Batistuta: Legenda Fiorentina, Mesin Gol Argentina, Pilar Scudetto Roma
Mamat | 3 Februari 2016 08:47
Bola.net - Bola.net - Gabriel Batistuta baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-47 pada 1 Februari 2016. Pernah berjasa membantu AS Roma meraih Scudetto Serie A, situs resmi Giallorossi pun membuat sebuah ulasan istimewa tentangnya.
Batistuta adalah mesin gol sejati, salah satu nomor 9 terbaik sepanjang sejarah - dalam artian sebenarnya. Setiap turun ke lapangan, dia selalu memberikan segalanya.
Berikut adalah fakta-fakta mengenai Batistuta. Isinya tentang awal kehidupan, nama julukan, kisah bersama Fiorentina hingga ketajaman sang mantan striker di kancah Serie A maupun timnas .
Simak ulasan selengkapnya.
Piala Dunia 1978

Di masa mudanya, Batistuta justru menggeluti olahraga basket.
Namun, Piala Dunia 1978 mengubah jalan hidup seorang Batistuta. Melihat Argentina juara dunia, hasratnya terhadap sepakbola mulai tumbuh. Itulah titik awal lahirnya salah satu bintang lapangan hijau terbaik yang pernah dimiliki Argentina dan persepakbolaan dunia.
Awal Karier

Setelah itu, Batistuta memperkuat River Plate (1989-1990), lalu Boca Juniors (1990-1991). Sebagai pemain, Batistuta semakin hari jadi semakin matang.
Pada tahun 1991, roda nasib membawanya ke Serie A Italia. Fiorentina merekrut Batistuta usai terkesan dengan skill yang dia tunjukkan bersama Argentina di Copa America 1991.
Di sini, nama Batistuta semakin berkibar. Seiring perjalanan kariernya, reputasi sebagai predator gol yang ditakuit lawan pun dia dapatkan.
Julukan

Dia adalah pencetak gol terbanyak ke-11 dalam sejarah Serie A. Total 184 gol dia torehkan dalam 318 penampilan di kasta tertinggi Italia bersama Fiorentina, AS Roma dan Inter Milan.
Pada 30 Januari 2016, torehan 184 gol Batistuta di Serie A disamai oleh Alberto Gilardino, yang mencetak satu gol untuk Palermo dalam laga melawan tuan rumah Carpi yang berkesudahan imbang 1-1.
Pujian Maradona

Legenda Argentina Diego Maradona pernah memberikan penilaian terhadap Gabriel Batistuta. Maradona mengatakan: Bagi saya, dia adalah striker terbaik yang pernah saya lihat.
Batistuta memang salah satu striker paling komplet dan paling tajam yang pernah ada. Dia memiliki teknik, kecepatan serta insting gol papan atas, baik dari kaki kanannya yang penuh tenaga, kepala maupun tendangan bebasnya yang mematikan.
Mesin Gol Argentina

Selama membela negaranya, Batistuta mencetak total 56 gol dalam 78 penampilan di pentas internasional pada periode 1991-2002. Rasionya adalah 0,718 gol per laga. Di belakangnya, ada Lionel Messi dengan 49 gol dalam 105 penampilan (rasio 0,472 gol per laga).
Batistuta juga pernah bermain di tiga Piala Dunia.
Pada tahun 1999, Batistuta finis urutan tiga di belakang Rivaldo dan David Beckham dalam ajang penghargaan FIFA World Player of the Year.
Pada tahun 2004, nama Batistuta dicantumkan oleh Pele dalam daftar FIFA 100, daftar pesepakbola terhebat yang pernah ada.
Legenda Fiorentina

Batistuta membayar semua itu dengan gol demi gol serta sebuah kesetiaan tanpa batas. Salah satu wujud kesetiaan Batistuta pada Fiorentina terlihat di tahun 1993.
Waktu itu, Fiorentina terdegradasi ke Serie B. Batistuta memilih bertahan. Hanya satu musim di kasta kedua, Fiorentina dan Batistuta kembali ke Serie A.
Batistuta adalah legenda Fiorentina. Para tifosi Fiorentina sampai mendirikan sebuah patung dirinya di Florence pada tahun 1996.
Itu tak lepas dari dedikasi dan kesetiaan Batistuta, yang tetap loyal membela panji Fioentina meski ada banyak tawaran dari klub-klub top Eropa, seperti Manchester United dan Barcelona.
Mengejar Scudetto

Dengan berat hati, demi ambisi mengejar Scudetto, Batistuta menerimanya.
Batistuta direkrut Roma dari Fiorentina di usia 31 tahun dengan biaya transfer €32,5 juta dan dikontrak selama tiga tahun. Itu adalah nilai transfer termahal untuk seorang pemain berusia 30 atau lebih sepanjang sejarah sepakbola, yang tetap bertahan bahkan hingga sekarang.
Mimpi Itu Jadi Kenyataan

Namun, di tengah suka, ada duka. Salah satu gol Batistuta musim itu tercipta ke gawang Fiorentina, sebuah gol spektakuler penentu kemenangan atas mantan klubnya. Batistuta tak kuasa membendung emosi dan menangis di tengah selebrasi para pemain Roma.
Pada musim berikutnya, Batistuta mengubah nomor punggungnya dari 18 menjadi 20, angka yang menunjukkan jumlah golnya saat meraih Scudetto. Pada tahun 2002, Batistuta berganti nomor lagi. Kali ini sesuai dengan usianya, nomor 33.
Selamat Tinggal, Serie A

Batistuta lalu meninggalkan Serie A Italia untuk bergabung dengan Al Arabi di Qatar sebelum akhirnya gantung sepatu pada tahun 2005. Di Qatar sendiri, dengan 25 golnya, dia memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu musim yang sebelumnya dipegang legenda Qatar Mansour Muftah.
Nama Batistuta tercantum di Hall of Fame Fiorentina, Roma dan persepakbolaan Italia. Dia pantas mendapatkannya. Takkan ada yang membantah.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Masih Malu-malu Bicara Scudetto
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:14
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 19 Januari 2026, 08:38
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:52
-
Man City Main di Lapangan Sintetis dan Beku, Pep Guardiola: Dilarang Cengeng!
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:49
-
Jadwal Lengkap Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 20 Januari 2026, 08:45
-
Marc Guehi Tiba, Pep Guardiola Gembira
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:25
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:25
-
Emil Audero Cleansheet, Aksi Heroik Gagalkan Kemenangan Verona
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26










