Best XI Serie A 2014/15
Editor Bolanet | 6 Juni 2015 20:06
Bola.net - Bola.net - Serie A 2014/15 sudah tuntas dan Juventus keluar sebagai juara. Berikut adalah best XI alias tim terbaiknya.
Formasi yang digunakan adalah 4-4-2, sedangkan penentuan pemainnya didasarkan pada statistik WhoScored dan Squawka serta satistik istimewa mereka.
GK - Gianluigi Buffon (Juve)

Meski sudah berusia 37 tahun, Buffon masih prima dan tetap menjadi pilar penting La Vecchia Signora.
Total 18 clean sheet dibukukan Buffon dalam 33 penampilan. Angka itu mengungguli kiper-kiper lain, termasuk Morgan De Sanctis (16) dan Samir Handanovic (11).
DL - Jose Holebas (AS Roma)

Bek 30 tahun Yunani itu memiliki kemampuan tackling, ball interception, dribbling dan passing yang mumpuni. Dia juga menyumbang satu gol dan satu assist dalam 24 penampilan.
Golnya (vs Inter Milan) bahkan termasuk salah satu gol terbaik di Serie A 2014/15.
DR - Bruno Peres (Torino)

Full-back yang juga bisa beroperasi sebagai gelandang sayap itu cukup kuat dalam bertahan sekaligus berbahaya saat ikut naik membantu serangan.
Senjata terkuat Peres adalah dibbling skill dan kemampuannya dalam melepas crossing. Tiga gol dan tiga assist dia ukir dalam 34 penampilan.
Solo golazo dalam derby melawan Juventus adalah satu hal yang paling berkesan darinya di musim 2014/15.
DC - Giorgio Chiellini (Juventus)

Bek sentral 30 tahun Italia itu kuat dalam duel udara dan tekelnya sulit dilawan. Konsentrasi Chiellini di atas lapangan membuatnya jarang melakukan kesalahan yang berdampak negatif terhadap tim.
Chiellini juga menyumbang satu assist dalam 28 penampilannya.
DC - Daniele Rugani (Empoli)

Rugani adalah satu-satunya yang melahap seluruh menit bermain di Serie A 2014/15. Rugani memainkan 38 pertandingan dengan total 3420 menit bersama Empoli. Hebatnya lagi, Rugani melalui seluruh menit itu tanpa sekali pun terkena kartu, baik kartu kuning maupun merah.
Dialah salah satu kunci kesuksesan Empoli bertahan di kasta tertinggi Italia dengan finis di papan tengah.
ML - Felipe Anderson (Lazio)

Spesialis sayap kiri asal Brasil yang baru berusia 22 tahun itu merupakan pemain pilar Lazio, yang berjasa besar mengantarkan Biancoceleste finis di peringkat tiga dan mendapatkan hak lolos ke play-off kualifikasi Liga Champions musim depan.
Di Seriie A musim ini, Anderson mengemas sepuluh gol dan tujuh assist dalam 32 penampilan.
MR - Antonio Candreva (Lazio)

Di Serie A musim ini, gelandang serang 28 tahun Italia tersebut membukukan 10 gol dan sembilan assist dalam 34 penampilan.
Statistik itu saja sudah lebih dari cukup untuk memberikan pos sayap kanan kepadanya.
MC - Andrea Pirlo (Juventus)

Saingan utama Pirlo untuk posisi ini adalah Mirko Valdifiori, yang membukukan tujuh assist (plus 6 kartu kuning dan 1 merah) dengan seragam Empoli. Namun, Pirlo unggul di segi gol dan kedisiplinan (0 kartu).
Kontribusi dalam bertahan juga menjadi salah satu nilai plus Pirlo.
MC - Franco Vazquez (Palermo)

Padahal, Dybala dan Vazquez ibarat satu kesatuan. Dybala bisa bersinar berkat dukungan Vazquez dari lini kedua.
Total 10 gol dan 10 assist diukir oleh Vazquez dalam 37 penampilan. Andai Paul Pogba (Juventus, 8 gol & 3 assist) tidak dihantam cedera, mungkin dia bisa mendapatkan posisi ini.
FW - Carlos Tevez (Juventus)

Kontribusinya sangat besar membawa Juventus ke tangga juara. Total 20 gol dan assist diukir oleh sang bomber Argentina dalam 32 penampilan.
Kemampuan dribbling dan passing yang dimilikinya membuat Tevez layak jadi pilihan.
FW - Luca Toni (Hellas Verona)

Sebut saja Paulo Dybala (Palermo), Jeremy Menez (AC Milan), Domenico Berardi (Sassuolo), Miroslav Klose (Lazio), Antonio Di Natale (Udinese) maupun duo Capocannoniere Mauro Icardi (Inter Milan) serta Luca Toni (Hellas Verona).
Pilihan jatuh pada Toni sang veteran.
Icardi dan Toni sama-sama mencetak 22 gol. Kontribusi Toni lebih besar daripada Icardi.
Kontribusi yang dimaksud adalah persentase jumlah gol pemain yang bersangkutan dengan jumlah gol yang dicetak timnya. Icardi mencetak 22 dari 59 gol Inter (37%).
Toni mencetak 22 dari 49 gol Verona. Itu sebesar 45%, paling tinggi dibandingkan pemain-pemain lain di Serie A 2014/15.
Dengan kata lain, tanpa Toni, Verona (peringkat 13) mungkin sudah terdegradasi dari kasta tertinggi Italia.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Roma vs Atalanta: Gol Hermoso Selamatkan Giallorossi
Liga Italia 19 April 2026, 03:53
-
Live Streaming Roma vs Atalanta - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 18 April 2026, 18:45
-
Prediksi Juventus vs Bologna 20 April 2026
Liga Italia 18 April 2026, 17:22
-
Live Streaming Napoli vs Lazio - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 18 April 2026, 16:00
-
Inter Milan jadi Tim Italia Pertama yang Lolos Liga Champions 2026/2027
Liga Italia 18 April 2026, 11:00
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Spanyol 2026 di Vidio, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:55
-
Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:43
-
Jadwal Live Streaming Seri 1 Mandalika Racing Series 2026, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:39
-
Jadwal Lengkap Balapan Pertamina Mandalika Racing Series 2026
Otomotif 20 April 2026, 10:55
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00












