8 Pesepak Bola Kelas Dunia yang Pernah Terdegradasi: Ada Buffon, Carrick Hingga Owen
Aga Deta | 28 November 2025 19:29
Bola.net - Banyak pesepak bola kelas dunia dikenal karena prestasi dan gelar yang mereka raih selama kariernya. Namun, tidak sedikit dari mereka yang pernah merasakan pahitnya degradasi bersama klub.
Kisah terdegradasi ini menjadi pengingat bahwa kualitas individu tidak selalu mampu menyelamatkan sebuah tim. Bahkan pemain bintang pun dapat terjebak dalam situasi sulit di kompetisi elite.
Setiap musim, selalu ada klub besar atau pemain top yang tak mampu menghindari jurang degradasi. Faktor seperti performa buruk tim, cedera, atau transisi pelatih sering menjadi penyebab utamanya.
Pengalaman tersebut tak jarang menjadi titik balik karier seorang pemain. Banyak dari mereka justru bangkit dan mencapai level tertinggi setelah jatuh bersama klubnya.
Delapan pesepak bola kelas dunia berikut menjadi contoh bagaimana nasib di sepak bola dapat berubah cepat. Kisah mereka menunjukkan bahwa bahkan pemain terbaik pun tidak selalu berada di puncak kejayaan.
1. Rio Ferdinand

Rio Ferdinand menghabiskan sebagian besar kariernya bersaing memperebutkan gelar bersama Manchester United. Namun musim terakhirnya justru dihabiskan berjuang menghindari degradasi bersama QPR.
Pada periode itu, Ferdinand sudah melewati masa terbaiknya sebagai bek elit. Ia bahkan mengakui bahwa kepindahannya ke Loftus Road adalah sebuah kesalahan.
Dalam sebuah wawancara, Ferdinand menyebut suasana ruang ganti QPR jauh dari profesional. Ia menggambarkan kondisi yang tidak kondusif itu sebagai salah satu penyebab klub akhirnya terdegradasi.
2. Julio Cesar

Julio Cesar adalah nama besar lainnya yang terdegradasi bersama QPR. Kiper asal Brasil itu merasakan nasib pahit ini pada musim perdananya di Premier League.
Cesar mengungkapkan bahwa ia tak pernah membayangkan bermain untuk klub selain Inter Milan. Namun situasi finansial dan perombakan skuad membuatnya menerima tawaran QPR.
Meski QPR melakukan banyak investasi, mentalitas juara tidak terbentuk dalam tim. Akhirnya, klub gagal bersaing dan harus turun ke divisi kedua.
3. Franco Baresi
Franco Baresi dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa. Namun kariernya di AC Milan tidak selalu berjalan mulus.
Milan terdegradasi pada 1980 akibat skandal pengaturan skor. Dua tahun kemudian, mereka kembali turun kasta setelah finish di posisi tiga terbawah.
Meski mengalami dua kali degradasi, Baresi tetap setia kepada Milan. Ia menghabiskan seluruh kariernya di klub tersebut selama dua dekade.
4. Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon menjadi bagian dari Juventus yang turun ke Serie B pada 2006. Padahal klub tersebut secara posisi finish berada di puncak klasemen.
Degradasi terjadi setelah klub terseret kasus pengaturan pertandingan. Sejumlah pemain top seperti Giorgio Chiellini, Zlatan Ibrahimovic, dan Pavel Nedved juga terdampak secara teknis.
Buffon memilih bertahan dan membantu Juventus kembali ke Serie A. Keputusannya itu menjadi salah satu momen paling dihormati dalam kariernya.
5. Roy Keane

Sebelum menjadi legenda Manchester United, Roy Keane pernah mengalami degradasi bersama Nottingham Forest. Klub tersebut finish di posisi terbawah pada musim 1992–1993.
Meski timnya terpuruk, kualitas Keane tetap menonjol. Manchester United kemudian merekrutnya setelah nasib Forest dipastikan turun kasta.
Keane pun berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik yang pernah bermain di Premier League. Degradasi tidak menghentikan perjalanan kariernya yang gemilang.
6. Michael Carrick

Michael Carrick merasakan pahitnya degradasi ketika membela West Ham pada 2003. Ia tetap bertahan satu musim di divisi kedua demi membantu klub bangkit.
Namun kualitasnya membuat Tottenham datang menjemput setahun kemudian. Langkah itu menjadi titik awal kariernya sebagai salah satu gelandang terbaik Inggris.
Dari West Ham yang terdegradasi, Carrick naik hingga menjadi figur penting di Manchester United. Perjalanannya adalah bukti bahwa degradasi tidak selalu menjadi akhir.
7. Michael Owen

