 5 April 2026
Liga Spanyol 2 April 2026, 20:44
-
Prediksi Mallorca vs Madrid 4 April 2026
Liga Spanyol 2 April 2026, 19:08
-
Barcelona Berhemat: Tidak Akan Belanja Besar, Pilih Percaya La Masia
Liga Spanyol 2 April 2026, 15:15
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Manchester City vs Liverpool: Erling Haaland
Liga Inggris 4 April 2026, 21:56
-
Bayern Munchen Ikhlaskan Bintang Mereka Gabung Manchester United?
Liga Inggris 4 April 2026, 20:00
-
Kasihan! Impian Marcus Rashford Bersama Barcelona Bakal Kandas
Liga Inggris 4 April 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13














