7 Fakta Unik Bintang Muda Real Madrid, Achraf Hakimi
Asad Arifin | 25 November 2017 01:26
Bola.net - Bola.net - Raksasa La Liga, Real Madrid seperti tidak akan pernah kehabisan pemain muda berbakat dalam klub. Baik itu yang dibeli dari bursa transfer maupun pemain berbakat yang lahir dari didikan akademi.
Bicara soal akademi Madrid, musim ini pelatih Zinedine Zidane telah memberi kesempatan promosi bagi beberapa pemain ke tim utama.
Ada nama Borja Mayoral di lini depan. Beranjak ke lini tengah, ada nama Marcos Llorente. Kedua pemain ini punya sebuah kesamaan. Musim lalu mereka dipinjamkan dan baru musim ini diberi kesempatan tampil untuk tim utama Madrid.
Di lini belakang, ada nama Achraf Hakimi. Usianya masih 19 tahun, tapi dia dinilai punya talenta yang besar. Bahkan, karena sudah punya Achraf, Zidane rela menjual Danilo ke Manchester City.
Siapakah sosok Achraf Hakimi? Berikut rangkum tujuh fakta unik dengan Achraf.
Lahir Spanyol, Timnas Maroko

Achraf Hakimi lahir di kota Madrid pada 4 November 1998 yang lalu. Orang tua Achraf berasal dari Maroko dan mereka menjadi imigran di Spanyol.
Karena memiliki darah Maroko langsung dari orang tuanya, Achraf pun tidak ragu untuk memilih warga negara Maroko. Ia pun sudah membela Timnas Maroko sejak kategori U-17 hingga U-20.
Achraf juga sempat bermain di Maroko U-23, meski usianya jauh lebih muda. Puncaknya, pada 11 Oktober 2016, Achraf menjalani debutnya bersama timnas senior Maroko. Ia menjadi pemain pengganti saat Maroko menang 4-0 atas Kanada.
Bergabung di La Fabrica

Sebagai bocah yang lahir dan besar di Madrid, maka Achraf pun memilih Real Madrid sebagai tempat untuk menimba ilmu sepakbola. Pilihan yang sejauh ini terbukti tidak salah lantaran karirnya cukup moncer.
Achraf masuk ke akademi Madrid pada tahun 2006. Saat itu, usianya baru 7 tahun. Masih seorang bocah. Achraf memilih bermain di La Fabrica setelah sempat mencicipi metode belajar sepakbola di CD Colonia Ofigevi selama satu tahun.
Memiliki bakat yang besar, karir Achraf di segera melesat. Ia meraih beberapa gelar juara bersama La Fabrica.
Setelah 10 Tahun di Madrid

Achraf Hakimi terbilang cukup sabar saat meniti karir di La Fabrica. Pasalnya, dia harus menunggu selama 10 tahun untuk bisa promosi ke Real Madrid B atau Madrid Castilla. Achraf mulai masuk tim pada Juni 206.
Tak lama setelah promosi, ia diberi kesempatan berlatih bersama tim utama pada sesi pramusim Madrid yang digelar di Amerika Serikat.
Pada momen tersebut, Achraf menjalani debut tidak resminya saat Madrid kalah 1-3 dari PSG. Setelah pramusim selesai, Achraf kembali ke Madrid Castilla dan menjalani debutnya di laga melawan Real Sociedad B. Saat itu, Achraf membawa Madrid menang 3-2.
Meski bermain untuk Madrid Castilla, pada musim 2016/17 ini, Acraf beberapa kali diberi kesempatan latihan bersama tim utama Real Madrid.
Pengaruh Besar Zidane

Achraf Hakimi masuk salah satu pemain muda yang dinilai punya potensi. Bermain di Real Madrid Castilla dinilai tidak cocok untuknya. Achraf direncanakan akan dipinjamkan agar punya pengalaman lebih matang dan mengasah mentalnya.
Pada bulan Mei 2017, Madrid menyusun rencana untuk meminjamkan Achraf ke Deportivo Alaves.
Tapi, rencana tersebut ditolak langsung oleh Zinedine Zidane. Pelatih asal Prancis ini justru memilih untuk membawa Achraf dari Madrid Castilla ke tim utama. Achraf pun bergabung dengan tim utama dan Zidane lebih memilih menjual Danilo ke Man City.
Debut Bersama Real Madrid

Achraf menerima keputusan Zidane yang menempatkan dirinya di tim utama. Sejak 19 Agustus, Achraf resmi berlatih dengan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan di Valdebebas. Achraf pun mendapatkan nomor punggung 19 di Madrid.
Madrid mengalami krisis bek kanan setelah Dani Carvajal mengalami cedera. Pada pekan ke-7 La Liga, Zidane pun memberikan debut pada Achraf.
2 Oktober 2017, Achraf bermain selama 90 menit saat Madrid menjalani laga melawan Espanyol di Santiago Bernabeu. Pada laga debutnya ini, pemain berkebangsaan Maroko membawa Madrid menang dengan skor 2-0.
Tidak hanya di La Liga, Achraf kemudian menjalani debut di Liga Champions. Dua kali Madrid bermain melawan Tottenham, dua kali pula Achraf bermain selama 90 menit.
Heroik, Mirip Mohamed Salah

Nama Mohamed Salah jadi perbincangan dunia setelah mampu membawa Mesir lolos ke Piala Dunia 2018. Hal yang sama juga dilakukan oleh Achraf Hakimi untuk Maroko, tapi memang namanya tidak semencuat kisah heroik Salah.
Setelah menjalani debut melawan Kanada, posisi Achraf di Timnas Maroko langsung tidak tergantikan. Pada laga keduanya, saat Maroko menang atas Mali, Achraf langsung mencetak gol. Satu gol Achraf membawa Maroko menang 6-0.
Kisah ajaib Achraf kemudian berlanjut dengan membawa Maroko lolos ke Piala Dunia 2018.
11 November 2017, Maroko menjalani laga penentuan di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Afrika. Lawan yang harus dihadapi bukan tim sembarangan. Pantai Gading, tim yang sudah biasa tampil di Piala Dunia.
Pertandingan digelar di markas Pantai Gading, Stadion Felix Houphouet Boigny. Achraf bermain penuh selama 90 menit dan mampu mengatasi tekanan lawan. Maroko menang 2-0 di laga tersebut.
Maroko akhirnya lolos ke Piala Dunia 2018 setelah menjadi pemuncak klasemen Grup C dengan 12 poin. Pantai Gading berada di posisi kedua dengan 8 poin dan tidak lolos ke Piala Dunia.
Berpotensi Kalahkan Sergio Ramos

Sergio Ramos saat ini menjadi pemain Real Madrid dengan usia paling muda saat bermain di Piala Dunia. Ramos, yang kala itu baru satu musim bermain di Madrid, masuk dalam skuat Spanyol di Piala Dunia 2006.
Saat itu, usia Ramos masih 20 tahun. Mantan pemain Sevilla pun tercatat sebagai pemain Madrid paling muda yang tampil di Piala Dunia.
Rekor ini akan dipecahkan oleh Achraf jika dia masuk dalam skuat Maroko di Piala Dunia 2018 dan tentunya bermain di Rusia.
Peluang Achraf untuk tampil di Piala Dunia 2018 terbuka lebar. Sebab, pasca menjalani laga debutnya di tim senior Maroko, posisi Achraf langsung tidak tergantikan. Pelatih Herve Renard mempercayakan bek kanan Maroko pada Achraf.
Saat Piala Dunia 2018 digelar, usia Achraf masih 19 tahun. Lebih muda dari Ramos.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Plot Twist di Real Madrid: Masa Depan Antonio Rudiger Berubah Drastis
Liga Spanyol 21 Maret 2026, 04:05
-
Waduh, Enzo Fernandez Indikasikan Bisa Cabut dari Chelsea?
Liga Inggris 20 Maret 2026, 18:30
-
Harga Bastoni Terlalu Tinggi, Barcelona Incar 2 Target Alternatif
Liga Spanyol 20 Maret 2026, 17:00
-
Jadwal La Liga Pekan Ini Live di beIN Sports dan Vidio, 21-23 Maret 2026
Liga Spanyol 20 Maret 2026, 16:21
-
Real Madrid Bersama Alvaro Arbeloa Mulai Menemukan Arah yang Lebih Jelas
Liga Champions 20 Maret 2026, 13:55
LATEST UPDATE
-
Tantang Atletico Madrid, 2 Bintang Real Madrid Siap Beraksi
Liga Spanyol 22 Maret 2026, 14:17
-
Gagal Bekuk Sassuolo, Penyelesaian Akhir Juventus Jadi Sorotan
Liga Italia 22 Maret 2026, 11:30
-
Juventus Ditahan Imbang Sassuolo, Begini Kata Luciano Spalletti
Liga Italia 22 Maret 2026, 10:52
-
Bekuk Torino, Bos AC Milan Sujud Syukur: Ini Kemenangan yang Krusial!
Liga Italia 22 Maret 2026, 09:30
-
Chelsea Dipecundangi Everton, Liam Rosenior: Kami Memang Layak Kalah!
Liga Inggris 22 Maret 2026, 08:30
-
Ditarik Keluar Lawan Brighton, Seberapa Parah Cedera Hugo Ekitike?
Liga Inggris 22 Maret 2026, 08:00
-
Liverpool Kalah dari Brighton, Begini Kilah Arne Slot
Liga Inggris 22 Maret 2026, 07:19
-
Jadwal Final Carabao Cup Arsenal vs Man City, Minggu 22 Maret 2026
Liga Inggris 22 Maret 2026, 06:45
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00
-
4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Leverkusen
Editorial 17 Maret 2026, 19:28








