EDITORIAL: Marseille Salah Pilih Neraka
Editor Bolanet | 12 Desember 2013 15:41
Bola.net - Oleh: Gia Yuda Pradana
Liga Champions musim ini merupakan salah satu episode terburuk dalam sejarah Olympique Marseille. Wakil Prancis itu menjadi korban paling parah di Grup F yang disebut-sebut sebagai Grup Neraka. Enam kekalahan dalam enam pertandingan membuat mereka finis di dasar klasemen tanpa angka.
Dari enam kekalahan itu, tiga ditelan Marseille di markas lawan (0-3 vs Borussia Dortmund, 2-3 vs Napoli, 0-2 vs Arsenal). Yang paling parah adalah tiga kali tunduk di kandang sendiri, Stade Velodrome, dengan skor yang persis sama, yakni 1-2.
Pukulan home defeat pertama diberikan di matchday pembuka. Tertinggal dua gol terlebih dahulu melalui aksi Theo Walcott dan Aaron Ramsey, Marseille cuma sanggup menipiskannya lewat penalti Jordan Ayew di penghujung laga.
Home defeat kedua dihadirkan oleh pada matchday 3. Mirip dengan ketika kalah dari Arsenal, Marseille kembali tertinggal 0-2 terlebih dahulu gara-gara gol Jose Callejon dan Duvan Zapata. Di penghujung laga, lagi-lagi Marseille menipiskannya jadi 1-2. Kali ini lewat Andre Ayew.
Home defeat ketiga dan terakhir merupakan 'karya' Borussia Dortmund pada matchday pemungkas, tak lama setelah pelatih Elie Baup dipecat oleh pihak klub serta digantikan sporting director Jose Anigo. Jalannya laga agak berbeda dari dua kekalahan sebelumnya. Namun, hasilnya sama-sama tidak mengenakkan bagi tuan rumah. Sempat tertinggal oleh gol cepat Robert Lewandowski di menit 4, Marseille menyamakan kedudukan melalui Souleymane Diawara sepuluh menit berselang. Hanya saja, kartu kuning kedua Dimitri Payet di akibat diving di menit 34 merusak ambisi Marseille untuk meraih kemenangan.
Winning goal Kevin Grosskreutz di menit 87 pun menjadi vonis kematian bagi Marseille sekaligus memastikan sang runner-up musim 2012/13 finis sebagai pemuncak klasemen di atas Arsenal.
Kekecewaan akibat kekalahan ini tak hanya dirasakan oleh Marseille. Arsenal dan Napoli secara tak langsung juga terkena imbasnya. Arsenal yang kalah 0-2 di San Paolo jadi tergusur ke peringkat dua, sedangkan Napoli terlempar ke Liga Europa. Semua saling berhubungan.
(Klasemen akhir Grup F © Wikipedia)
Andai Marseille bisa setidaknya menahan imbang Dortmund, maka Napoli dan Arsenal lah yang akan melaju. Marseille sendiri juga takkan menanggung malu terlalu berlebihan karena menjadi satu-satunya tim yang tereliminasi dengan poin nol di fase grup musim ini.
Pasalnya, ada Real Sociedad serta Anderlecht di Grup A dan C yang juga finis di posisi terbawah namun masih lumayan bisa meraup satu angka dari enam pertandingan.
Dalam kompetisi selevel Liga Champions, laga kandang sangat krusial. Marseille gagal memaksimalkannya. Mereka justru seolah menjadikan kekalahan 1-2 di kandang sendiri sebagai sebuah kebiasaan.
Itu memang tak bisa dilepaskan dari fakta bahwa ketiga saingan Marseille memang sangat kuat. Poin 12 yang dikumpulkan masing-masing oleh mereka adalah buktinya.
Marseille sejatinya bukan tim lemah. Dengan pemain-pemain berkualitas semacan Benoit Cheyrou, Andre-Pierre Gignac, duo Ayew, Florian Thauvin, Rod Fanni hingga Mathieu Valbuena, Marseille seharusnya bisa berbicara lebih banyak. Namun, kenyataannya menyesakkan.
Mungkin, kesalahan Marseille adalah menghuni grup yang sama dengan tiga elit eropa tersebut. Mencetak 5 gol, tapi kebobolan 14 dan menelan enam kekalahan dalam enam pertandingan merupakan indikasi bahwa Marseille memang berada di 'neraka' yang salah. (bola/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arsenal Daftarkan 22 Pemain di Liga Champions, William Saliba Tetap Dibawa
Liga Champions 4 September 2026, 17:55
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 5-6 September 2026
Liga Inggris 4 September 2026, 17:48
-
Chiesa dan Endo Tidak Masuk, Ini Skuad Liverpool untuk Liga Champions
Liga Champions 4 September 2026, 17:20
-
Skuad Manchester United di Liga Champions: Mainoo dan Yoro Tak Masuk Daftar 25 Pemain
Liga Champions 4 September 2026, 16:45
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
-
5 Pelajaran Manchester City vs Coventry City: Debut Enzo Fernandez Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 00:05
-
Erling Haaland Pecahkan Rekor Sergio Aguero di Manchester City
Liga Inggris 5 September 2026, 23:36
-
Rapor Pemain Manchester City vs Coventry City: Cherki Bersinar, Haaland Tetap Berbahaya
Liga Inggris 5 September 2026, 23:25
-
Man of the Match Man City vs Coventry City: Erling Haaland
Liga Inggris 5 September 2026, 23:16
-
Hasil Man City vs Coventry City: Haaland Jadi Penentu, The Citizens Sapu Bersih 3 Laga
Liga Inggris 5 September 2026, 22:54
-
Dikabarkan Cedera, Hansi Flick Ungkap Kondisi Terbaru Lamine Yamal
Liga Spanyol 5 September 2026, 20:30
-
Link Live Streaming Inter vs Napoli di Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 20:00
-
Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
Piala Dunia 5 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Man City vs Coventry City di Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 19:00
-
Tinggalkan Al Hilal, Karim Benzema Tak Akan Gabung Barcelona
Liga Spanyol 5 September 2026, 18:10
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




