5 Mantan Bomber Tajam MU yang Jadi Pelatih, Adakah yang Sukses?
Aga Deta | 11 Maret 2025 16:13
Bola.net - Beberapa mantan penyerang tajam Manchester United memutuskan terjun ke dunia kepelatihan. Mereka mencoba peruntungan sebagai manajer setelah pensiun.
Menjadi pelatih bukan tugas mudah, bahkan bagi mantan pemain hebat. Tidak semua dari mereka mampu meraih kesuksesan di pinggir lapangan.
Beberapa eks striker United mampu membuktikan diri sebagai pelatih yang kompeten. Namun, ada juga yang kesulitan dan gagal mencapai ekspektasi.
Menarik untuk melihat perjalanan karier mereka setelah gantung sepatu. Berikut beberapa mantan bomber MU yang kini berprofesi sebagai pelatih.
1. Wayne Rooney

Wayne Rooney memulai karier kepelatihannya di Derby County pada 2020 sebagai pemain-manajer sebelum menjadi manajer penuh. Ia hampir menyelamatkan Derby dari degradasi meski klub menghadapi masalah finansial.
Setelah meninggalkan Derby pada 2022, Rooney melatih D.C. United di MLS tetapi gagal membawa tim ke babak playoff. Ia kembali ke Inggris pada 2023 untuk menangani Birmingham City, namun dipecat setelah hasil buruk.
Rooney kemudian ditunjuk sebagai manajer Plymouth Argyle pada 2024, tetapi kembali gagal menunjukkan performa yang konsisten. Ia dipecat pada 31 Desember 2024 sehingga meninggalkan tanda tanya atas masa depannya di dunia kepelatihan.
2. Ruud van Nistelrooy

Ruud van Nistelrooy memulai karier kepelatihannya di akademi PSV sebelum menjadi pelatih kepala pada 2022. Di musim pertamanya, ia sukses membawa PSV meraih KNVB Cup dan Johan Cruyff Shield.
Setelah meninggalkan PSV pada 2023, ia sempat ditunjuk sebagai manajer interim Manchester United. Namun, ia tidak dipermanenkan dan kemudian menerima tawaran untuk melatih Leicester City.
Di Leicester, Nistelrooy menghadapi kesulitan dalam menjaga performa tim. Klub terus meraih hasil buruk sehingga membuat masa depannya sebagai manajer penuh tanda tanya.
3. Robin van Persie

Robin van Persie memulai karier kepelatihannya di Feyenoord sebagai asisten dan pelatih tim muda. Ia kemudian menjadi pelatih kepala Heerenveen pada musim 2024/2025, tetapi hasilnya kurang memuaskan.
Setelah 26 pertandingan bersama Heerenveen, Van Persie kembali ke Feyenoord sebagai pelatih kepala pada Februari 2025. Ia menggantikan Brian Priske dan menandatangani kontrak hingga 2027.
Debutnya bersama Feyenoord berakhir imbang tanpa gol melawan NEC pada 1 Maret 2025. Beberapa hari kemudian, ia mengalami kekalahan 0-2 dari Inter Milan di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
5. Mark Hughes

Mark Hughes memulai karier kepelatihannya sebagai manajer timnas Wales pada 1999. Ia hampir membawa Wales lolos ke Euro 2004 sebelum meninggalkan jabatannya pada 2004.
Setelah itu, Hughes melatih beberapa klub Premier League, termasuk Blackburn Rovers, Manchester City, Fulham, dan Stoke City. Kariernya di City berakhir pada 2009, digantikan oleh Roberto Mancini.
Hughes kemudian menangani beberapa klub lain seperti QPR, Southampton, dan Bradford City. Meski berpengalaman, ia kesulitan mempertahankan kesuksesan di level tertinggi.
Baca Juga:
- 7 Manajer yang Berhasil Bangkit dari Keterpurukan
- 8 Manajer yang Belum Pernah Dikalahkan Mikel Arteta: Dari Slot hingga Maresca
- Di Mana Mereka Sekarang? 7 Pemain yang Dijual Barcelona Bersama Ousmane Dembele pada 2023
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Diboyong Arsenal di Musim Panas
- 3 Pemain yang Bisa Dikorbankan MU untuk Dapatkan Jean-Philippe Mateta
- 5 Penampilan Terbaik Alisson untuk Liverpool
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rahasia Dominik Szoboszlai Bisa Cetak Gol Cantik ke Gawang Marseille
Liga Champions 22 Januari 2026, 11:12
-
Liverpool Bekuk Marseille 3-0, Arne Slot: Tidak Semudah yang Terlihat!
Liga Champions 22 Januari 2026, 10:58
-
Cole Palmer Menghilang di Laga Chelsea vs Pafos, Cedera Lagi?
Liga Champions 22 Januari 2026, 10:45
-
Liam Rosenior: Crystal Palace Dulu, Baru Napoli!
Liga Champions 22 Januari 2026, 10:33
-
Bawa Juventus Kalahkan Benfica, Khephren Thuram: Semoga Kami Bisa Juara!
Liga Champions 22 Januari 2026, 10:25
LATEST UPDATE
-
Balapan Pakai 2 Desain Berbeda, Ini 6 Potret Livery Trackhouse Racing di MotoGP 2026
Otomotif 22 Januari 2026, 12:43
-
Barcelona Menang, tapi Cedera Pedri Bukan Kabar Bagus
Liga Champions 22 Januari 2026, 11:28
-
Liverpool Pesta Gol di Markas Marseille, Tandang Kian Tak Terkalahkan
Liga Inggris 22 Januari 2026, 11:14
-
Rahasia Dominik Szoboszlai Bisa Cetak Gol Cantik ke Gawang Marseille
Liga Champions 22 Januari 2026, 11:12
-
Jadi Tuan Rumah Seri 3 Proliga 2026, Bandung BJB Tandamata Harapkan Dukungan Penuh Penonton
Voli 22 Januari 2026, 11:10
-
Kesabaran Chelsea dan Pujian Liam Rosenior
Liga Champions 22 Januari 2026, 11:06
-
Liverpool Bekuk Marseille 3-0, Arne Slot: Tidak Semudah yang Terlihat!
Liga Champions 22 Januari 2026, 10:58
-
Cole Palmer Menghilang di Laga Chelsea vs Pafos, Cedera Lagi?
Liga Champions 22 Januari 2026, 10:45
-
Liam Rosenior: Crystal Palace Dulu, Baru Napoli!
Liga Champions 22 Januari 2026, 10:33
-
Bawa Juventus Kalahkan Benfica, Khephren Thuram: Semoga Kami Bisa Juara!
Liga Champions 22 Januari 2026, 10:25
-
Juventus Bekuk Benfica, Luciano Spalletti: Kami Memang Layak Menang!
Liga Champions 22 Januari 2026, 10:17
-
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 22 Januari 2026, 10:03
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