Michael Owen mengalami degradasi bersama Newcastle United pada 2009. Padahal ia merupakan peraih Ballon d'Or 2001 dan salah satu striker terbaik Inggris.
Owen tampil 28 kali dan mencetak delapan gol pada musim itu. Namun kontribusinya tidak cukup untuk menyelamatkan Newcastle dari posisi 18.
Dalam autobiografinya, Owen mengaku menyesal pindah ke Newcastle. Ia sebenarnya ingin kembali ke Liverpool, tetapi situasinya tidak memungkinkan.
8. George Best

George Best bergabung dengan Hibernian pada 1979 ketika usianya menginjak 33 tahun. Kehadirannya langsung meningkatkan jumlah penonton di stadion.
Meski masih memperlihatkan kilasan kualitas, masalah di luar lapangan mulai mendominasi. Best bahkan menghilang dari sesi latihan pada Februari 1980.
Hibernian akhirnya terdegradasi pada akhir musim itu. Sang manajer menggambarkan kondisi Best sebagai bak menonton kecelakaan yang terjadi secara perlahan.
Sumber: Planet Football
Baca Juga:
- Setelah Zirkzee Gagal Bersinar, 5 Striker Ini Layak Masuk Radar Manchester United
- 5 Kandidat Pelatih yang Bisa Gantikan Arne Slot di Liverpool: Termasuk Nama yang Diisukan Dekat dengan Timnas Indonesia
- 10 Pemain dengan Assist Terbanyak dalam Sejarah Sepak Bola: Messi Jauh Ungguli Ronaldo
- 6 Pemain yang Pernah Membela Chelsea dan Barcelona
- 4 Alasan Arsenal Kini Diunggulkan Juara Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Trofi Juara yang Terasa Indah buat Barcelona
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:49
-
Raphinha, Pembeda di Panggung Besar
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:41
-
Sedikit Rasa Pahit dari Kemenangan Manis Barcelona
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:30
-
Barcelona: Laga yang Dilewatkan Frenkie de Jong usai Kartu Merah di Final Supercopa
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 19:16
-
Menolak Panik: Real Madrid Tetap Percaya Xabi Alonso meski Kalah di Final Supercopa
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 18:47
LATEST UPDATE
-
Hasil Juventus vs Cremonese: Menggila di Turin, Bianconeri Bungkam Tim Tamu 5-0
Liga Italia 13 Januari 2026, 04:58
-
Hasil Liverpool vs Barnsley: Wirtz dan Ekitike Segel Kemenangan di Anfield
Liga Inggris 13 Januari 2026, 04:53
-
Hasil Lengkap Drawing FA Cup Putaran Keempat: Arsenal dan Chelsea Dapat Lawan Enteng
Liga Inggris 13 Januari 2026, 04:16
-
Resmi: Alvaro Arbeloa Ditunjuk Gantikan Xabi Alonso di Real Madrid
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 03:47
-
Prediksi Newcastle vs Man City 14 Januari 2026
Liga Inggris 13 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Roma vs Torino 14 Januari 2026
Liga Italia 13 Januari 2026, 03:00
-
Rekap Hasil Piala Asia U-23: Kejutan Besar, Vietnam U-23 Kalahkan Arab Saudi
Asia 13 Januari 2026, 02:48
-
3 Rekrutan Baru AC Milan Musim 2025/2026 yang Masih Dipertanyakan
Liga Italia 13 Januari 2026, 02:32
-
Xabi Alonso Resmi Dipecat Real Madrid! Arbeloa dan Klopp Jadi Calon Pengganti
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 00:42
-
Ketika Ketajaman Lautaro Martinez Sama Sekali Tak Terlihat
Liga Italia 12 Januari 2026, 22:12
-
Inter di Puncak Klasemen, Tapi Tumpul Saat Big Match: Alarm Scudetto Mulai Berbunyi?
Liga Italia 12 Januari 2026, 22:06
-
Bek Inter Milan Tampil di Bawah Standar pada Laga Krusial
Liga Italia 12 Januari 2026, 22:03
-
AC Milan dan Pentingnya Fleksibilitas Taktik
Liga Italia 12 Januari 2026, 21:56
LATEST EDITORIAL
-
Warisan Terakhir Ruben Amorim: 4 Nama Target yang Masih Bisa Direkrut MU
Editorial 12 Januari 2026, 15:17
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55


