Bagaimana Inter Milan Bisa Mengatasi Barcelona

Editor Bolanet | 22 April 2010 11:30
Bagaimana Inter Milan Bisa Mengatasi Barcelona
Tugas berat menanti Mou di Nou Camp

Bola.net - Oleh: Jeffrie Liem Josep Guardiola bukanlah satu-satunya pelatih hebat yang berada dalam bayang-bayang Jose Mourinho. Ketajaman taktik Arsene Wenger juga patut dipertanyakan setelah Inter Milan berhasil mengatasi Barcelona dengan skor 3-1 pada hari Rabu (21/04) dini hari kemarin. Menghadapi pasukan Arsenal Wenger, Barcelona tampak seperti dewa, tetapi saat melawan Inter mereka kembali menjadi manusia biasa. Perbedaan utamanya adalah bahwa Mourinho tidak mencoba untuk menantang Barcelona dengan bakat pemain namun dengan kerja sama tim yang solid. Meskipun bermain di kandang sendiri para pemain Inter Milan rela membuka wilayah, yang memungkinkan pasukan Barcelona lewat di depan mereka, tetapi, dengan disiplin dan rapatnya pertahanan, membuat Xavi dan Messi agak kesulitan untuk menembus mereka. Keputusan Mourinho untuk menurunkan dua pemain jangkar di lini tengah, Cambiasso dan Motta di depan empat pemain bertahan sangat tepat untuk menutup ruang pergerakan bagi Messi dan Xavi saat membangun serangan. Sedangkan Maicon yang bertugas di sebelah kanan dimanfaatkan untuk mencuri kelengahan Maxwell yang sering maju untuk membantu serangan Barcelona. Pergerakannya dari kanan belakang ke depan sangat efektif dan terbukti dengan mencetak 1 gol bagi Inter Milan. Javier Zanetti di sebelah kiri jarang sekali berani maju untuk mengantisipasi pergerakan Dani Alves yang lebih cepat darinya. Pada bagian depan, Samuel Eto'o dan Goran Pandev diletakkan sebagai penyerang sayap untuk memecah konsentrasi pemain bertahan Barcelona dan memberi ruang bagi Milito di tengah. Skema bertahan dijalankan Inter Milan di babak pertama dan hasilnya sebuah gol yang dicetak oleh Pedro memberikan keunggulan bagi Barcelona. Beruntung Inter bisa menyamakan kedudukan lewat gol Wesley Sneijder. Setelah turun minum, Inter Milan dengan hati-hati mulai keluar dari taktik bertahan, mereka lebih berani untuk bermain menekan Barcelona. Dihadapkan dengan permainan Inter yang melakukan pressing ketat Barcelona menjadi tampil kurang meyakinkan dari biasanya. Mereka masih mendominasi pergerakan bola tetapi sulit untuk menerapkan permainan cantik yang mematikan. Perubahan taktik Inter berbuah manis, 2 buah gol mampu memberi pekerjaan rumah tambahan untuk Barcelona saat kembali ke Nou Camp.


Wesley Sneijder, motor serangan Inter Milan (c)AP
Kondisi alam juga sedikit menguntungkan Inter. Larangan penerbangan mengharuskan Barcelona menghadapi perjalanan darat menggunakan bus sejauh 450 mil ke Italia dan pada waktu tiba di Giuseppe Meazza mereka butuh waktu untuk kembali meluruskan kaki. Barcelona kehilangan ketajamannya dan ketika Inter menaikkan tempo permainan, 14 jam perjalanan darat jarak jauh mulai terlihat pengaruhnya. Stadion Giuseppe Meazza rupanya juga memberi andil bagi kemenangan Inter Milan. Guardiola mengeluhkan kondisi lapangan Inter Milan yang rumputnya agak panjang dan kering. Permainan bola pendek dengan passing-passing cepat yang menjadi ciri khas permainan Barcelona selama ini menjadi sulit dilakukan pada permukaan lapangan yang seperti itu. Arsene Wenger mungkin adalah salah satu pelatih yang paling sering merasakan pentingnya faktor keberuntungan dan cedera untuk meraih sebuah kemenangan. Kini hal serupa akan dihadapi Mourinho saat melawat ke Nou Camp markas Barcelona pada minggu depan. Wesley Sneijder, Diego Milito, Eto'o, Walter Samuel and Esteban Cambiasso adalah tumbal dari kemenangan Inter Milan. Serupa dengan yang dialami Arsenal ketika kehilangan Cesc Fabregas, Robin van Persie, Andrei Arshavin, William Gallas and Alex Song saat bertandang ke Barcelona. Dan Inter Milan harus berjuang menghadapi semua itu untuk menjadi yang terbaik. Semua itu, bagaimanapun, adalah sebuah hipotetis. Kenyataan sesungguhnya akan terlihat saat Inter melakukan perjalanan ke Spanyol minggu depan. Dan yang menjadi catatan penting adalah bagaimana seorang Mourinho bisa keluar dari pola permainan yang membosankan selama ini. Apa yang disuguhkannya saat Inter Milan melawan Barcelona sungguh memikat. Minggu depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Mou untuk menjadi The Real Special One. (bola/jef)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE