El Tigre Mengaum Lantang di Eropa
Gia Yuda Pradana | 20 April 2017 13:02
Bola.net - Bola.net - Radamel Falcao begitu ganas di kompetisi klub UEFA. Rasio gol per laga striker AS Monaco berjuluk El Tigre tersebut bahkan mengungguli Lionel Messi, Ferenc Puskas hingga Gerd Muller.
Dengan efisiensi dan ketajamannya, Harimau Kolombia itu mengaum lantang di Eropa.
Monaco menang 3-1 menjamu Borussia Dortmund di leg kedua babak perempat final Liga Champions 2016/17, Kamis (20/4). Falcao menyumbang satu gol dalam laga ini dan turut membantu Monaco lolos ke semifinal dengan aregat 6-3.
Gol ke gawang Dortmund adalah gol ke-45 Falcao di kompetisi klub UEFA. Dia mencetaknya di penampilannya yang ke-50.
Falcao hanya butuh 50 laga untuk mencetak 45 gol di kompetisi antarklub UEFA. Rata-rata, dia mencetak 0,90 gol per laga.
Menurut statistik yang dilansir UEFA, rasio goals per game Falcao itu merupakan yang tertinggi. Dia pun sejauh ini layak menyandang status sebagai pencetak gol paling efisien sepanjang sejarah persepakbolaan Eropa - yang meliputi UEFA Champions League/European Champion Clubs' Cup, UEFA Europa League/UEFA Cup, UEFA Cup Winners' Cup, UEFA Super Cup, UEFA Intertoto Cup, European/South American Cup.
Rata-rata gol per laga terbaik di semua kompetisi antarklub UEFA (minimal 20 penampilan)
0,90: Radamel Falcao (Porto, Atletico, Monaco) – 45 gol dalam 50 penampilan
0,87: Gerd Muller (Bayern Munchen) – 62 gol dalam 71 penampilan
0,86: Stephane Guivarc'h (Auxerre, Rennes, Newcastle) – 24 gol dalam 28 penampilan
0,86: Ferenc Puskas (Budapest Honved, Real Madrid) – 37 gol in 43 penampilan
0,83: Lionel Messi (Barcelona) – 97 gol dalam 119 penampilan
0,83: Alfredo Di Stefano (Real Madrid) – 50 gol dalam 60 penampilan
0,82: Ivan Mraz (Slovan Bratislava, Sparta Praha, Dukla Praha) – 18 gol dalam 22 penampilan
0,82: Jupp Heynckes (Borussia Monchengladbach) – 45 gol dalam 55 penampilan
0,80: Kees Kist (AZ Alkmaar, PSG) – 20 gol dalam 25 penampilan
0,80: Denis Law (Manchester United) – 20 gol dalam 25 penampilan
0,80: Kevin Hector (Derby County) – 16 gol dalam 20 penampilan.
Falcao, yang sekarang berusia 31 tahun, mengawal kiprahnya di Eropa bersama Porto usai direkrut dari River Plate pada musim 2009/10 - di Liga Champions. Falcao melakoni debut di Liga Champions dalam partai fase grup melawan tuan rumah Chelsea pada 15 September 2009 dan kalah 0-1. Seminggu berselang, Falcao mencetak gol perdananya di kompetisi ini ketika Porto menang 2-0 menjamu Atletico Madrid.
Falcao mencetak empat gol di Liga Champions musim itu sebelum Porto dikandaskan Arsenal dengan agregat 2-6 di babak 16 besar.
Musim berikutnya, Falcao lebih tajam, tapi kali ini di Liga Europa. Falcao mencetak total 17 gol dalam 14 penampilan (plus satu gol kualifikasi), termasuk satu gol penentu kemenangan 1-0 Porto atas Braga di final. Falcao finis sebagai top scorer dan mengantarkan Porto jadi juara. Dia juga mematahkan rekor Jurgen Klinsmann, yang mencetak 15 gol dalam satu edisi kompetisi ini bersama Bayern Munchen pada musim 1995/96.
Performa itu membawanya ke Atletico Madrid dengan nilai transfer €40 juta pada musim 2011/12. Falcao kembali berjaya di Liga Europa. Atletico menjadi juara dan Falcao mempertahankan gelar top scorer dengan 12 golnya. Falcao juga menjadi pemain pertama yang mampu menjuarai kompetisi ini dua musim secara beruntun dengan dua klub berbeda.
Falcao mengawali musim 2012/13 dengan performa brilian melawan Chelsea di Piala Super Eropa. Falcao mencetak hattrick dan membawa Atletico juara dengan kemenangan 4-1 di Stade Louis II, Monaco.
Di Liga Europa, menyandang status juara bertahan, Atletico disingkirkan Rubin Kazan di babak 32 besar. Falcao sendiri hanya mencetak satu gol dalam dua penampilan.
Musim 2013/14, Atletico melego Falcao ke Monaco - yang waktu itu baru promosi ke Ligue 1. Nilai transfernya diperkirakan mencapai €60 juta. Tak ada kompetisi Eropa untuk Falcao pada musim pertamanya berseragam Monaco. Sialnya lagi, dia mengalami cedera ACL pada tengah musim, yang bahkan membuatnya absen di Piala Dunia 2014.
Monaco finis sebagai runner-up di liga dan lolos ke fase grup Liga Champions 2014/15. Namun, Falcao yang baru sembuh setelah absen enam bulan dipinjamkan ke Manchester United. Lagi-lagi tak ada Eropa untuk Falcao, dan dia juga gagal tampil memuaskan di Old Trafford.
Musim berikutnya, Falcao kembali dipinjamkan, dan kali ini ke Chelsea. Gara-gara cedera otot dalam latihan, yang kemudian kambuh beberapa pekan berselang, Falcao dicoret dari skuat Liga Champions Chelsea oleh manajer Guus Hiddink.
Falcao kembali ke Monaco untuk musim 2016/17. Falcao memperkuat Monaco di babak kualifikasi ke-3 Liga Champions melawan Fenerbahce. Falcao mencetak satu gol tandang saat Monaco kalah 1-2 pada leg pertama, dan menyumbang satu gol lewat penalti ketika Monaco menang 3-1 pada leg kedua untuk lolos ke babak play-off melawan Villarreal. Falcao absen akibat cedera hamstring, tapi Monaco tetap lolos ke fase grup.
Di fase grup, sepak terjang Falcao lagi-lagi diwarnai cedera. Namun, itu tak membuat Falcao tenggelam. Setiap kesempatan datang, Falcao hampir selalu sanggup menjebol gawang lawan.
Di Liga Champions musim ini, Falcao telah mencetak lima gol dalam enam penampilan. Lima gol itu berupa dua gol kontra CSKA di fase grup, dua gol ke gawang Manchester City di babak 16 besar leg pertama, dan terakhir tentu saja satu gol ketika menyingkirkan Dortmund di perempat final.
Radamel Falcao di kompetisi klub UEFA - 45 gol (50 laga)
Liga Champions: 9 gol (14 laga)
Kualifikasi Liga Champions: 2 gol (2 laga)
Liga Europa: 30 gol (31 laga)
Kualifikasi Liga Europa: 1 gol (2 laga)
Piala Super Eropa: 3 gol (1 laga).
Sebagian besar gol-gol Falcao di kompetisi klub UEFA memang tercipta di Liga Europa. Namun, musim ini, Falcao telah membuktikan bahwa di pentas elit Liga Champions dia juga bisa tampil dengan ganas.
Torehan 45 gol hanya dalam 50 penampilan, rata-rata 0,90 gol per laga, adalah bukti efisiensi dan ketajamannya.
Bagi El Tigre, persepakbolaan Eropa ibarat habitat alaminya. Di sini, sang Harimau Kolombia tak segan untuk mengaum dengan lantang.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Sudah Berjuang Maksimal, tapi Masih Gagal Menang
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 07:25
-
Rating Pemain AC Milan usai Dipermak Bournemouth: Maignan Dapat Nilai 1
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 06:46
-
Rating Pemain Juventus vs Rennes: Gatti Terendah, Woltemade Tertinggi
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 06:34
-
Rekap Hasil 18 Pertandingan Liga Europa 2026-27 Matchday 3
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 05:37
-
Hasil Bournemouth vs Milan: Maignan Kartu Merah, Rossoneri Takluk 0-3
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 05:26
LATEST UPDATE
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
-
Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 19:41
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




